5 Cara Hidup Sehat Menurut Islam - Pegadaian Syariah
logo

5 Cara Hidup Sehat Menurut Islam

10 bulan yang lalu    
5 Cara Hidup Sehat Menurut Islam

Hidup sehat jiwa raga adalah idaman setiap insan. Badan yang sehat menjadi sarana bagi insan beriman untuk bisa beribadah dengan tenang. Hidup sehat dalam taat menjadi anugerah yang paling nikmat bagi insan bertakwa.

Rasanya sulit menemukan orang yang sepanjang hidupnya tidak pernah sakit. Hanya Rasulullah SAW yang terbukti hanya mengalami 2 kali sakit di sepanjang hayat, yakni sakit ketika diracuni oleh budak Yahudi dan sakit menjelang wafat.

Kita bisa mencermati dan meneladani Rasulullah SAW yang memiliki kesehatan prima sepanjang hayatnya. Berikut ini adalah 5 cara hidup sehat menurut Islam yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW:

Memakan Harta yang Halal

Cara hidup sehat yang pertama adalah memakan harta yang halal. Allah berfirman, “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil, kecuali dengan jalan perniagaan yang berlaku dengan suka sama suka di antara kamu. Dan janganlah kamu membunuh dirimu; sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepadamu.” (QS. 4:29)

Tafsir Ibnu Katsir [Juz 2 halaman 268] menyatakan bahwa ayat ini muhakkamah (ayat hukum) yang tidak akan di-nasakh sampai hari kiamat, yakni Allah mencegah kita memakan harta di antara kita dengan cara yang batil. Tafsir Jalalain [Juz 1 halaman 105] mendefinisikan bahwa transaksi yang batil adalah transaksi yang diharamkan oleh syariah Islam seperti riba dan mengambil harta [makanan] yang bukan hak.

Al Ghazali menyatakan betapa penjagaan terhadap harta adalah hal yang darurat. Al Ghazali menyebutnya dengan maqashid syariah yang harus dijaga yakni hifzh ad diin (menjaga agama), hifzh an nafs (menjaga jiwa), hifzh a aql (menjaga akal), hifzh al maal (menjaga harta) dan hifzh an nasl (menjaga keturunan).

Harta adalah sumber nafkah keseharian yang harus dijaga kehalalannya. Ketika harta didapat dengan cara yang tidak halal, hal ini akan berdampak pada seluruh kehidupan kita.

Ayat tersebut juga menegaskan bahwa harta halal diperoleh dengan cara perniagaan yang rela sama rela. Jadi, rukun dan syarat perniagaan harus terpenuhi dan dilengkapi dengan keridhaan antarpihak yang bertransaksi.

Pola Makan yang Sehat

Cara hidup sehat yang kedua adalah pola makan yang sehat. Pola makan sehat dimulai dengan pemilihan jenis makanan yang juga halal dan baik. Allah berfirman, “Hai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaitan; karena sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagimu.” (QS. 2: 168).

Tafsir Ibnu Katsir [Juz 1 halaman 478] mengungkap bahwa makanan yang halal dan baik adalah makanan bisa menyebabkan kebaikan bagi jiwa, tidak membahayakan badan dan akal kita. Tafsir Ibnu Katsir ini juga mengungkap hadits Nabi yang menyatakan bahwa memakan makanan yang halal dan baik ini bisa menyebabkan terkabulnya doa.

Rasulullah mencontohkan pola makan yang sehat dimulai dengan bersiwak di pagi hari untuk menjaga kesehatan gigi. Dalam dunia modern, bersiwak bisa digantikan dengan menggosok gigi. Mulut dan gigi adalah organ pertama dalam sistem pencernaan, sehingga konsumsi sehat akan diawali dengan organ pencernaan awal yang sehat.

Rasulullah juga mengawali menu sarapan dengan segelas air dicampur madu. Dari sisi ilmu kesehatan, madu berkhasiat untuk membersihkan organ pencernaan seperti lambung, mengaktifkan usus, menyembuhkan sembelit, wasir dan peradangan.

Menjelang siang, Rasulullah mengonsumsi tujuh bulir kurma matang (ajwa) agar terhindar dari zat beracun. Rasulullah pernah disuguhi makanan beracun dan Rasulullah memakannya, namun racun tersebut dinetralisir oleh zat yang terkandung dalam kurma yang dikonsumsi Rasulullah. Sahabat lain yang memakan makanan beracun tersebut, meninggal dunia.

Berikutnya, pada saat menjelang sore hari, Rasulullah mengonsumsi roti yang dicampuri cuka dan minyak zaitun yang berfungsi sebagai pencegah kanker dan menjaga suku tubuh di musim dingin.

