5 Keistimewaan Wanita dalam Islam - Pegadaian Syariah
logo

5 Keistimewaan Wanita dalam Islam

2 bulan yang lalu    
5 Keistimewaan Wanita dalam Islam

Wanita adalah makhluk yang sangat istimewa. Darinya manusia dilahirkan. Darinya generasi dihadirkan. Wanita dalam Islam memiliki tempat terhormat. Tentu saja, wanita pun harus menghormati dirinya sendiri agar benar-benar menjadi makhluk yang terhormat. Wanita bisa menjadi sumber laknat jika tidak ada penghargaan diri. Wanita menjadi sumber maksiat jika tidak ada pengendalian diri.

Berikut ini ada beberapa keistimewaan wanita dalam Islam. Keistimewaan ini sudah digariskan dalam nash Al-Qur’an dan hadits, namun bisa menjadikannya pribadi mulia atau hina tergantung dari dirinya memperlakukan diri sendiri dan tergantung orang lain atau lingkungan yang mempengaruhinya.

Pertama, wanita diabadikan sebagai nama surat dalam Al-Quran, sebagai hal yang tidak dimiliki oleh laki-laki. Al-Qur’an memang mengabadikan figur laki-laki dan perempuan tertentu sebagai nama surat, seperti Surat Maryam, Surat Ali Imran, Surat Muhammad, dan lain-lain. Namun, khusus sebutan jenis kelamin tertentu, hanya wanita yang diabadikan sebagai nama surat.

Surat keempat dalam Al-Qur’an adalah An Nisa` (wanita atau perempuan). Dalam surat tersebut, Allah mengatur dan mengungkap banyak fakta kodrati tentang wanita. Allah juga merinci cara kita dalam memperlakukan wanita secara agung. Allah merinci juga hak-hak wanita yang harus diberikan oleh suami maupun terkait dengan hak warisnya. Dalam surat lainnya, Alquran juga banyak mengungkap keistimewaan tentang wanita dan cara memperlakukan wanita dengan baik.

Kedua, derajatnya 3 kali lebih tinggi. Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu dia berkata; “Seorang laki-laki datang kepada Rasulullah SAW sambil berkata; “Wahai Rasulullah, siapakah orang yang paling berhak aku berbakti kepadanya?” Beliau menjawab: “Ibumu.” Dia bertanya lagi; “Kemudian siapa?” Beliau menjawab: “Ibumu.” Dia bertanya lagi; “Kemudian siapa lagi?” Beliau menjawab: “Ibumu.” Dia bertanya lagi; “Kemudian siapa?” Beliau menjawab: “Kemudian ayahmu.”

Hadits tersebut menegaskan betapa lebih mulianya posisi Ibu atau wanita dalam Islam. Ada keyakinan bahwa memuliakan orang tua terutama Ibu, merupakan ciri anak yang berbakti, anak yang shalih dan shalihah. Doa ibu lebih cenderung dikabulkan, mengandung karamah atau kemuliaan di dunia. Oleh karena itu, sudah seharusnya kita menghormati Ibu kita. Ada satu Hadits yang meskipun dhoif, namun patut kita teladani, yakni “Surga itu berada di bawah telapak kaki ibu.”

Ketiga, wanita itu menenteramkan. Wanita jelas bisa menjadi pasangan hidup pria, yang menenteramkan. Allah berfirman dalam Al-Qur’an Surat Ar Rum ayat 21, “dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir.

Ayat ini menunjukkan bahwa nafsu dan jiwa manusia bisa tenteram, sakinah, mawaddah, rahmah dan barakah karena keberadaan wanita, baik ketika wanita berposisi sebagai istri, ibu, saudara, maupun sebagai anak keturunan kita. Kodrat wanita memang menenteramkan, lebih kuat terhadap ujian, lebih bisa menahan emosi, lebih bersabar. Semoga semua bisa wanita meneladani ayat ini, untuk bisa terus menjaga kodrat dirinya.

