Kisah Inspiratif dari Mereka yang Berjuang Menabung untuk Haji - Pegadaian Syariah
logo

Kisah Inspiratif dari Mereka yang Berjuang Menabung untuk Haji

1 tahun yang lalu    
Kisah Inspiratif dari Mereka yang Berjuang Menabung untuk Haji

Tidak semua orang beruntung memiliki harta berlimpah serta kesehatan yang memadai sehingga dapat berangkat haji dengan mudah. Ada juga kisah tentang orang-orang yang memiliki banyak keterbatasan, namun tetap berusaha sepenuh hati untuk menunaikan rukun islam yang ke lima.

Kisah-kisah berikut ini akan memberikan Anda inspirasi yang begitu mendalam. Ternyata segala sesuatu dapat diwujudkan dengan niat dan usaha serta izin dari Allah SWT. Hal tersebut dibuktikan oleh orang-orang ini:

 

  • Nenek penjual daun pisang yang berangkat haji di usia 90 tahun.

 

Setiap harinya, Ponirep bekerja dari pagi hingga malam untuk mengumpulkan daun pisang, memotongnya, kemudian menjualnya ke Pasar Sidomulyo, Lampung Selatan.

Puluhan tahun sudah Ponirep melakoni profesi ini. Ia berjualan daun pisang sambil berjualan tempe. Adapun tempe diambil dari anaknya yang jadi pembuat tempe di Sidomulyo

Hasil dari puluhan tahun berjualan daun pisang dan tempe itu, sebagian disimpan Ponirep. Simpanan itulah yang jadi ongkos menunaikan Rukun Islam ke-5 saat usianya sudah mencapai 90 tahun

Anak-anaknya pun tidak pernah mengetahui jika ibunya menabung untuk bisa menunaikan ibadah haji. Mereka baru mengetahui saat nenek kelahiran Bantul, Yogyakarta ini hendak berangkat haji.

 

  • Kakek berusia 95 tahun menabung selama 70 tahun untuk bisa naik haji

 

Ambari, seorang kakek berusia 95 tahun di Kota Cirebon akhirnya dapat berangkat menunaikan ibadah haji pada tahun 2016 setelah berikhtiar sejak 70 tahun lalu. Meski kualitas tubuh semakin menurun, semangatnya terus berkobar.

Berdasarkan cerita anaknya, Ambari sudah berniat menunaikan ibadah haji sejak remaja. Pria kelahiran 1921 itu kemudian belajar mengumpulkan uang seadanya sejak usia 30 tahun, atau sekitar tahun 1951 silam. Dia ingin mengikuti langkah almarhum bapaknya, Ahmad.

Cerita Ambari dalam mempersiapkan diri untuk dapat beribadah di Tanah Suci menjadi inspirasi bagi warga sekitar. Dari penghasilannya sebagai buruh tani, dia mengumpulkan keping demi keping mata uang.

Ambari menanam singkong, timun, kacang panjang, dan lainnya. Hasil penjualan hasil tanamanya digunakan sebagian untuk makan lalu sisanya ditabung. Selain itu Ambari juga mengumpulkan uang dari zaman dahulu, saat sudah tidak laku lagi sebagai mata uang, uang itu dijual kepada kolektor dengan harga tinggi.

Meski tak tahu proses menabung, Ambari memang dikenal sangat rajin, bekerja keras, dan mengumpulkan uang. Seluruh tes sudah dijalani untuk memastikan kesehatan Ambari, dan hasilnya, pemerintah membolehkan kakek berangkat, dengan syarat, didampingi anak semata wayangnya.

 

  • Buruh tani yang berjuang menabung untuk haji sambil menyekolahkan anak-anaknya

 

Juri bukan orang berpunya, hanya berprofesi sebagai buruh tani dengan penghasilan yang tidak besar.

Tetapi, niat Juri berhaji sangat besar. Dia sisihkan sebagian penghasilannya sejak 1976 demi bisa pergi ke Tanah Suci. Harapan Juri ternyata didengar Allah SWT. Pada tahun 2016, dia termasuk salah satu calon jemaah haji asal Ponorogo.

Juri mengaku perjuangan dia dalam menabung tidaklah mudah. Seringkali, tabungan dia harus sedikit berkurang untuk memenuhi kebutuhan bersifat mendesak. Ia pun harus rela mengurangi tabungannya untuk bisa menyekolahkan ketiga anaknya.

Lantaran niatnya sudah kuat, Juri memberanikan diri mendaftar haji pada 2006. Seperti kebanyakan calon jemaah haji yang lain, Juri juga harus menunggu selama 10 tahun dan baru bisa berangkat tahun 2016.

 

Itulah kisah-kisah inspiratif yang menunjukkan bahwa mereka yang memiliki keterbatasan harta pun bisa berjuang untuk menabung demi bisa menunaikan ibadah haji. Banyak dari mereka yang terpaksa harus berangkat haji di usia senja. Namun semangat mereka tetaplah menyala.

Bagi Anda yang berencana menunaikan ibadah haji, akan lebih baik bila Anda mendaftarkan haji sedini mugkin. Manfaatkan layanan Arrum Haji dari Pegadaian Syariah. Hanya dengan jaminan emas setara  7 juta rupiah, Anda sudah bisa mendapatkan nomor antrean haji. Dapatkan informasi lengkap tentang Arrum haji di laman berikut ini. Klik disini!

 

Artikel ditulis oleh Tim Advika, keterangan lebih lanjut hubungi e-mail info@advikamedia.com



Artikel Terkait


  2 tahun yang lalu
  2 tahun yang lalu
  2 tahun yang lalu
  2 tahun yang lalu

Komentar Artikel "Kisah Inspiratif dari Mereka yang Berjuang Menabung untuk Haji"