Kredit Mobil Konvensional atau Syariah, Pilih Mana? - Pegadaian Syariah
logo

Kredit Mobil Konvensional atau Syariah, Pilih Mana?

1 tahun yang lalu    
Kredit Mobil Konvensional atau Syariah, Pilih Mana?

Kredit mobil dengan cara lama, tentu saja: sudah biasa. Kini, terdapat pilihan kredit mobil syariah salah satu contohnya adalah pembiayaan kendaraan bermotor dari Pegadaian Syariah yaitu Amanah . Apa sih perbedaannya dengan kredit konvensional?

Masyarakat umum mengenal sistem kredit mobil dan kendaraan bermotor konvensional--sebagai salah satu fasilitas/layanan yang dikeluarkan oleh bank konvensional/lembaga perkreditan konvensional. Sementara itu, kredit syariah kini banyak ditawarkan oleh beragam lembaga keuangan syariah.

Secara umum, kredit kendaraan bermotor syariah sendiri merupakan satu produk kredit kendaraan yang dikeluarkan/dibuat oleh bank maupun lembaga keuangan syariah. Perbedaan pertama terletak pada besaran suku bunga. Jika biasanya, pada kredit kendaraan bermotor konvensional, ditetapkan suku bunga yang mengikuti suku bunga pasar ( floating-- bunga mengambang, atau flat-- bunga tetap); pada kredit mobil/ kendaraan bermotor syariah, yang berlaku adalah sistem akad yang sesuai islam, misalnya akad bagi hasil, ijaroh, dan juga akad rahn (gadai). Sedari awal (saat akad), nasabah akan melakukan negosiasi serta penentuan biaya keseluruhan kredit secara jelas. Negosiasi ini tentunya berdasakan patokan standar yang sudah ditentukan oleh lembaga keuangan syariah--dengan tujuan: menguntungkan kedua pihak. Dengan cara ini, dapat dikatakan bahwa kredit mobil/kendaraan bermotor secara syariah tidak akan terpengaruh oleh suku bunga pasar.

Besaran cicilan lantas menjadi perbedaan kedua yang harus dicermati pada sistem konvensional dan syariah. Bagaimanapun, telah disebutkan sebelumnya bahwa kredit mobil/ kendaraan bermotor konvensional cenderung menggunakan sistem bunga mengambang. Ini artinya, jumlah bunga yang dibebankan pada angsuran pun bisa berubah sewaktu-waktu. Memang, ada pula lembaga keuangan yang menggunakan sistem bunga tetap--sehingga memungkinkan jumlah cicilan tetap setiap bulannya. Hanya saja, untuk mengantisipasi kerugian akibat naik-turunnya bunga pasar di masa depan; pihak pemberi kredit cenderung akan menaikkan bunga menjadi lebih tinggi.

Sebagai pembanding, kredit mobil/ kendaraan bermotor syariah sendiri tidak menggunakan sistem bunga apa pun. Berdasarkan kesepakatan saat akad, cicilan yang harus dibayarkan mulai dari awal hingga akhir masa pinjaman akan tetap sama. Dalam hal penalti atau hukuman keterlambatan membayar, beberapa lembaga keuangan syariah menetapkan sistem hukuman dengan infak serta negosiasi yang lebih manusiawi apabila nasabah mengalami kesulitan membayar.

Pada akhirnya, entah ingin mencoba kredit mobil syariah atau justru kredit mobil konvensional, ada baiknya untuk menyesuaikan terlebih dulu dengan kondisi diri. Kredit mobil/ kendaraan bermotor secara konvensional kadangkala tampak lebih menguntungkan bila Anda mendapatkan cicilan dengan bunga relatif rendah. Namun, bagi Anda yang ingin mendapatkan layanan yang lebih “aman” dan membuat hati lebih “tenang” serta melindungi aset Anda, maka disarankan memilih layanan kredit kendaraan bermotor dari lembaga keuangan syariah.

Dapatkan informasi mengenai produk pembiayaan pembelian kendaraan bermotor dari Pegadaian Syariah di: http://pegadaiansyariah.co.id/amanah-2413

 

Artikel ditulis oleh Tim Advika, keterangan lebih lanjut hubungi e-mail info@advikamedia.com



Artikel Terkait


  2 tahun yang lalu
  2 tahun yang lalu
  2 tahun yang lalu
  2 tahun yang lalu

Komentar Artikel "Kredit Mobil Konvensional atau Syariah, Pilih Mana?"