Fakta Unik dalam Sejarah Perkembangan Haji dari Masa ke Masa - Pegadaian Syariah
logo

Fakta Unik dalam Sejarah Perkembangan Haji dari Masa ke Masa

1 tahun yang lalu    
Fakta Unik dalam Sejarah Perkembangan Haji dari Masa ke Masa

Seiring dengan perkembangan zaman, perjalanan haji mengalami banyak perubahan dan tentunya menyisakan beragam sejarah unik yang bisa kita simak. Semakin besarnya populasi muslim di dunia menjadi alasan atas beragam kebijakan baru yang ditetapkan oleh pemerintah Arab Saudi untuk mengatur arus Jemaah haji setiap tahunnya. Selain itu ,perkembangan teknologi, baik itu teknologi komunikasi maupun transportasi juga memberi warna baru dalam perkembangan perjalanan haji.

Jika kita menoleh ke belakang untuk melihat sejarah perkembangan perjalanan haji, kita dapat melihat banyak cerita yang membawa makna tersendiri. Berikut adalah daftar fakta unik dalam sejarah perjalanan haji dari masa ke masa:

 

  • Orang Indonesia Butuh Waktu Bertahun-tahun untuk Bisa Sampai di Tanah Suci

 

Sebelum adanya transportasi pesawat terbang, praktis hanya kapal laut yang menjadi satu-satunya sarana para jemaah haji menuju Tanah Suci.

Bisa dibayangkan, perjalanan haji pada zaman dahulu bisa memakan waktu hingga 2 tahun penuh. Tak hanya itu saja, ancaman perompak, penyakit, badai, hingga habisnya bekal perjalanan menjadi ujian yang harus mereka tempuh. Tentu hal-hal itu tidak sedikitpun menyurutkan niat mereka untuk berhaji.

Namun sayangnya pada zaman modern sekarang ini, waktu yang lama ternyata tidak terletak pada perjalanan haji, melainkan pada waktu tunggu antrean keberangkatan haji yang mencapai puluhan tahun. Agar Anda bisa segera mendapatkan porsi haji dan mengantre lebih cepat, segera daftarkan diri Anda melalui jasa Arrum Haji Pegadaian Syariah.

 

 

  • Pada Jaman Penjajahan Belanda, Haji Diatur dengan Sangat Ketat

 

 

Ternyata di masa penjajahan, umat muslim yang memiliki keinginan untuk berangkat haji harus memiliki kesabaran ekstra karena campur tangan pemerintah kolonial Belanda. Pemerintah kolonial Belanda sempat beberapa kali mengubah peraturan keberangkatan haji, mulai dari jumlah kewajiban membayar untuk mendapatkan izin, hingga beragam ketentuan birokrasi lainnya.

Orang yang telah pulang dari Tanah Suci dan diberi gelar “haji” oleh masyarakat pun turut diawasi dengan ketat oleh pihak pemerintah kolonial Belanda. Pada saat itu, para haji dianggap sebagai orang berkedudukan tinggi yang berpengaruh dalam masyarakat, sehingga pemerintah kolonial Belanda menganggap mereka sebagai salah satu ancaman pemberontakan.

 

 

  • Banjir di Saat Haji

 

Lokasi Kakbah yang berada di lembah me, apalagi ketika sistem saluran air dan penanggulangan banjir yang ada di Mekah masih belum memadai pada jaman dahulu. Ketika banjir terjadi, hal ini tidak mengurungkan niat para jemaah untuk melakukan tawaf meskipun harus melewati air yang merendam kaki mereka.

 

  • Hanya orang-orang tertentu yang diperbolehkan masuk ke dalam Kakbah

 

Dahulu ketika jumlah Jemaah haji masih belum sebanyak sekarang, pintu Kakbah dibuka secara rutin agar orang-orang bisa masuk ke dalamnya untuk beribadah. Namun seiring berjalannya waktu, pintu Kakbah hanya dibuka untuk orang-orang tertentu saja, misalnya untuk tamu negara Arab Saudi beserta rombongan mereka.

 

  • Orang-orang di Abad 21 Pergi ke Tanah Suci dengan Sepeda

 

Meskipun di abad ini transportasi pesawat menuju kota Mekah sudah cukup memadai, namun ada beberapa orang yang ingin mencoba sesuatu yang berbeda dengan cara mengendarai sepeda untuk berangkat haji.

 

Salim Moumou mengayuh sepedanya sejauh 4800 KM untuk mencapai mekkah dari negaranya perancis. Perjalanan spiritual ini terinspirasi dari kakeknya yang beribadah haji dengan berjalan kaki. Dari perancis melewati Belgia, Swiss lalu Italia. Dari Italia dia berlayar ke Turki dan melanjutkan perjalanannya ke Suriah, Jordania dan memasuki Arab Saudi.

 

Ada juga Mohammed, seorang pria asal Cina yang bersepeda hingga empat bulan lamanya ke Arab Saudi untuk merealisasikan niatnya menunaikan ibadah haji di tanah suci. Ia memulai kayuhan sepedanya dari rumahnya di Kota Xinjiang, barat laut Cina dan menempuh perjalanan sejauh 8.159 kilometer sebelum tiba di Kota Taif, Arab Saudi beberapa hari lalu.

 

Itulah beragam fakta unik dalam sejarah perjalanan haji dari masa ke masa. Semoga bisa memberikan banyak informasi bermakna bagi Anda.

 

Artikel ditulis oleh Tim Advika, keterangan lebih lanjut hubungi e-mail info@advikamedia.com



Artikel Terkait


  2 tahun yang lalu
  2 tahun yang lalu
  2 tahun yang lalu
  2 tahun yang lalu

Komentar Artikel "Fakta Unik dalam Sejarah Perkembangan Haji dari Masa ke Masa"