Cara Menggadaikan Emas untuk dana Investasi - Pegadaian Syariah
logo

Cara Menggadaikan Emas untuk dana Investasi

1 tahun yang lalu    
Cara Menggadaikan Emas untuk dana Investasi

Di tengah beragamnya instrumen investasi, emas sering kali dimanfaatkan para investor--tak terkecuali yang masih pemula--sebagai alat “pelindung nilai” jangka panjang. Pasalnya, nilai emas bukan hanya lebih stabil, melainkan juga, dalam jangka panjang dapat “melebihi” tingkat inflasi.

Bagi Anda yang menerapkan ekonomi syariah dalam berinvestasi, jangan khawatir karena gadai emas secara syariah telah dijelaskan dalam Fatwa DSN MUI nomor 26 Tahun 2002.

Sebetulnya, ada banyak metode untuk berinvestasi dengan emas. Kita mengenal beberapa cara, yakni membeli emas batangan ataupun menabung emas. Cara yang lain, biasanya memanfaatkan jasa gadai atau rahn dalam Pegadaian Syariah. Fungsinya, jelas untuk memperbesar modal dengan sistem “menggadaikan” emas secara syariah.

Nah, jika Anda membutuhkan uang dalam waktu cepat untuk dana investasi, namun tidak ingin menjual emas yang dimiliki--inilah saatnya “menitipkan” emas tersebut ke Pegadaian Syariah. Jangan khawatir, sebab nilai peminjamannya biasanya sebesar 85% dari harga emas.

Lantas, apa saja sih cara menggadaikan emas untuk dana investasi? Berikut adalah penjabarannya.

1. Tentukan Periode Jual-Beli

Secara sederhana berlaku prinsip ini: belilah emas saat harganya “rendah”, dan jual-lah saat harganya melambung tinggi. Namun, bagaimana agar investor tetap untung dengan metode “menggadaikan” emas?

Nah, agar bisa mendapatkan keuntungan maksimal, Anda bsia menggadaikan emas di tempat gadai resmi dan terpercaya khususnya di Pegadaian Syariah yang menawarkan nilai relatif tinggi. Adapun jika Anda menginginkan model “investasi” jangka pendek, dianjurkan untuk segera menggadai emas dalam waktu sesingkat mungkin.

 

2. Pahami Syarat dan Prosesnya

Seperti halnya lembaga keuangan lain, ada serangkaian syarat yang harus Anda penuhi, semisal kartu identitas (KTP) serta yang paling penting: emas dan surat-surat yang menyertainya. Bagaimana pun, sebuah lembaga pegadaian membutuhkan barang yang jelas dan tidak bermasalah untuk digadaikan.

Di Pegadaian Syariah, jangka waktu pinjaman maksimal 4 bulan atau 120 hari dan dapat diperpanjang dengan cara membayar ijaroh saja atau mengangsur sebagian uang pinjaman. Pelunasan dapat dilakukan sewaktu-waktu dengan perhitungan ijaroh selama masa pinjaman. Harus diingat, Pegadaian Syariah juga menerapkan sistem gadai yang berbiaya flat--setidaknya saat 15 hari pertama masa gadai. Ini artinya, jumlah atau nominal yang harus dibayarkan, mulai dari dhari pertama hingga hari ke-15 akan dibebankan biaya yang sama. Nah, jika pembayaran biaya gadai sudah melewati masa tersebut, maka biaya gadainya akan bertambah. Kondisi ini akan berlaku seterusnya, hingga masa sewa gadai lewat.

Adapun disarankan untuk menghindari masa “tenggat” sistem gadai. Tentu saja, jika Anda tidak ingin biaya sewa “melonjak” dari hari ke hari, segera hindari melewati tenggat, ya!

 

3. Menyalurkan Dana untuk Investasi

Dibandingkan dengan bank, menggadaikan emas di Pegadaian Syariah memiliki proses yang lebih cepat dan tidak membutuhkan rekening khusus. Pinjaman (Marhun Bih) yang diberikan secara tunai mulai dari 50 ribu rupiah sampai 200 juta rupiah atau lebih. Kemudahan ini akan lebih melancarkan langkah Anda untuk melakukan investasi selanjutnya. Dana yang Anda dapatkan bisa Anda gunakan untuk investasi, baik itu dalam bentuk modal usaha atau investasi di sektor riil lainnya. Dengan demikian emas yang Anda miliki tidak akan hilang atau habis terjual, melainkan bisa berubah menjadi modal investasi Anda.

 

Itulah tiga cara utama dalam menggadaikan emas untuk dana investasi. Semoga bermanfaat dan selamat mencoba!

 

Artikel ditulis oleh Tim Advika, keterangan lebih lanjut hubungi e-mail info@advikamedia.com



Artikel Terkait


  2 tahun yang lalu
  2 tahun yang lalu
  2 tahun yang lalu
  2 tahun yang lalu

Komentar Artikel "Cara Menggadaikan Emas untuk dana Investasi "