Bisnis Syariah Tanpa Modal - Pegadaian Syariah
logo

Bisnis Syariah Tanpa Modal

9 bulan yang lalu    
Bisnis Syariah Tanpa Modal

Rasulullah SAW telah memberikan rumus sumber nafkah, sebagaimana diriwayatkan oleh Rifa'ah Ibnu Rafi' bahwa Nabi Muhammad SAW pernah ditanya, pekerjaan apakah yang paling baik? Beliau bersabda: "Pekerjaan seseorang dengan tangannya dan setiap jual-beli yang bersih." Riwayat al-Bazzar. Hadits shahih menurut Hakim. (Bulugh al Maram min Adillat al Ahkam, halaman 227).

Hadits tersebut mengungkap bahwa pekerjaan yang hasilnya bisa dimiliki sebagai sumber penghasilan yang layak, halal dan baik dipergunakan untuk pemenuhan nafkah adalah pekerjaan seseorang yang dari tangannya sendiri, dari keringatnya sendiri, serta jual beli yang tidak ada khianat, menghindari kecurangan dan kezhaliman. (Ibaanat al Ahkaam Syarh Bulugh al Maram min Adillat al Ahkaam, Juz 3 halaman 2).

Senada dengan hadits di atas, bisa dirumuskan bahwa profit masuk akal hadir jika dan hanya jika melalui jual beli. Jadi, jika ingin memperoleh nafkah melalui transaksi motif profit, maka harus melalui jual beli.

Bagaimana dengan bisnis syariah tanpa modal? Apakah bisnis syariah bisa dilakukan tanpa modal?

Kita definisikan dulu tentang bisnis syariah tanpa modal. Bisnis syariah adalah transaksi bisnis (motif profit) yang dijalankan sesuai dengan ketentuan syariah. Bisnis adalah transaksi apapun yang melibatkan jual beli. Transaksi bisnis dibagi menjadi 2, yakni jual beli (itu sendiri) dan kongsi (yang harus melalui jual beli jika mau ambil profit).

Tanpa modal adalah tanpa uang dan/atau bahkan tanpa modal berupa barang. Jika tanpa modal didefinisikan dengan tanpa modal apapun, maka ini pasti bukan bisnis, karena pada setiap bisnis yang masuk akal, harus ada effort (upaya) yang dikeluarkan.

Berbagai kitab klasik merumuskan bahwa objek jual beli bisa berupa barang (ayn) dan manfaat (manfa’ah). Objek manfaat bisa berupa manfaat barang atau manfaat perbuatan. Objek manfaat ini bisa disebut juga jual beli jasa.

Begitu juga dengan skema bisnis model kongsi. Modal dalam kongsi bisa berupa barang, bisa juga berupa manfaat, baik manfaat dari suatu barang maupun manfaat dari suatu perbuatan (dan termasuk aset tak terlihat) seperti nama baik, merek, dan sejenisnya. Jadi, jasa/manfaat ini bisa kita jadikan modal kita jika kita ingin bisnis dengan skema kongsi.

Dengan demikian, kongsi atau jual beli dengan objek barang maupun objek manfaat, menjadi layak disebut sebagai bisnis. Ini harus kita cermati, karena kadangkala masyarakat menganggap bahwa jual beli jasa bukanlah merupakan bisnis. Contohnya adalah karyawan. Dalam terminologi Al-Qur'an dan hadits, karyawan adalah seorang yang sedang menjalankan bisnis, yakni jual beli jasa (manfaat atas perbuatan).

Mengenai imbal hasil pada skema kongsi bisnis syariah tanpa modal, silahkan diatur aja. Anda tinggal menentukan porsi, bobot dan effort masing-masing pihak. Seorang yang tidak punya uang sebagai modal, bisa saja porsi bagi hasilnya lebih besar dibanding yang memiliki modal berupa uang. Hal ini mungkin terjadi jika nilai manfaat dari jasa yang kita miliki memiliki nilai tinggi.

Dari sini kita bisa melihat betapa banyak potensi bisnis syariah yang tanpa membutuhkan modal berupa uang dan/atau barang. Asalkan kita memiliki manfaat (kompetensi, keterampilan atau pengetahuan) yang bisa diperjualbelikan, maka kita bisa berbisnis tanpa modal.

Lalu, apa saja yang menjadi kunci dari bisnis syariah tanpa modal ini? Kita bisa mencontoh pada Rasulullah SAW. Rasulullah SAW memulai bisnis dari usia 12 tahun, yakni ketika ia “magang” bisnis kepada pamannya, Abu Thalib. Aktivitas magang ini dijalankan sampai usia 17 tahun.

Tentu saja Rasulullah mulai menjalankan bisnis syariah tanpa modal dengan menjadi pegawai atau buruh yang membantu bisnisnya Abu Thalib. Hal ini dilakukan Rasulullah SAW karena sejak kecil beliau adalah yatim piatu dan tidak punya warisan. Jadi, kunci awal untuk memulai bisnis syariah tanpa modal adalah kemauan (yang kuat) untuk menjual jasa.

