Bagaimana Memilih Pembiayaan Kendaraan Bermotor yang Baik? - Pegadaian Syariah
logo

Bagaimana Memilih Pembiayaan Kendaraan Bermotor yang Baik?

10 bulan yang lalu    
Bagaimana Memilih Pembiayaan Kendaraan Bermotor yang Baik?

Kendaraan bermotor sudah menjadi kebutuhan pokok bagi masyarakat. Ketika masyarakat tidak mampu memiliki kendaraan bermotor dengan pembayaran secara tunai, berbagai lembaga keuangan syariah sudah menyediakan solusi pembiayaan kepemilikan kendaraan bermotor yang pembayarannya bisa dilakukan secara angsuran.

Jangka waktu angsuran pun bisa beragam. Dari 12 bulan, 18 bulan, 24 bulan, bahkan sampai jangka waktu 36 bulan atau 3 tahun. Kemudahan ini bisa menjadi solusi terbaik bagi masyarakat yang biasanya memanfaatkan dana tunai yang dimilikinya untuk berbisnis.

Selain pembiayaan kendaraan bermotor unit baru, ada juga solusi bagi yang telah memiliki kendaraan lama, namun membutuhkan dana cepat. Tentu saja transaksinya tetap sesuai syariah, yakni menggunakan akad pinjaman dan jual beli jasa, maupun akad pembiayaan ulang (refinancing) sesuai syariah.

Akad-akad ini sudah diterapkan di berbagai perusahan penyedia pembiayaan kepemilikan kendaraan bermotor sesuai syariah. Perusahaan ini secara regulasi legal formal disebut dengan Lembaga Pembiayaan Syariah atau Multifinance Syariah.
Agar Anda tidak salah pilih, berikut ini akan kita kupas mengenai beberapa cara memilih pembiayaan kendaraan bermotor yang baik:

Sesuaikan dengan Kondisi Keuangan

Pertama kali yang harus Anda lakukan adalah menentukan skema angsuran yang disesuaikan dengan kondisi keuangan. Hal ini bisa dilihat dari jumlah DP (Down Payment) atau tanda jadi kepemilikan kendaraan bermotor yang harus disiapkan serta jumlah angsuran yang harus dibayarkan sesuai dengan jangka waktu angsuran.
Pada prinsipnya, semakin besar jumlah DP yang Anda siapkan, maka semakin kecil jumlah kewajiban yang nantinya harus Anda bayarkan. Sebaliknya, semakin kecil jumlah DP yang Anda siapkan, maka semakin besar jumlah kewajiban yang nantinya harus Anda bayarkan.

Jangan lupa, Anda bisa menyesuaikan kondisi keuangan Anda dengan jangka waktu angsuran. Jika Anda memilih jangka waktu yang panjang, maka total kewajiban Anda akan semakin besar, namun angsuran Anda jadi semakin ringan. Sebaliknya, jika Anda memilih jangka waktu yang pendek, maka total kewajiban Anda akan semakin kecil, namun angsuran Anda lebih besar.

Cermati Akadnya

Salah satu prinsip bisnis lembaga keuangan syariah adalah memastikan imbal hasil dan/atau nominal transaksi yang seharusnya pasti dan menidakpastikan imbal hasil dan/atau nominal transaksi yang seharusnya tidak pasti. Hal ini harus Anda perhatikan. Setiap akad akan memberikan konsekuensi hukum yang berbeda.

Kalau kepemilikan kendaraan bermotor yang baru, maka akad yang biasanya dijalankan adalah jual beli tegaskan untung (murabahah). Anda dan perusahaan pembiayaan syariah melaksanakan jual beli dengan harga akhir yang sudah bisa dipastikan sejak awal akad.

Akad lain untuk kepemilikan kendaraan baru adalah sewa berakhir lanjut milik (ijarah muntahiya bit tamlik). Anda sewa motor sampai selesai, namun perusahaan pembiayaan syariah sudah berjanji, jika sewa kendaraannya sudah selesai, dalam arti anda sudah mengangsur sesuai jangka waktu yang diperjanjikan, maka motor akan bisa Anda miliki.

Sedangkan akad kepemilikan kendaraan bermotor yang lama, misalnya untuk Anda yang sebelumnya sudah memliki kendaraan bermotor lengkap dengan BPKB dan STNK, anda bisa juga mengajukan pembiayaan dengan akad beli dilanjutkan dengan sewa berakhir lanjut milik (al bay’ wal isti`jar) atau akad beli dilanjutkan dengan kongsi berkurang bersama sewa (al bay dalam rangka musyarakah mutanaqishah).

