Meneladani Kisah Para Nabi dan Rasul dalam Berbisnis - Pegadaian Syariah
logo

Meneladani Kisah Para Nabi dan Rasul dalam Berbisnis

9 bulan yang lalu    
Meneladani Kisah Para Nabi dan Rasul dalam Berbisnis

Meneladani kisah para nabi dan rasul merupakan salah satu cara untuk meningkatkan keimanan dan memperluas wawasan dalam menjalani kehidupan. Kisah yang dipelajari pun meliputi seluruh aspek, mulai dari ketaatan kepada Sang Khalik, menjalin hubungan sosial, adab dalam berperilaku, bahkan hingga urusan berbisnis.

Berbisnis: Kisah Para Nabi yang Kerap Terabaikan

Kisah para nabi dan rasul yang biasanya ditonjolkan adalah tentang kenabian dan kerasulan. Padahal untuk urusan bisnis sendiri, Nabi Muhammad SAW merupakan salah satu contoh yang sangat hebat.

Tidak main-main, keberhasilan beliau dalam dunia perdagangan pun telah diakui dunia. Beberapa pengakuan dan kisah kesuksesan Nabi dalam urusan bisnis ini bahkan tertuang dalam buku fenomenal milik Karen Armstrong dan Michael H. Hart yang masing-masing berjudul Muhammad: A Biography of the Prophet dan The 100.

Lebih Lama Menjadi Pedagang Dibanding Menjadi Rasul

Jika ditelaah, sebenarnya Nabi Muhammad SAW sendiri menjadi seorang pedagang selama 25 tahun. Sementara itu, periode kerasulan Nabi sendiri hanya berlangsung sekitar 23 tahun.

Pengalaman Nabi Muhammad SAW menjadi seorang pedagang dimulai ketika usianya baru menginjak 12 tahun. Beliau mengikuti pamannya yang mengasuhnya sejak usia 8 tahun berdagang hingga ke luar negeri.

Pedagang Remaja yang Bereputasi

Ada beberapa tokoh yang mencatat perjalanan berdagang Rasulullah. Salah satunya adalah Muhammad Sulaiman PhD dan Aizuddinur Zakaria dalam tulisan yang bertajuk Jejak Bisnis Rasul.

Dalam karya tersebut, disebutkan bahwa pada usia 8 hingga 12 tahun Rasul menjadi seorang penggembala domba. Setelah sekitar lima tahun ikut pamannya, Nabi Muhammad SAW lalu mencoba berdagang sendiri sebelum menjadi orang yang dipercaya mengelola usaha Siti Khadijah pada usianya yang ke-25.

Selain itu, Afzalur Rahman juga mengisahkan kehebatan Rasul dalam berdagang. Dalam buku Muhammad A Trader, Nabi Muhammad SAW yang baru berusia 17 tahun kala itu sudah melakukan ekspedisi bahkan hingga ke 17 negara. Beliau menjadi pemimpin dagang khalifah dan dikenal dengan sangat baik di negara-negara pusat perdagangan seperti Yordania, Irak, Yaman, dan lain-lain.

Meneladani Strategi dan Etika Berbisnis Rasulullah

Keberhasilan Nabi Muhammad SAW dalam menjalankan usahanya sesungguhnya dikarenakan oleh hal-hal yang sederhana seperti berikut ini:

1. Sopan, santun, dan menghormati pelanggan
Seperti yang dikatakan Michael LeBoeuf,

A satisfied customer is the best business strategy of all.

Hal paling sederhana yang dapat memuaskan pelanggan tentu saja dengan senantiasa berlaku ramah, sopan, santun, dan menghormati mereka.

2. Jujur dan amanah

Rasulullah pernah bersabda, “Pedagang yang senantiasa jujur lagi amanah akan bersama para nabi, orang-orang yang selalu jujur dan orang-orang yang mati syahid.” Dalam kehidupan nyata pun, Rasulullah bahkan dengan jujur mengatakan kekurangan barang yang dijualnya di samping kelebihannya.

3. Menomorsatukan ibadah

Di setiap kisah para nabi dan rasul, diceritakan bahwa mereka senantiasa taat kepada Allah dengan mengutamakan-Nya. Pun untuk urusan berbisnis, jangan sampai ibadah menjadi terganggu lantaran sibuk berdagang. Lagi pula bukakah sesungguhnya Allah yang Maha Pemberi Rezeki?

Selain hal-hal tersebut, masih ada banyak lagi etika berbisnis lainnya, seperti tidak menimbun barang, tidak menjatuhkan pedagang lain, selalu menepati janji, dan lain-lain.

Nah, itulah salah satu kisah para nabi dan rasul tentang bisnis yang dapat kita jadikan teladan. Siap mengikutinya? Semoga bermanfaat!

 

Artikel ditulis oleh Tim Advika, keterangan lebih lanjut hubungi e-mail info@advikamedia.com



Artikel Terkait


  2 tahun yang lalu
  2 tahun yang lalu
  2 tahun yang lalu
  2 tahun yang lalu

Komentar Artikel "Meneladani Kisah Para Nabi dan Rasul dalam Berbisnis"