Rasulullah melengkapi konsumsi makanannya dengan sayuran sejenis sana al makki dan sanut di malam hari. Sayuran berfungsi untuk menguatkan daya tahan tubuh dan melindungi dari serangan penyakit. Di malam hari setelah makan, Rasulullah tidak langsung tidur, agar makanan masuk lambung dengan cepat dan baik sehingga mudah dicerna.

Rasulullah juga tidak berlebihan ketika makan. Ibnu Hajar Al Asqalani rahimahullah berkata, “Ini adalah dalil bolehnya kekenyangan walaupun sampai “full” penuh, (dalilnya) diambil dari perkataan Abu Hurairah, ‘Tidak lagi aku dapati tempat untuk minuman dalam tubuhku’. Dan penetapan (taqrir) dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam terhadap kejadian tersebut.” [Fathul Bari Juz 11 halaman 288].

Olahraga yang Teratur

Cara hidup sehat yang ketiga adalah olahraga yang teratur. Ada beberapa olahraga yang dilakukan oleh Rasulullah, di antaranya adalah olahraga berkuda, berenang, dan memanah. Rasulullah SAW bersabda, “Ajarailah anak-anak kalian berkuda, berenang, dan memanah.” [Musnad Imam Ahmad, Juz 1 halaman 302].

Olahraga berkuda bisa meningkatkan jiwa kepemimpinan, kepercayaan diri, jiwa pemberani, dan menyayangi binatang. Berenang bermanfaat bagi ketahanan fisik, melibatkan seluruh otot, meningkatkan daya tahan tubuh dan stamina, sehingga tidak mudah sakit. Sedangkan memanah bisa melatih kepemimpinan, visioner, fokus pada sasaran dan meningkatkan kesehatan mental.

Tentu saja, masih banyak olahraga lain yang bisa menyehatkan jiwa dan raga. Ketika kita melakukan olah raga teratur diimbangi dengan pola makan sehat dan istirahat teratur, maka jiwa raga akan sehat dan sangat menunjang terlaksananya ibadah dengan tenang.

Pola Tidur yang Sehat

Cara hidup sehat yang keempat adalah pola tidur yang sehat. Pola makan yang sehat dan olahraga teratur, harus diimbangi dengan pola istirahat yang sehat pula. Pola sederhananya adalah sepertiga waktu untuk bekerja, sepertiga waktu untuk beribadah, dan sepertiga waktu untuk istirahat.

Sepertiga malam terakhir memiliki udara yang sangat sehat, cenderung bersih, belum terkontaminasi oleh berbagai polusi udara. Dalam kondisi inilah Rasulullah mengajarkan kepada kita untuk sholat malam di sepertiga malam terakhir, terutama sholat tahajjud.

Ketika Rasulullah sangat menganjurkan sholat tahajjud di sepertiga malam terakhir menjelang waktu sholat subuh, maka secara alamiah kita bisa mengaturnya dengan memulai tidur lebih cepat, sehingga bisa bangun lebih cepat.

Sholat tahajjud secara istiqamah bisa menyebabkan tubuh bugar dan bersemangat, meningkatkan daya tahan tubuh, menenangkan hati, mencegah penyakit infeksi dan kanker, memiliki fungsi relaksasi dan meditasi sehingga bisa berpengaruh baik bagi kejiwaan kita secara keseluruhan.

Rajin Puasa Sunnah

Cara hidup sehat yang kelima adalah rajin puasa sunnah. Di antara puasa sunnah yang biasa dilakukan oleh Rasulullah SAW adalah puasa pada hari Senin dan Kamis. Ada juga yang meriwayatkan tentang keutamaan puasa daud (puasa selang seling, sehari puasa, sehari tidak).

Ditinjau dari sisi kesehatan, puasa sangat banyak manfaatnya. Selain menyehatkan, puasa juga bisa menyembuhkan berbagai penyakit seperti penyait hati, tekanan darah tinggi, diabetes, asma, gangguan saluran pernafasan, serta menjaga keseimbangan anabolisme dan katabolisme.

Demikian 5 cara hidup sehat menurut Islam sebagaimana yang dicontohkan oleh Rasuullah SAW. Mari kita meneladaninya agar jiwa raga kita tetap sehat bugar, sehingga bisa menjalankan ibadah dengan tenang sampai akhir hayat.

Sebagaimana diketahui, tiap 9 September diperingati sebagai Hari Olahraga Nasional, sehingga sudah sepatutnya kita memiliki jiwa dan raga yang sehat. Semoga bermanfaat!

 

Artikel ditulis oleh Tim Advika, keterangan lebih lanjut hubungi e-mail info@advikamedia.com



Artikel Terkait


  2 tahun yang lalu
  2 tahun yang lalu
  2 tahun yang lalu
  2 tahun yang lalu

Komentar Artikel "5 Cara Hidup Sehat Menurut Islam"