Allah juga berfirman dalam Al-Qur’an Surat al Baqarah ayat 187, “Dihalalkan bagi kamu pada malam hari bulan puasa bercampur dengan isteri-isteri kamu; mereka adalah pakaian bagimu, dan kamupun adalah pakaian bagi mereka. Allah mengetahui bahwasanya kamu tidak dapat menahan nafsumu, karena itu Allah mengampuni kamu dan memberi ma'af kepadamu.”

Ayat ini menegaskan bahwa wanita menjadi pakaian pria, baik pakaian dalam arti menjadi teman suami dalam memerangi kejahatan nafsu, menjadi teman suami dalam menikmati mahligai rumah tangga, maupun dalam arti menutupi aib suami agar tidak terbuka ke orang lain. Wanita bisa penjaga aib diri dan keluarga.

Keempat, kodrat sebagai wanita dan pribadi yang kuat. Allah berfirman dalam Al-Qur’an Surat An Nahl 72, “Allah menjadikan bagi kamu isteri-isteri dari jenis kamu sendiri dan menjadikan bagimu dari isteri-isteri kamu itu, anak-anak dan cucu-cucu, dan memberimu rezeki dari yang baik-baik. Maka Mengapakah mereka beriman kepada yang bathil dan mengingkari nikmat Allah ?"

Tidak bisa dipungkiri bahwa wanita memiliki kodrat untuk mengandung, melahirkan, menyusui, serta bersama merawat, mendidik, dan membesarkan anak-anak. Kodrat ini telah mengkondisikan wanita sebagai makhluk yang secara fisik harus kuat, secara psikologis juga harus kuat.

Allah juga berfirman dalam Al-Qur’an Surat Luqman ayat 14, “dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu-bapaknya; ibunya telahmengandungnya dalam Keadaan lemah yang bertambah- tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. bersyukurlah kepadaku dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu.”

Wanita atau Ibu mengalami masa kepayahan di saat mengandung, melahirkan dan menyusui, namun kondisi ini dijalankannya dengan baik, sabar dan ikhlas. Seorang Ibu akan menjalankan kodrat tersebut secara baik. Kodrat itu menyebabkannya secara alami menjadi figur paling dekat dengan generasi yang dilahirkannya.

Seorang Ibu sebagai manusia, ia beriman atau tidak, tetap akan memiliki sifat dasar menyayangi anak-anaknya sejak dalam kandungan sampai dibesarkan bahkan sampai kematian menjemput. Oleh karena itu, sebagai anak yang baik, kita harus menghormati dan memuliakan orang tua, terutama Ibu yang mengandung, melahirkan dan merawat kita.

Kelima, memperlakukan wanita secara agung, tidak boleh dipaksa dan disusahkan. Allah berfirman pada Al-Qur’an Surat An Nisa ayat 19, “Hai orang-orang yang beriman, tidak halal bagi kamu mempusakai wanita dengan jalan paksa dan janganlah kamu menyusahkan mereka karena hendak mengambil kembali sebagian dari apa yang telah kamu berikan kepadanya, terkecuali bila mereka melakukan pekerjaan keji yang nyata. dan bergaullah dengan mereka secara patut. kemudian bila kamu tidak menyukai mereka, (maka bersabarlah) karena mungkin kamu tidak menyukai sesuatu, Padahal Allah menjadikan padanya kebaikan yang banyak.”

Ayat ini menunjukkan bahwa kita harus memperlakukan wanita secara patut, secara agung, dengan ma’ruf, arif dan baik-baik. Kita tidak diperkenankan untuk memaksa dan menyusahkan wanita, terutama jika wanita itu memang wanita baik-baik dan menjadi istri yang baik.

Demikian 5 keistimewaan wanita dalam Islam. Wanita harus memahami posisi dirinya dan menghargai dirinya yang secara kodrati diciptakan sebagai makhluk istimewa. Laki-laki sebagai partnernya pun harus memperlakukan wanita secara agung untuk menjaga kehormatan diri dan kemuliaan wanita.

 

Artikel ditulis oleh Tim Advika, keterangan lebih lanjut hubungi e-mail info@advikamedia.com



Artikel Terkait


  2 tahun yang lalu
  2 tahun yang lalu
  2 tahun yang lalu
  2 tahun yang lalu

Komentar Artikel "5 Keistimewaan Wanita dalam Islam"