Jualan jasa yang paling sederhana adalah menjual ide. Yakinlah bahwa ide yang cemerlang akan menemukan pasangan pemodalnya. Apalagi jika ditambah dengan kemampuan interpersonal berupa kemampuan komunikasi efektif, kemampuan presentasi, kemampuan meyakinkan, kemampuan closing yang baik, serta kemampuan pelaksanaan ide di lapangan, hal ini akan memperlancar laju bisnis syariah tanpa modal.

Jika kita tidak terbiasa memiliki ide-ide cemerlang yang strategis, kita bisa menjual jasa penjualan kepada orang yang sedang menjalankan bisnis. Misanya ikut menjualkan produknya teman, mencarikan penjual, mencarikan pembeli, atau menjual jasa lain yang kita miliki.

Dalam melakukan jual beli jasa, kunci utama yang harus dimiliki seorang pebisnis adalah kepercayaan. Kita bisa mencermati, sejak berusia 17 tahun, Rasulullah SAW sudah memiliki integritas yang tinggi, sehingga Rasulullah SAW dijuluki Al Amin oleh penduduk Makkah.

Hal tersebut menyebabkan Rasulullah SAW memperoleh kepercayaan dari masyarakat Makkah, termasuk kepercayaan dalam pengelolaan harta. Banyak warga Makkah yang menitipkan hartanya kepada Rasulullah SAW untuk dikelola dalam transaksi bisnis. Salah satu saudagar yang memberikan kepercayaan bisnis kepada Rasulullah SAW adalah Khadijah.

Khadijah ini akhirnya menjadi istri Rasulullah SAW dan terbukti bahwa Khadijah menjadi wanita pertama yang mengakui kenabian Rasulullah SAW. Hal ini menunjukkan bahwa menjadi orang yang bisa dipercaya adalah modal paling penting dari bisnis syariah tanpa modal.

Menjaga kepercayaan bukanlah hal mudah. Namun, jika integritas ini terus kita jaga, maka bisnis kita akan barakah. Meskipun kita sudah menjaga kepercayaan dengan baik, namun tidak menutup kemungkinan bahwa bisnis yang kita jalankan akan selalu lancar. Kelaziman risiko bisnis adalah untung atau rugi atau impas.

Yang unik dari bisnis syariah tanpa modal adalah potensial tidak ada kerugian material, terutama jika model bisnis yang dijalankan adalah murni jual beli jasa. Hanya saja, jika kita tidak melakukan bisnis jasa tersebut, ya kita nggak akan dapet pendapatan.

Sementara itu, jika kita punya sedikit modal, misalnya gadget dan pulsa untuk internet, maka kita bisa memaksimalkan potensi media sosial untuk berbisnis tanpa harus mengeluarkan modal yang signifikan. Kita bisa menjualkan barang orang lain dengan media sosial yang kita miliki, misalnya melalui Instagram, Facebook, LINE, dan lain-lain.

Bahkan bisnis Google Adsense juga bisa jadi sumber pendapatan berlimpah dengan harnya bermodalkan gadget, jaringan internet, keterampilan menulis dengan konten yang baik, serta pemahaman terhadap dunia internet marketing. Bisnis afiliasi juga bisa menghadirkan pendapatan signifikan dengan aktivitas bisnis yang bisa dikerjakan secara online.

Selanjutnya, yang harus diperhatikan dari bisnis syariah tanpa modal adalah kriteria bisnis yang dipilih. Bisnis syariah dijalankan dengan menghindari transaksi yang dilarang syariah.

Adapun transaksi yang dilarang syariah adalah transaksi penipuan, transkasi ketidakjelasan, transaksi manipulatif, transaksi berbasis riba, transaksi yang melibatkan suap, transaksi zhalim, transaksi curang, transaksi maksiat, transaksi bisnis zat haram dan berbagai transaksi terlarang lainnya.

Demikian uraian mengenai kunci transaksi bisnis syariah tanpa modal. Jika Anda sudah terlanjur memiliki emas perhiasan atau BPKB kendaraan, namun dalam kondisi membutuhkan modal berupa, Anda bisa dateng ke Pegadaian Syariah terdekat. Kami siap membantu kebutuhan modal bisnis Anda. Modal dari Pegadaian Syariah bisa Anda kombinasikan dengan modal non dana, agar semakin melejitkan kesuksesan bisnis Anda. Semoga bermanfaat!

 

Artikel ditulis oleh Tim Advika, keterangan lebih lanjut hubungi e-mail info@advikamedia.com

 



Artikel Terkait


  2 tahun yang lalu
  2 tahun yang lalu
  2 tahun yang lalu
  2 tahun yang lalu

Komentar Artikel "Bisnis Syariah Tanpa Modal"