Tips Mengatur Keuangan Rumah Tangga dalam Islam - Pegadaian Syariah
logo

Tips Mengatur Keuangan Rumah Tangga dalam Islam

5 bulan yang lalu    
Tips Mengatur Keuangan Rumah Tangga dalam Islam

Uang merupakan salah satu instrumen yang sangat penting dalam rangka pemenuhan kebutuhan hidup kita sehari-hari. Islam pun mengatur tata kelola keuangan (harta) agar bisa menghadirkan kemanfaatan dan kemaslahatan bagi diri sendiri maupun orang lain.

Pengelolaan harta dan keuangan harus dijalankan sesuai syariah Islam sejak dari cara memperolehnya sampai dengan cara membelanjakannya. Ada beberapa tips mengatur keuangan rumah tangga dalam Islam yang bisa Anda ketahui. Tips ini disarikan dari sumber hukum Islam, yakni Al-Qur’an dan hadits serta penafsirannya.

Pertama, Memahami Hakikat Harta dan Rezeki. Penatakelolaan keuangan rumah tangga harus dimulai dari pemahaman mendalam terhadap hakikat harta dan rezeki menurut Islam.

Al-Qur’an menyebutkan secara lugas bahwa Allah adalah Zat Maha Kaya dan kita manusia adalah fakir. Inilah filosofi utama yang harus kita pahami bahwa semua yang ada di alam semesta ini adalah milik Allah. Semua harta adalah milik Allah semata. Kita hanya menata kelola titipan Allah ini dengan sebaik-baiknya.

Selain itu, Al-Qur’an juga merumuskan bahwa jika kita ingin memperoleh jalan keluar atas berbagai persoalan serta ingin memperoleh rezeki yang tidak terkira, kita harus melakukan takwa dengan sebenar-benar takwa. Takwa adalah menjalankan perintah Allah dan menjauhi larangan Allah. Hal ini juga merupakan faktor kunci mengatur keuangan rumah tangga dalam Islam.

Bahkan Allah telah memberikan rumus matematika rezeki kepada kita semua. Ketika kita sedang membelanjakan (menafkahkan) harta kita di jalan Allah, maka Allah pasti langsung membalasnya 700 kali lipat. Ini rumus Al-Qur’an. Orang beriman tentu akan sangat yakin dan percaya akan hal ini.

Poin-poin tersebut adalah ruh dalam penatakelolaan keuangan rumah tangga sesuai ajararan Islam. Jika ruh tersebut tidak ada, niscaya penatakelolaannya akan salah arah. Perencanaan, eksekusi, dan evaluasi penatakelolaan keuangan rumah tangga harus selalu disandarkan dalam semangat bahwa harta adalah milik Allah, penatakelolaannya juga harus selalu dilakukan sesuai aturan Allah.

Kedua, Memahami Jenis Kebutuhan. Mengatur keuangan rumah tangga dalam Islam dimulai dengan pemahaman jenis-jenis kebutuhan menurut Islam. Ada 3 jenis kebutuhan dalam Islam, yakni kebutuhan dharuriyyat, hajiyyat, dan tahsiniyat. Pemahaman tentang jenis-jenis kebutuhan ini sangat dibutuhkan agar kita bisa menentukan prioritas yang tepat dalam rangka pengelolaan keuangan rumah tangga.

Kebutuhan dharuriyyat adalah kebutuhan yang sangat penting untuk dipenuhi. Ketika kebutuhan ini tidak dipenuhi, maka manusia tidak dapat menjalankan hidup dengan baik. Aspek kebutuhan dharuriyyat ini terdiri dari menjaga agama (hifzh an nafs), menjaga jiwa (hifzh an nafs), menjaga akal (hifzh al aql), menjaga harta (hifzh al maal), dan menjaga keturunan (hifzh an nasl).

Penatakelolaan keuangan rumah tangga harus menjaga kelima hal tersebut. Penjagaan terhadap agama dilakukan dengan memastikan bahwa tidak ada penghasilan yang dilarang syariat, dan tidak ada pula pembelanjaan harta yang dilarang syariat. Tata kelola keuangan harus patuh dengan perintah Allah dan larangan-Nya.

Penjagaan terhadap jiwa dilakukan dengan menata kelola keuangan pada pos yang tidak membahayakan nyawa. Sedangkan penjagaan terhadap harta dilakukan dengan mengalokasikan dana sesuai dengan aturan syariat. Harta diperoleh dari sumber halal dan dialokasikan untuk kepentingan yang juga halal.

Penjagaan terhadap akal dilakukan dengan mengalokasikan pos keuangan pada aspek yang masuk akal, yakni dengan transaksi dan instrumen syariah. Penjagaan terhadap keturunan dilakukan dengan membelanjakan harta tetap di jalan syariah Islam agar keturunan kita juga bisa menikmatinya dengan baik.

Aspek rinci dari rumus kebutuhan ini akan tergantung pada kondisi setiap orang. Beda keluarga akan beda kadar kebutuhan dharuriyyat pada setiap aspeknya. Beda orang akan beda prioritas. Asalkan rumusnya sudah dipegang, maka kita akan mudah menentukan prioritas urgen dalam penata kelolaan keuangan.

