Posisi Financial Technology di Mata Ekonomi Islam - Pegadaian Syariah
logo

Posisi Financial Technology di Mata Ekonomi Islam

1 tahun yang lalu    
Posisi Financial Technology di Mata Ekonomi Islam

Financial technology atau fintech memang sedang naik daun di era digital seperti sekarang. Keberadaan fintech ternyata sangat membantu manusia dalam melakukan transaksi keuangan, seperti pembayaran, jual beli saham, peminjaman uang, dan transaksi lainnnya. Di Indonesia, badan yang berwenang untuk mengawasi kegiatan fintech ini adalah Otoritas Jasa Keuangan atau OJK. Penggunaan fintech ini diyakini dapat membantu Indonesia dalam mengembangkan teknologi di bidang keuangan.

Sebagai umat Islam, kita juga patut mengetahui perkembangan dari teknologi finansial ini. Sebelum memanfaatkan kemudahan yang ditawarkan, sebaiknya kita perlu mencari tahu terlebih dahulu apakah fintech ini sejalan dengan ekonomi Islam dan apakah penggunaannya juga tidak bertentangan dengan hukum-hukum Islam. Jika tidak berhati-hati, dikhawatirkan kita justru akan terjerumus ke dalam riba.

Di bawah ini merupakan sedikit ulasan tentang financial technology di mata ekonomi Islam. Diharapkan dapat memberikan penjelasan kepada seluruh kaum muslimin dan muslimat yang memang bersentuhan langsung dengan kegiatan keuangan.

Penerapan Financial Technology Tidak Bertentangan dengan Hukum Islam
Menurut Ahmad Wira Ph.D, seorang akademisi dari IAIN Imam Bonjol Padang, penggunaan teknologi finansial yang digunakan sekarang ini tidak bertentangan dengan hukum Islam. Ahmad mengambil kegiatan jual beli online sebagai contohnya. Dalam hukum Islam, transaksi jual beli harus dilakukan dengan ijab kabul, tetapi dalam mazhab Hanafi diperbolehkan melakukannya tanpa menggunakan akad.

Mazhab tersebut memiliki prinsip adanya rasa ketertarikan di antara penjual dan pembeli sehingga tidak perlu bertemu secara langsung. Ahmad juga menambahkan, penggunaan financial technology ini merupakan salah satu bentuk muamalah dalam Islam yang didorong oleh kemajuan zaman.

Islam Telah Menghendaki Kemudahan
Islam tidak memberikan kesusahan kepada umatnya, justru Islam selalu menghendaki kemudahan bagi seluruh pemeluknya. Sebagaimana tercantum di dalam surah Al-Baqarah ayat 185, Allah SWT berfiman:

“...Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu..”

Posisi fintech dimaksudkan untuk memudahkan manusia dalam melakukan kegiatan keuangan. Maka dari itu, sesuai dengan potongan ayat di atas, teknologi finansial dapat diterapkan dalam ekonomi Islam. Ke depannya, financial technology di mata ekonomi Islam ini diperkirakan dapat membawa sekitar $1 triliun untuk sektor keuangan syariah di Indonesia.

Fintech syariah juga telah dicanangkan di Indonesia. Fintech syariah dimaksudkan untuk membantu UMKM dalam mendapatkan modal dan sertifikasi halal bagi produk-produk yang dijual. Dengan mudahnya pengurusan sertifikasi, diharapkan akan lebih banyak lagi produk halal yang dihasilkan oleh Indonesia. Fintech syariah ini juga dapat digunakan untuk memberikan pemahaman tentang ekonomi Islam yang merata di seluruh kalangan masyarakat.

Financial technology di mata ekonomi Islam memang menguntungkan. Oleh karenanya, manfaatkan teknologi tersebut dengan baik dan gunakan dengan bijak. Jika pengunaannya tidak sesuai dengan ajaran dan hukum Islam, tentu saja penggunanya yang nantinya menjadi sangat dirugikan.

 

Artikel ditulis oleh Tim Advika, keterangan lebih lanjut hubungi e-mail info@advikamedia.com



Artikel Terkait


  2 tahun yang lalu
  2 tahun yang lalu
  2 tahun yang lalu
  2 tahun yang lalu

Komentar Artikel "Posisi Financial Technology di Mata Ekonomi Islam"