Pengertian Akad dalam Transaksi Ekonomi Syariah - Pegadaian Syariah
logo

Pengertian Akad dalam Transaksi Ekonomi Syariah

1 tahun yang lalu    
Pengertian Akad dalam Transaksi Ekonomi Syariah

Dalam beragam produk keuangan syariah, Anda tentu selalu menjumpai istilah akad. Apakah akad itu? Artikel kali ini akan mengajak Anda memahami akad dalam ekonomi syariah dengan lebih mendalam.

Akad menjadi salah satu bagian dari ilmu fiqh muamalah yang mengatur hubungan manusia dengan manusia serta urusan keduniawian. Transaksi antar satu pihak dengan pihak lainnya adalah interaksi yang tidak terhindarkan karena setiap orang memiliki beragam kebutuhan dalam hidup. Dalam transaksi yang terjadi, muncul sebuah kesepakatan yang didasari keterikatan antar satu sama lain dalam ijab dan qabul. Inilah yang disebut dengan akad dalam islam. Akad tersebut digunakan dalam melakukan suatu transaksi maupun kerjasama dengan orang lain.

Dalam Bahasa Arab, Akad disebut uqud , bentuk jamak dari aqd . Secara bahasa artinya, ‘mengikat’, ‘bergabung’, ‘mengunci’, ‘menahan’, atau dengan kata lain membuat suatu perjanjian.

Di dalam Hukum Islam, aqd artinya: ‘gabungan atau penyatuan dari penawaran ( Ijab ) dan penerimaan ( qabul )’ yang sah sesuai dengan hukum Islam. Ijab adalah penawaran dari pihak pertama, sedangkan qabul adalah penerimaan dari penawaran yang disebutkan oleh pihak pertama.

Sedangkan secara istilah akad adalah menghubungkan suatu kehendak suatu pihak dengan pihak lain dalam suatu bentuk yang menyebabkan adanya kewajiban untuk melakukan suatu hal. Contohnya adalah akad jual beli.

Akad berkaitan erat kemantapan hati seseorang untuk harus melakukan sesuatu. Hal ini sesuai dengan firman Allah:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا أَوْفُوا بِالْعُقُودِ

“Hai orang-orang yang beriman, penuhilah aqad-aqad itu.” (Qs. al Maidah: 1)

Rukun akad terdiri dari 3 hal utama yaitu yaitu aqidan , mahal al-aqd dan sighah. Aqidan adalah pihak-pihak yang akan melakukan akad kemudian Mahal al-aqd adalah objek akad berupa jasa atau benda berharga sedangkan sighah adalah pernyataan resmi adanya transaksi.

Dalam transaksi syariah, sighah alias pernyataan resmi adanya transaksi terdiri dari ijab dan qobul. Isi dari pernyataan ini tergantung dari akad yang dilakukan, misalnya akad sewa atau akad jual beli.

Pihak yang akan melakukan akad haruslah orang yang memiliki kemampuan untuk mengelola harta dengan baik (rusyd), baligh dan berakal sehat. Semetara itu objek akad haruslah sesuai dengan syariah Islam, bukan alkohol, darah, bangkai maupun daging babi. Objek akad juga harus jelas dan tidak mengandung unsur gharar (ketidakpastian). Selain gharar, hal-hal yang bisa membatalkan akad adalah riba dan maisir (perjudian).

Ada beragam akad yang sering ditemui dalam transaksi syariah, antara lain akad wadiah, akad mudharabah, dan akad murabahah. Contoh penggunaan Akad dalam produk Pegadaian Syariah adalah akad rahn dalam produk gadai syariah.

Demikian pembahasan mengenai pengertian akad dalam transaksi ekonomi syariah. Semoga artikel ini memberi banyak manfaat bagi Anda.

 

Artikel ditulis oleh Tim Advika, keterangan lebih lanjut hubungi e-mail info@advikamedia.com



Artikel Terkait


  2 tahun yang lalu
  2 tahun yang lalu
  2 tahun yang lalu
  2 tahun yang lalu

Komentar Artikel "Pengertian Akad dalam Transaksi Ekonomi Syariah"