Fakta Penting Seputar Ekonomi Islam - Pegadaian Syariah
logo

Fakta Penting Seputar Ekonomi Islam

1 tahun yang lalu    
Fakta Penting Seputar Ekonomi Islam

Islam tidak hanya mengatur hubungan vertikal antara manusia dan Allah, tapi juga segala sendi kehidupan manusia, termasuk kegiatan perekonomian. Sistem ekonomi Islam mengacu pada perspektif Alquran dan Sunah. Semua aturan yang mengikat sistem itu bertolak dari Allah SWT demi kemaslahatan umat.

Nah, apa saja fakta-fakta penting yang perlu Anda ketahui seputar ekonomi Islam? Yuk, simak penjelasannya berikut ini!

 

Hak Kepemilikan

Allah adalah pemilik mutlak dari seluruh harta dan sumber daya. Manusia hanya khalifah atas harta tersebut. Individu yang terlibat dalam perdagangan bebas harus dihargai atas investasi  mereka, tapi mereka juga harus berkontribusi untuk kemajuan masyarakat dengan membayar pajak dan amal.

Pemerintah bertanggung jawab untuk menyediakan barang-barang publik, mendistribusikan pendapatan, dan melindungi hak kekayaan individu.

 

Distribusi Pendapatan

Negara bertanggung jawab untuk mengumpulkan pajak dan membagikan hasilnya kepada fakir miskin dan kaum lainnya yang membutuhkan. Tujuannya adalah meningkatkan pendapatan dan mendistribusikan kekayaan. Setiap individu sangat dianjurkan untuk beramal dan mengharapkan rida serta ampunan Allah pada hari kiamat.

Berdasarkan nilai-nilai dalam Alquran (lihat QS: Al-Hasyr: 7), kekayaan tidak seharusnya beredar di tangan sebagian golongan saja. Harus ada sirkulasi yang merata untuk menjembatani jurang antara si kaya dan si miskin.

 

Pajak

  1. Zakat

Sebagai rukun Islam keempat, zakat juga menjadi pajak kekayaan yang disisihkan dari semua aset pendapatan, termasuk kepemilikan ternak, emas, perak, hasil perdagangan, dan hasil lahan.

  1. Ushr

Pajak properti atas tanah yang subur dan memberikan hasil bumi. Besarnya pajak tergantung kualitas lahan: 5 persen untuk lahan irigiasi dan 10 persen untuk lahan tadah hujan.

  1. Kharaj

Pajak yang berasal dari hasil tanah. Pajak ditetapkan per unit lahan atau per unit pohon, atau proporsional (tergantung jenis panennya).

  1. Jizyah

Pajak yang dibayar oleh kalangan nonmuslim untuk mendapatkan perlindungan dari negara. Besarnya pajak tergantung kemampuan setiap golongan. Misalnya, golongan kaya membayar 48 dirham, golongan menengah membayar 24 dirham, dan golongan miskin membayar 12 dirham.

 

Larangan Riba

“Dan sesuatu riba (tambahan) yang kamu berikan agar dia menambah pada harta manusia, maka riba itu tidak menambah pada sisi Allah….” (QS: Ar-Ruum: 39).

Menurut ahli fikih, riba adalah memberi ‘tambahan’ pada hal-hal yang khusus. Contoh kecilnya ketika seseorang meminjam uang sebesar 10 dirham, kemudian harus mengembalikan sebanyak 12 atau 13 dirham.

Imam ‘Ali bin Husain bin Muhammad menyebutkan bahwa riba terbagi menjadi tiga jenis, yaitu riba dalam peminjaman, riba dalam utang, riba dalam gadaian. Allah melarang perbuatan riba dalam bentuk apa pun.

“….Padahal Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba ….” (QS: Al-Baqarah: 275).

 

Larangan Garar dan Maisir

Garar adalah semua jual beli yang mengandung ketidakjelasan komoditas dan pertaruhan. Adapun maisir berarti perjudian.

“Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang jual beli al-hashah dan jual beli gharar.” (HR Muslim).

Jual beli gharar merugikan salah satu pihak karena memakan harta orang lain dengan cara batil. Namun, menurut ijmak ulama, ada bentuk jual beli gharar yang diperbolehkan karena merupakan kebutuhan dan tidak bisa lepas darinya. Contohnya, jual beli rumah dengan pondasinya.

 

Demikianlah fakta-fakta penting seputar ekonomi Islam menyangkut pengelolaan dan hal-hal yang dilarang. Aturan Allah selalu yang terbaik dan bertujuan menyejahterakan umat.

 

Artikel ditulis oleh Tim Advika, keterangan lebih lanjut hubungi e-mail info@advikamedia.com



Artikel Terkait


  2 tahun yang lalu
  2 tahun yang lalu
  2 tahun yang lalu
  2 tahun yang lalu

Komentar Artikel "Fakta Penting Seputar Ekonomi Islam"