Mengenal Lebih Jauh Sistem Konsinyasi Emas Syariah di Indonesia - Pegadaian Syariah
logo

Mengenal Lebih Jauh Sistem Konsinyasi Emas Syariah di Indonesia

1 tahun yang lalu      Investasi Emas
Mengenal Lebih Jauh Sistem Konsinyasi Emas Syariah di Indonesia

Karena memiliki nilai jual tinggi, emas kerap digunakan untuk investasi. Masyarakat kerap membeli emas batangan dengan berat tertentu lalu menjualnya di kemudian hari saat harganya tinggi. Masyarakat yang lain justru menggadai emas untuk mendapatkan banyak untung meski tidak sesuai dengan syariah Islam. Dari hadis riwayat Bukhari dari Anas RA, Rasulullah pernah berkata, “Jika seseorang memberi pinjaman, janganlah dia mengambil hadiah.”  Agar tidak melanggar hadis karena mengandung riba, dibuatlah sistem konsinyasi emas syariah yang bermanfaat untuk semua orang.

Berikut penjelasan selengkapnya tentang sistem tersebut:

Konsep Sistem Konsinyasi Emas Syariah
Sistem konsinyasi emas syariah adalah layanan titip dan jual emas batangan yang dilakukan oleh lembaga keuangan atau Pegadaian melalui layanan Konsinyasi Emas. Dengan melakukan penitipan, emas dari nasabah akan aman dan ada jaminan kehilangan. Emas yang disimpan akan dijaga hingga masa perjanjian konsinyasi berakhir.

Masa konsinyasi emas berlangsung kurang lebih 3 bulan. Selama masa konsinyasi, nasabah tidak bisa menjualnya karena masih terikat kontrak. Kalau dalam jangka waktu 3 bulan atau lebih (sesuai dengan perjanjian), emas yang dimiliki terjual, untung yang didapatkan akan diberikan langsung kepada nasabah dan emas yang dititipkan diganti dengan berat dan jenis yang sama.

Metode pembagian hasil ini biasanya memiliki perbandingan 1:2. Nasabah akan mendapatkan 1/3 dari untung yang didapatkan dan pihak Pegadaian atau lembaga keuangan mendapatkan 2/3. Besaran untung yang diberikan bisa saja berubah sesuai dengan kesepakatan nasabah dan lembaga yang melakukan konsinyasi emas.

Manfaat Sistem Konsinyasi
Selain sesuai dengan syariah Islam yang berlaku, sistem konsinyasi emas syariah juga memiliki beberapa kelebihan. Berikut uraian selengkapnya:
1. Dikelola oleh lembaga yang sudah sesuai dengan syariah Islam. Pemilik emas tidak perlu khawatir kalau emas yang dititipkan kepada lembaga keuangan justru menjadi ladang dosa.
2. Beberapa lembaga keuangan menyediakan emas yang bisa dicicil. Dengan tanpa bunga, nasabah bisa membeli emas sesuai dengan kebutuhan. Kalau emas sudah terbeli, pihak lembaga keuangan akan menawarkan konsinyasi dengan lama 3 bulan per akad yang dilakukan.
3. Bagi hasilnya jelas, lembaga keuangan akan memberikan laporan jual-beli emas beserta keuntungannya. Nasabah akan mendapatkan bagi hasil sesuai dengan kesepakatan yang sudah disetujui bersama-sama.
4. Biaya penitipan emas di lembaga keuangan gratis dan tidak ada biaya tambahan selama masa konsinyasi. Nasabah tidak perlu takut kalau emasnya akan hilang karena semua benda yang dititipkan sudah diasuransikan.
5. Konsinyasi bisa dilakukan berkali-kali. Kalau dalam akad pertama nasabah mendapatkan keuntungan, dia bisa memperbarui akad setelah 3 bulan. Dengan begitu, akan terus ada pemasukan pasif.
6. Nasabah tidak akan rugi karena harga emas cenderung meloncak setiap bulan.

Demikianlah ulasan singkat tentang sistem konsinyasi emas syariah di Indonesia. Semoga uraian di atas bisa Anda gunakan sebagai rujukan sebelum melakukan investasi emas batangan.

 

Artikel ditulis oleh Tim Advika, keterangan lebih lanjut hubungi e-mail info@advikamedia.com




Komentar Artikel "Mengenal Lebih Jauh Sistem Konsinyasi Emas Syariah di Indonesia"