Cara Mendapatkan Sertifikat Halal Bagi Bisnis Anda - Pegadaian Syariah
logo

Cara Mendapatkan Sertifikat Halal Bagi Bisnis Anda

1 tahun yang lalu    
Cara Mendapatkan Sertifikat Halal Bagi Bisnis Anda

Bagi Anda pemilik bisnis makanan, baik itu rumah makan atau makanan kemasan, sertifikat halal tentu menjadi salah satu pertimbangan penting. Bahkan, kini halal bukan hanya label bagi industri makanan. Kosmetik dan pakaian pun bisa mendapatkan sertifikat halal berdasarkan proses dan bahan pembuatannya.

Di pasar Indonesia yang mayoritas berpenduduk muslim, masyarakat mulai lebih teliti dan lebih memilih saat membeli sebuah produk. Label halal menjadi sebuah nilai lebih dari suatu produk yang dapat membuat konsumen semakin yakin untuk membelinya.

Bagi Anda yang ingin mendaftarkan sertifikat halal dari Lembaga Pengkajian Pangan Obat obatan dan Kosmetika MUI, maka Anda harus memenuhi persyaratan sertifikasi halal seperti yang tercantum dalam Buku HAS 23000 (Kebijakan, Prosedur, dan Kriteria). Kriteria ini berlaku baik untuk industri pengolahan pangan, obat, kosmetika, Rumah Potong Hewan, restoran/katering, maupun industri jasa  seperti distributor, warehouse, transporter, dan retailer.

Inilah beberapa kriteria yang harus dipenuhi:

  1. Adanya Kebijakan Halal yang harus ditetapkan oleh manajemen puncak dan disosialisasikan kepada seluruh pemangku kepentingan (stake holder) dalam bisnis.
  2. Manajemen Puncak harus menetapkan Tim Manajemen Halal yang mencakup semua bagian yang terlibat dalam aktivitas penting dalam bisnis serta memiliki tugas, tanggungjawab dan wewenang yang jelas.
  3. Bisnis Anda harus mempunyai prosedur tertulis pelaksanaan pelatihan halal. Pelatihan tersebut minimal diilaksanakan setahun sekali atau lebih sering dan harus mencakup kriteria kelulusan untuk menjamin kompetensi personel.
  4. Bahan makanan yang terkandung tidak boleh berasal dari babi dan turunannya serta Khamr (minuman beralkohol) dan juga turunan khamr yang diperoleh hanya dengan pemisahan secara fisik. Selain itu, produk juga tidak boleh mengandung darah, bangkai, dan bagian dari tubuh manusia.
  5. Merek atau nama produk juga tidak boleh menggunakan nama yang mengarah pada sesuatu yang diharamkan.
  6. Lini produksi dan peralatan pembantu tidak boleh digunakan secara bergantian untuk menghasilkan produk halal dan produk yang mengandung babi atau turunannya.
  7. Perusahaan juga harus mempunyai prosedur tertulis mengenai pelaksanaan aktivitas seperti seleksi bahan baru, pembelian bahan, pemeriksaan bahan datang, serta produksi.

Setelah berhasil memenuhi persyaratan tersebut, Anda bisa mendatangi langsung kantor sekretariat Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan dan Kosmetika (LPPOM MUI) terdekat, untuk melakukan pendaftaran dan pembelian formulir. Isi formulir dan lengkapi dokumen pendukung untuk diserahkan pada Sekretariat agar segera ditindaklanjuti. Pada saat pelaksanaan audit, ada beberapa hal yang perlu dipersiapkan oleh Anda, misalnya seperti honor auditor, transportasi dari dan menuju pabrik, serta akomodasi (penginapan dan makan).

Prosedur selanjutnya adalah rapat penentuan halal produk dalam sidang komisi fatwa MUI berdasarkan laporan temuan hasil audit. Setelah terbukti halal, Anda tinggal membayar biaya sertifikasi halal. Sertifikasi halal dikeluarkan oleh MUI setelah di tetapkan status kehalalannya oleh komisi Fatwa MUI.

Proses yang harus Anda tempuh memang cukup panjang, namun tentunya hasil yang Anda peroleh akan sangat bermanfaat bagi perkembangan bisnis Anda kedepan.

Semoga artikel ini bermanfaat! Bila Anda membutuhkan dana cepat untuk pengembangan bisnis Anda, jangan lupa memanfaatkan produk gadai syariah dari Pegadaian Syariah.

 

Artikel ditulis oleh Tim Advika, keterangan lebih lanjut hubungi e-mail info@advikamedia.com



Artikel Terkait


  2 tahun yang lalu
  2 tahun yang lalu
  2 tahun yang lalu
  2 tahun yang lalu

Komentar Artikel "Cara Mendapatkan Sertifikat Halal Bagi Bisnis Anda"