Tantangan Ekonomi Syariah dalam Era Modern - Pegadaian Syariah
logo

Tantangan Ekonomi Syariah dalam Era Modern

11 bulan yang lalu    
Tantangan Ekonomi Syariah dalam Era Modern

Sebagai agama yang sempurna, Islam tidak hanya mengatur urusan manusia dengan Sang Pencipta. Lebih dari itu, Islam merupakan agama yang muammalah, artinya agama juga turut mengatur hubungan seorang manusia terhadap seluruh kebutuhannya dalam hidup.

Tentu saja, sebagai salah satu urusan yang cukup fundamental, urusan ekonomi juga termasuk dalam bagian yang diatur. Sistem ekonomi Islam atau yang kerap disebut ekonomi syariah sudah pasti berbeda dengan sistem ekonomi kapitalis, komunis, dan sosialis. Islam menginginkan keadilan dan kesejahteraan bagi seluruh umat dengan tidak menjadikan yang kaya semakin kaya dan yang miskin menjadi semakin miskin.

Ekonomi Syariah untuk Menghindari Riba

Islam jelas menentang eksploitasi yang kerap dilakukan pemilik modal terhadap buruh miskin. Salah satu cara yang dilakukan adalah dengan menawarkan sistem bagi hasil, alih-alih pemberian bunga seperti yang dilakukan oleh pelaku ekonomi konvensional saat ini.

Selain memberi keuntungan yang adil bagi dua belah pihak, sistem ini juga  menghindarkan kita dari dosa riba. Riba dapat didefiniskan sebagai segala tambahan yang menjadi syarat dalam transaksi bisnis yang tidak dibenarkan oleh syariah. Dan Allah tentu saja melaknat kegiatan ini sebagaimana tertuang dalam Al-Qur’an:

•    QS. An-Nisa ayat 161

Dan disebabkan mereka (orang-orang Yahudi) memakan riba, padahal sesungguhnya mereka telah dilarang dan karena mereka memakan harta benda orang dengan jalan yang batil, Kami telah menyediakan untuk orang-orang yang kafir di antara mereka itu siksa yang pedih.

•    QS. Alb-Baqarah ayat 279

Maka jika kamu tidak mengerjakan (meninggalkan sisa riba), ketahuilah bahwa Allah dan Rasul-Nya akan memerangimu dan jika kamu bertaubat, maka bagimu pokok hartamu; kamu tidak menganiaya dan tidak pula dianiaya.

Tantangan Ekonomi Syariah dalam Era Modern

Sesungguhnya, ekonomi syariah menjadi kebutuhan masyarakat dunia. Akan tetapi tentu saja, banyak tantangan yang harus dihadapi mengingat dunia global masih didominasi dengan sistem ekonomi konvensional, seperti yang pernah disampaikan Adnan Yousif pada Islamic Finance Summit:

It’s time we have a move from individuals to institutions. It could be a global sharia board… The reason is people deal with you on international standards. You have to have the right standards.

Di Indonesia sendiri, sudah mulai banyak masyarakat yang sebenarnya berhijrah ke lembaga keuangan berkonsep syariah meski masih kalah jumlah dibandingkan nasabah di lembaga keuangan konvensional. Beberapa alasan mengapa lembaga keuangan dengan konsep ekonomi syariah masih kurang diminati antara lain karena:

1. Masih banyak yang beranggapan bahwa lembaga keuangan syariah hanya untuk umat Muslim;

2. Terbatasnya produk yang diberikan; dan

3. Dianggap tidak ada untung.

Padahal tentu saja hal tersebut tidak benar. Siapa pun boleh menjadi nasabah lembaga keuangan syariah. Produk yang dihasilkan pun cukup bervariasi seperti tabungan, deposito, asuransi, pembiayaan, hingga KPR berprinsip syariah. Untuk urusan untung, lembaga keuangan syariah bukan mengenal konsep bunga, melainkan bagi hasil.

Melihat keadaan ini, tantangan dalam menerapkan ekonomi syariah yang paling utama adalah kesadaran umat sendiri. Selain SDM dan lembaga keuangan yang juga harus terus berinovasi, kesadaran tiap individu harus lebih ditingkatkan. Setuju?

 

Artikel ditulis oleh Tim Advika, keterangan lebih lanjut hubungi e-mail info@advikamedia.com



Artikel Terkait


  2 tahun yang lalu
  2 tahun yang lalu
  2 tahun yang lalu
  2 tahun yang lalu

Komentar Artikel "Tantangan Ekonomi Syariah dalam Era Modern"