Langkah Menyusun Rencana Keuangan Secara Syariah - Pegadaian Syariah
logo

Langkah Menyusun Rencana Keuangan Secara Syariah

1 tahun yang lalu    
Langkah Menyusun Rencana Keuangan Secara Syariah

Bila Anda tertarik untuk menerapkan syariat Islam ke dalam kehidupan sehari-hari, belum lengkap rasanya bila belum melakukan perencanaan keuangan secara syariah. Tentu saja, cara menyusun rencana keuangan secara syariah berbeda dengan perencanaan keuangan konvensional.

Pada prinsipnya, saat menyusun perencanaan keuangan secara syariah, Anda harus mendahulukan kebutuhan yang wajib daripada yang sunnah. Anda harus menyadari bahwa setiap aktivitas keuangan yang Anda lakukan, baik itu pengeluaran maupun pemasukan, seluruhnya berada di jalan yang diridhoi Allah SWT. Inilah langkah menyusun rencana keuangan secara syariah yang bisa Anda terapkan dalam kehidupan sehari-hari:

  • Dana darurat

Sama seperti penyusunan rencana keuangan konvensional, dana darurat tetap merupakan prioritas utama untuk dipenuhi. Jadi, sisihkan sebagian penghasilan untuk dana darurat. Karena pada dasarnya, kepala keluarga wajib mempersiapkan dana darurat bagi keluarga. Dana darurat ini sebaiknya ditempatkan di instrumen syariah, misal tabungan dari lembaga keuangan Syariah.

  • Membayar utang

Dalam ajaran Islam, utang adalah sesuatu yang diperbolehkan, namun kalau bisa tidak dilakukan. Menurut ajaran Rasulullah SAW, orang Islam diperbolehkan berutang hanya bila benar-benar membutuhkan atau karena terpaksa.

Karena itu, dalam perencana keuangan syariah, Anda disarankan memiliki utang seminimal mungkin. Bila Anda berutang, disarankan sesegera mungkin melunasi utang tersebut. Jadi, alokasikan sebagian pendapatan untuk membayar utang.

Cermati juga besar cicilan utang yang harus dibayar setiap bulan bila berutang atau mengajukan kredit, misalnya membatasi hutang hingga persentase 30% dari penghasilan.

  • Zakat

Membayar zakat termasuk salah satu rukun Islam. Karena itu, dalam merencanakan tujuan keuangan secara syariah, unsur zakat, infak dan sedekah juga harus diperhatikan.

Dana zakat idealnya langsung disisihkan tiap mendapat penghasilan. Penghasilan ini bukan cuma gaji dari bekerja, namun hasil investasi juga harus dibayar zakatnya.

Selain zakat penghasilan, Anda juga tidak boleh lupa menyisihkan pengeluaran untuk membayar zakat fitrah di bulan Ramadan. Perhatikan juga dana pembayaran zakat fitrah yang harus dibayarkan oleh anggota keluarga yang menjadi tanggungan Anda.

Nantinya, bila pos penting dalam penyusunan rencana keuangan secara syariah sudah terpenuhi, Anda bisa mengalokasikan sisa dana untuk membayar infak dan sedekah.

  • Dana bagi anak

Orang tua memiliki kewajiban untuk menafkahi anak serta menyiapkan dana untuk kebutuhan anak di masa depan. Salah satunya adalah dana pendidikan anak. Sebab, pendidikan sangat dijunjung tinggi dalam Islam.

Anda bisa memanfaatkan tabungan yang bersifat syariah, misalnya tabungan emas, untuk mempersiapkan pendidikan anak di masa depan.

  • Umroh dan Haji

Menunaikan ibadah haji  termasuk salah satu rukun Islam. Kewajiban menunaikan ibadah haji ini berlaku bagi umat Islam yang mampu. Karena ada ketentuan tersebut, menyiapkan dana untuk naik haji bukan prioritas utama.

Namun tentunya setiap umat muslim berharap mereka mampu menunaikan ibadah haji suatu hari nanti bagaimanapun keadaan ekonomi mereka. Jadi, jika masih ada sisa dana dari penghasilan, maka Anda sebaiknya mengalokasikan dana tersebut untuk biaya naik haji. Jumlah investasi untuk biaya naik haji bisa disesuaikan dengan kemampuan Anda.

Salah satu solusi yang bisa Anda gunakan untuk mewujudkan rukun islam nomor lima ini adalah Arrum Haji dari Pegadaian Syariah.

 

Demikian langkah-langkah dalam menyusun rencana keuangan secara syariah yang dapat Anda terapkan. Tentunya rencana keuangan secara syariah ini akan memberikan manfaat tersendiri bagi Anda dibandingkan dengan cara konvensional. Semoga bermanfaat!

 

Artikel ditulis oleh Tim Advika, keterangan lebih lanjut hubungi e-mail info@advikamedia.com



Artikel Terkait


  2 tahun yang lalu
  2 tahun yang lalu
  2 tahun yang lalu
  2 tahun yang lalu

Komentar Artikel "Langkah Menyusun Rencana Keuangan Secara Syariah"