Perbedaan Gadai Emas Syariah dan Gadai Emas Konvensional - Pegadaian Syariah
logo

Perbedaan Gadai Emas Syariah dan Gadai Emas Konvensional

1 tahun yang lalu    
Perbedaan Gadai Emas Syariah dan Gadai Emas Konvensional

“Jika kamu dalam perjalanan (dan bermu’amalah tidak secara tunai) sedang kamu tidak memperoleh seorang penulis, maka hendaklah ada barang tanggungan yang dipegang (oleh yang berpiutang). Akan tetapi jika sebagian kamu mempercayai sebagian yang lain, maka hendaklah yang dipercayai itu menunaikan amanatnya (hutangnya) dan hendaklah ia bertakwa kepada Allah Tuhannya…” .  (Surat Al-Baqarah Ayat 283)

 

Dari ayat tersebut, dianjurkan transaksi gadai apabila di antara yang bertransaksi itu belum saling percaya dan terjadi situasi darurat dalam bertransaksi. Namun apabila kedua belah pihak telah saling percaya, maka gadai tidak diperlukan lagi dan yang berhutang  hendaknya membayar kewajibannya.

 

Sistem gadai yang telah dikenal masyarakat selama ini umumnya menggadaikan emas sebagai barang jaminan atas hutangnya. Namun bagaimana perbedaan gadai syariah dengan sistem gadai konvensional? Untuk bisa membedakannya, kita harus mengenal sistem gadai konvensional dan gadai emas syariah terlebih dahulu,

 

Sistem Gadai Konvensional

 

  • Pegadaian konvensional pada umumnya tidak berbeda dengan yang dilakukan oleh masyarakat selama ini. Kita datang membawa barang yang akan digadaikan yaitu emas.
  • Barang tersebut lalu ditaksir harganya dan diputuskan jumlah yang bisa dipinjam.
  • Pinjaman ini dikenakan bunga misalnya 1,15%/2 minggu atau 2,3% /bulan. Lalu menjadi 3,45%/ 45 hari atau 4,6%/bulan dan seterusnya. Bunga pinjaman ditentukan berdasar jumlah pinjaman dan jika nilai pinjaman semakin besar, bunga yang dibebankan akan semakin besar.
  • Perhitungan biaya pinjaman ini dihitung setiap 15 hari kemudian akan naik di hari ke 16 dan seterusnya.
  • Masa penitipan gadai ini selama 4 bulan, bisa diperpanjang dengan membayar biaya sewa modal.
  • Selanjutnya pinjaman ini diberlakukan tanggal jatuh tempo saat pinjaman tersebut harus dilunasi.
  • Selain itu diberikan persyaratan bila tidak melunasi pinjaman beserta bunganya, barang jaminan akan dilelang kepada siapa pun hingga tanggal tertentu.

 

 

Sistem Gadai Syariah

 

  • Gadai emas berbasis syariah, tidak memberlakukan sistem bunga. Pihak pegadaian syariah tidak mengambil keuntungan dari sistem bunga pinjaman maupun sistem bagi hasil.
  • Pegadaian syariah hanya mengambil keuntungan dari upah jasa pemeliharaan barang jaminan.
  • Pegadaian konvensional menentukan bunga atau sewa modal berdasarkan jumlah pinjaman yang diajukan. Sedangkan pegadaian syariah menentukan besarnya pinjaman dan biaya pemeliharaan berdasarkan taksiran emas yang digadaikan. Taksiran emas yang diperhitungkan antara lain adalah karatase emas, volume serta berat emas yang digadaikan.
  • Biaya yang dikenakan juga merupakan biaya atas penitipan barang, bukan biaya atas pinjaman, karena pinjaman yang mengambil untung itu tidak diperbolehkan. Biaya penitipan barang jaminan meliputi biaya penjagaan, biaya penggantian kehilangan, asuransi, gudang penyimpanan, dan pengelolaan.
  • Oleh karenanya dalam pegadaian syariah ini terdapat akad, pinjam meminjam dengan menyerahkan agunan (rahn) yang di dalamnya membolehkan biaya pemeliharaan atas barang jaminan (Mu’nah). Dalam akad pinjam meminjam dengan menyerahkan agunan (rahn).

Nah, setelah memahami perbedaan antara gadai  emas syariah dan gadai emas konvensional, tentunya Anda bisa lebih menentukan mana yang sesuai untuk Anda. Semoga pembahasan kali ini lebih menambah pemahaman Anda tentang manfaat gadai syariah.



Artikel Terkait


  1 tahun yang lalu
  1 tahun yang lalu
  1 tahun yang lalu
  1 tahun yang lalu

Komentar Artikel "Perbedaan Gadai Emas Syariah dan Gadai Emas Konvensional"