Inilah 5 Etika Bisnis Syariah - Pegadaian Syariah
logo

Inilah 5 Etika Bisnis Syariah

1 tahun yang lalu    
Inilah 5 Etika Bisnis Syariah

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan cara yang batil, kecuali dengan jalan perdagangan yang berlaku dengan suka sama suka di antara kamu,” (QS. 4: 29).

 

Itulah salah satu ayat dalam Islam yang menunjukan bahwa Islam memiliki etika atau tata cara dalam berbisnis atau berdagang. Dunia bisnis (perdagangan) memang penuh liku-liku, banyak teori yang harus dipahami dan dipraktikkan, tak terkecuali dengan etika bisnis.

 

Etika bisnis merupakan cara untuk menjalankan kegiatan bisnis, meliputi seluruh aspek terkait dengan individu, perusahaan, industri, dan masyarakat. Etika bisnis syariah adalah cara berbisnis sesuai syariat islam. Lalu apa yang ditekankan pada etika bisnis syariah ini dibandingkan dengan etika bisnis pada umumnya? Berikut adalah sebagian dari etika bisnis syariah yang bisa simak bersama.

 

  1. Kebenaran yaitu Kejujuran dan Kebajikan

 

Prinsip utama dalam bisnis adalah kejujuran. Dalam Islam kejujuran menjadi hal yang sangat fundamental. Sedangkan dalam konteks bisnis, kebenaran dan kejujuran dikaitkan dengan niat dan perilaku yang benar terkait proses transaksi, proses mendapatkan komoditas pengembangan, serta proses dalam hal mendapat keuntungan. Tidak ada hal yang dengan sengaja disembunyikan, dan tidak ada pula pihak yang merasa dibohongi. Dengan begitu kejujuran dan kebajikan bisa ditegakkan dalam bisnis.

  1. Tolong Menolong

 

Sebagai penerapan kewajiban sosial dalam bisnis syariah, pelaku bisnis wajib memperhatikan sikap tolong menolong dan tidak hanya mengejar keuntungan saja. Dalam hal ini, ketika berbisnis seseorang tidak hanya memperhatikan aspek finansial, namun juga akibat sosial yang dapat ditimbulkan oleh bisnisnya. Akan sangat baik apabila sebuah bisnis dapat menolong permasalahan orang lain. Tentunya konteks tolong-menolong disini adalah konteks tolong-menolong dalam kebaikan.

  1. Bebas dari Unsur Riba

 

Dalam berbisnis harus bersih dari unsur riba. Apakah itu riba? Riba adalah segala sesuatu yang berhubungan dengan pengambilan tambahan dari harta pokok atau modal yang tidak sesuai dengan ketentuan agama. Dalam hal ini, bisnis syariah sangat memperhatikan ketentuan-ketentuan yang telah ada. Jangan sampai ada dana yang ternyata menjadi bagian dari riba. Seorang pebisnis dapat terhindar dari riba salah satunya dengan cara memperhatikan darimana dan bagaimana cara mendapatkan modal. Pastikan bahwa modal didapat secara jelas dan melalui ketentuan syariah.

  1. Keseimbangan

 

Keadilan adalah nilai yang sangat dijunjung tinggi dalam ekonomi syariah. Dalam hal bisnis dan berdagang, seseorang harus berperilaku adil dan tidak dengan sengaja merugikan orang lain untuk kepentingan sendiri. Sebagai contoh adalah ketika memberikan takaran nilai suatu barang pada pembeli, jangan sampai seorang pebisnis berbuat curang demi mendapat untung. Hal ini telah dijelaskan dalam surat al-Isra ayat 35 yang artinya: “Dan sempurnakanlah takaran apabila kamu menakar, dan timbanglah dengan neraca yang benar. Itulah yang lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya.”

 

  1. Tanggung Jawab

Setiap orang dituntut untuk bertanggungjawab dan bisa dipercaya apalagi dalam berbisnis. Pebisnis yang bertanggung jawab bisa membatasi dirinya dari tindakan-tindakan yang diluar batas. Hal ini terkait erat dengan tanggung jawab kepada Tuhan dan juga tanggung jawab kepada sesama manusia sebagai masyarakat. Tanggung jawab kepada Tuhan tentunya di akhirat, sedangkan tanggung jawab kepada sesame manusia adalah berupa hukum-hukum formal maupun hukum non formal seperti sangsi moral dan lain sebagainya.

 

  1. Saling Rela

Dalam kegiatan bisnis dan perdagangan, pihak-pihak yang terlibat harus menjalankannya dengan dasar saling rela alias sama-sama bersedia, suka sama suka. Bisnis dan perdagangan tidak boleh dilakukan atas dasar paksaan dan tipuan. Ini sesuai dengan firman Allah SWT dalam surat An-Nisaa ayat 29 : Hai orang-orang yang beriman janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang bathil, kecuali dengan jalan perniagaan yang berjalan atas dasar suka sama suka diantara kamu.

 

  1. Tidak Menjual Belikan yang Haram

Ini salah satu yang terpenting. Barang yang diperjual belikan dalam sebuah bisnis atau perdagangan berbasis syariah haruslah barang yang halal baik zat maupun sifat-sifatnya. Dalam Islam haram hukumnya memperdagangkan barang-barang seperti minuman keras, daging babi, judi, barang curian, pelacuran dan lain-lain.

 

Demikianlah etika bisnis syariah yang harus diterapkan, untuk menghindari banyaknya penyimpangan praktik bisnis di lapangan. Apalagi tren bisnis di masa depan adalah bisnis yang transparan dan bisa dipercaya. Semoga artikel ini bermanfaat untuk Anda. Selamat berbisnis!

 

 

Artikel ditulis oleh Tim Advika, keterangan lebih lanjut hubungi e-mail info@advikamedia.com



Artikel Terkait


  2 tahun yang lalu
  2 tahun yang lalu
  2 tahun yang lalu
  2 tahun yang lalu

Komentar Artikel "Inilah 5 Etika Bisnis Syariah"