Memperbanyak Tabungan dengan Mengurangi Gaya Belanja Berlebihan - Pegadaian Syariah
logo

Memperbanyak Tabungan dengan Mengurangi Gaya Belanja Berlebihan

1 tahun yang lalu    
Memperbanyak Tabungan dengan Mengurangi Gaya Belanja Berlebihan

Bagi orang-orang yang hidup di zaman serba modern seperti sekarang, berbelanja seolah menjadi kebiasaan yang tidak terhindarkan. Apalagi ditambah dengan maraknya penggunaan sosial media. Orang-orang jadi terbiasa untuk “memamerkan” hal-hal yang mereka miliki. Gaya hidup yang semakin tinggi menuntut seseorang untuk membeli banyak hal yang mungkin sebenarnya tidak terlalu dibutuhkan.

Bila Anda terus menerus menghabiskan penghasilan Anda untuk berbelanja, lantas kapan Anda bisa menabung banyak? Padahal jumlah tabungan yang besar bisa Anda gunakan untuk melakukan hal-hal besar. Misalnya membuka bisnis sendiri, memenuhi biaya pendidikan anak atau berangkat haji ramai-ramai bersama keluarga.

Namun sayangnya, menghindari keinginan dan “nafsu” belanja terasa sulit bagi sebagian orang Karena belanja dan membeli barang-barang impian seolah sudah menjadi tuntutan sosial.

Dalam artikel kali ini, Anda akan bisa lebih merenungkan mengapa kebiasaan belanja berlebihan tidak akan membawa kebaikan. Selain itu Anda jadi lebih termotivasi untuk menabung untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan penting dalam kehidupan.

Berbelanja Berlebihan Membuat Seseorang Tidak Pernah Merasa Berkecukupan

Penghasilan yang minim memang suatu persoalan. Tetapi berbelanja berlebihan bisa menjerembabkan dalam persoalan yang lebih dalam. Bahkan, dinaikkannya gaji tidak akan pernah cukup jika hobi boros masih terus dilakukan.

Betapa pun besarnya penghasilan, cepat atau lambat gaya hidup yang gemar membelanjakan uang secara berlebihan hanya akan menjerumuskan seseorang. Karena seorang pemboros, daftar belanja yang harus dipenuhi jauh lebih besar daripada penghasilannya. Jika dia tak segera mengendalikan gaya hidupnya itu, bisa-bisa dia jatuh miskin.

Hemat Menjadi Solusi untuk Masa Depan yang Lebih Baik

Dengan berhemat, separuh persoalan telah terselesaikan. Karena aspek pengeluaran yang terkendali, hidup seseorang akan lebih tenang karena fokus kepada kebutuhan yang penting dan tidak diperbudak oleh keinginan.

Saat berbelanja senantiasa terkendali dan berpikir sehat mana yang benar- benar diperlukan. Dengan begitu seorang yang berhemat akan bisa hidup cukup, bahkan bisa menabung, meski penghasilannya tak banyak.

Jadi agar seseorang bisa hidup dengan baik, bukan hanya harus meningkatkan penghasilan tetapi juga harus berhemat terhadap pengeluaran yang tidak penting. Saat belanja harus bisa meletakkan prioritas, mana yang perlu dibeli dan mana yang tidak perlu dibeli. Mana yang harus keluar uang, mana yang harus ditahan.

Hemat Bukan Berarti Kikir

Bila sesuatu itu memang semestinya dikeluarkan, seperti zakat, biaya pendidikan anak, serta biaya naik haji, seorang tidak akan segan mengeluarkan uangnya. Bahkan mengutamakan agar secepatnya tertunai, karena ia berhemat memang untuk menunaikan kewajibannya itu. Jadi hemat dan tidak boros bukan berarti Anda menjadi kikir. Sebaliknya, Anda jadi terfokus dengan pengeluaran-pengeluaran penting dalam hidup.

Agar bisa memenuhi impian-impian penting dalam kehidupan, pastikan Anda mengumpulkan dana yang cukup tanpa tergoda untuk membelanjakannya di tengah jalan.

Demikianlah hal yang bisa Anda jadikan renungan untuk memperbanyak tabungan dengan mengurangi gaya belanja berlebihan. Semoga bermanfaat!

 

Artikel ditulis oleh Tim Advika, keterangan lebih lanjut hubungi e-mail info@advikamedia.com



Artikel Terkait


  2 tahun yang lalu
  2 tahun yang lalu
  2 tahun yang lalu
  2 tahun yang lalu

Komentar Artikel "Memperbanyak Tabungan dengan Mengurangi Gaya Belanja Berlebihan"