Anda sebenarnya tidak perlu merisaukan kesyariahan akadnya jika perusahaan pembiayaan tersebut merupakan perusahaan pembiayaan syariah, karena transaksi operasional dan bisnisnya sudah divalidasi dan diawasi oleh Dewan Pengawas Syariah (DPS). Namun, silahkan Anda cermati saja akadnya, Anda baca akadnya secara rinci pasal demi pasal agar Anda paham dari sisi hukum dan konsekuensi akad/perjanjian yang Anda lakukan nanti.

Pilih Perusahaan Kredibel

Jika Anda mau mencermati lebih dalam dari sisi kredibilitas perusahaan pembiayaan syariah, Anda bisa mengecek kinerja perusahaan tersebut, baik dari sisi kinerja keuangannya (asetnya besar, pembiayaan bermasalahnya kecil, profitabilitasnya tinggi), maupun dari sisi kepemilikan, jumlah jaringan dan penghargaan yang pernah diperoleh.

Syukur jika perusahaan pembiayaan tersebut sudah lama berdirinya, misalnya di atas 10 tahun atau bahkan lebih. Perusahaan pembiayaan yang memperoleh penghargaan kinerja terbaik dari lembaga yang kredibel juga menunjukkan bahwa perusahaan pembiayaan syariah tersebut kredibel sehingga layak dipilih.

Perusahaan pembiayaan syariah milik BUMN juga memiliki posisi yang lebih kredibel dibandingkan perusahaan lainnya. Hal ini penting untuk diperhatikan, jika perusahaan sedang bermasalah atau sedang mengalami kinerja tidak maksimal, negara akan turun tangan. Hal ini semakin menjamin kenyamanan Anda bertransaksi dengan perusahaan tersebut.

Pilih Berdasarkan Jaringan Kantor

Anda bisa memilih perusahaan pembiayaan syariah yang jaraknya tidak jauh dari tempat Anda tinggal dan/atau tidak jauh dari tempat usaha atau kantor Anda. Hal ini penting dilakukan agar Anda bisa memiliki akses yang efektif dan efisien terkait keperluan Anda dengan perusahaan tersebut.

Anda juga bisa memperkirakan tingginya kredibilitas perusahaan pembiayaan syariah yang akan Anda pilih dengan milihat jaringan kantornya. Semakin banyak jaringan kantor dan bertahan lama, maka perusahaan pembiayaan syariah ini semakin layak untuk dipilih. Begitu pula sebaliknya.

Pilih Cara Bayar Termudah

Di masa modern dengan teknologi yang serba canggih, apalagi di tengah kesibukan kita sehari-hari, cara pembayaran merupakan hal yang sangat penting diperhatikan. Pilih perusahaan pembiayaan yang memiliki instrumen cara bayar yang sudah bisa menggunakan mesin ATM, sistem pembayaran online, dan akses 24 jam sehari. Hal ini memudahkan transaksi Anda yang tidak terikat oleh waktu atau jam kerja tertentu.

Itulah uraian tentang cara memilih perusahaan pembiayaan syariah dalam rangka pemenuhan kebutuhan kendaraan bermotor maupun pemenuhan kebutuhan dana ketika Anda sudah memiliki kendaraan bermotor.

Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, Pegadaian Syariah mempersembahkan produk Amanah sebagai pembiayaan kendaraan bermotor berbasis syariah yang ditujukan pada karyawan tetap pegawai negeri sipil/swasta maupun pebisnis Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) untuk memiliki motor atau mobil dengan cara angsuran.

Tepat caranya dan berkah hasilnya, produk Amanah mengedepankan uang muka yang terjangkau serta angsuran yang tetap. Selain itu, transaksi dilakukan sesuai dengan prinsip syariah yang adil dan menentramkan.

Untuk bisa mengajukan pembiayaan Amanah di Pegadaian Syariah, minimal nasabah telah menjadi pegawai tetap suatu instasi pemerintahan/swasta minimal 2 tahun, melampirkan surat-surat kelengkapan yang terdiri dari fotokopi KTP, Kartu Keluarga, SK pengangkatan sebagai karyawan tetap, rekomendasi atasan, serta slip gaji 2 bulan terakhir. Nasabah juga diminta untuk mengisi dan menandatangani formulir aplikasi Amanah serta membawa uang muka yang disepakati.

Demikian uraian mengenai cara memilih perusahaan pembiayaan kendaraan bermotor sesuai syariah yang dilengkapi dengan solusinya. Semoga bermanfaat. Amin.

 

Artikel ditulis oleh Tim Advika, keterangan lebih lanjut hubungi e-mail info@advikamedia.com



Artikel Terkait


  2 tahun yang lalu
  2 tahun yang lalu
  2 tahun yang lalu
  2 tahun yang lalu

Komentar Artikel "Bagaimana Memilih Pembiayaan Kendaraan Bermotor yang Baik?"