Kebutuhan berikutnya adalah hajiyyat . Kebutuhan hajiyyat  ini bukan merupakan kebutuhan dharuriyyat, namun tetap merupakan kebutuhan yang penting untuk dipenuhi. Contoh kebutuhan hajiyyat  adalah kebutuhan kepemilikan rumah dan kendaraan. Kebutuhan tempat tinggal adalah dharuriyyat, namun kebutuhan kepemilikan tempat tinggal adalah hajiyyat, yaitu penting untuk dipenuhi.

Selanjutnya adalah kebutuhan tahsiniyat. Kebutuhan ini ditentukan dengan memilih prioritas alokasi harta yang lebih baik di antara pilihan yang ada. Misalnya, menyekolahkan anak di sekolah yang mengajarkan ilmu fikih akan lebih dipilih dibandingkan di sekolah yang tidak mengajarkan ilmu fikih.

Ketika kita mencermati jenis-jenis kebutuhan ini, maka akan dengan mudah kita bisa menentukan prioritas kebutuhan yang harus dipenuhi, penentuan sumber dana, penentuan jumlah dana, serta pengalokasiannya dengan akurat.

Ketiga, Membuat Perencanaan. Setelah kita memahami jenis-jenis kebutuhan, maka kita bisa membuat perencanaan dengan merinci prioritas kebutuhan paling dharuriyyat, lanjut dengan kebutuhan hajiyyat,  dan prioritas terakhir adalah pada kebutuhan tahsiniyat.

Perencanaan harus dibuat matang, ditentukan jangka waktunya, sumber dananya, alokasi dananya, cara pemenuhannya, jumlah dana yang dikeluarkan, cara pembayarannya, evaluasi, dan semua hal yang bisa menentukan tercapainya perencanaan.

Untuk pemenuhan kebutuhan rutin, maka kita pun harus merencanakannya dengan baik, terutama dari sisi sumber dananya, prioritas kewajibannya, jangka waktunya, alokasi dananya dan hal lain yang bisa menyebabkan kebutuhan rutin tersebut bisa terpenuhi.

Perencanaan jangka pendek, menengah dan jangka panjang harus ditata rapi, sehingga instrumen keuangan yang dipergunakan juga akan lebih tepat. Jangan lupakan dana darurat agar bisa menjadi cadangan sumber dana kita ketika sedang dalam kondisi terdesak.

Anda pun juga bisa membuat perencanaan dengan konsentrasi pada investasi untuk memenuhi kebutuhan di masa yang akan datang. Salah satu caranya, Anda bisa melakukan investasi emas melalui produk Mulia di Pegadaian Syariah. Mulia sendiri merupakan layanan penjualan emas batangan secara tunai maupun angsuran dengan proses yang mudah, jangka waktu yang fleksibel, dan sesuai dengan syariah Islam. 

Keempat, Istiqamah dengan Perencanaan. Salah satu kelemahan kita adalah jika sudah membuat perencanaan, namun tidak taat dengan apa yang telah direncanakan. Perencanaan dibuat dengan berbagai pertimbangan yang matang, sehingga harus dipatuhi, kecuali jika ada pengubahan perencanaan yang signifikan.

Apalagi jika perencanaan ini menyangkut hal prinsip, misalnya kepatuhan terhadap syariah. Perencanaan bisa berubah, misalnya jika terkait dengan pengubahan kondisi sumber dana. Namun, secara umum, kita perlu istiqamah menjalankan atas apa yang telah direncanakan, agar penatakelolaan keuangan rumah tangga bisa tetap dikendalikan.

Kelima, Melakukan Pencatatan. Salah satu hal penting yang harus dilakukan dengan tertib adalah pencatatan atas perencanaan serta pencatatan atas pelaksanaan itu sendiri. Jangan lupa juga untuk melakukan pencatatan atas evaluasi dan perbaikan.

Seringkali, jika perencanaan tidak dicatat, maka akan menyebabkan kita lupa atas apa yang telah direncanakan. Pencatatan juga akan penting untuk mengetahui perkembangan tata kelola uang, bahkan bisa menjadi penambah semangat kita ketika apa yang kita rencanakan bisa tercapai dengan baik.

Keenam, Melakukan Evaluasi dan Perbaikan. Jangan lupa untuk melakukan evaluasi dan perbaikan. Ketika ada aktivitas tata kelola keuangan yang kita rencanakan tidak berjalan dengan baik, evaluasi sangat penting demi perbaikan ke depannya.

Jika ada kondisi yang tidak memungkinkan dilanjutkannya tata kelola keuangan sesuai rencana karena ada kondisi urgen dan mendesak, misalnya hilangnya salah satu sumber dana yang penting, maka perlu segera diadakan evaluasi, perbaikan, bahkan pengubahan rencana.

Demikian tips mengatur keuangan rumah tangga dalam Islam. Tips ini bersifat umum, dan dalam pelaksanaannya bisa menyesuaikan dengan situasi dan kondisi yang kita alami. Ingat bahwa setiap orang sangat mungkin mengalami kondisi yang berbeda, sehingga prioritas tata kelolanya juga akan berbeda pula. Semoga bermanfaat!

 

Artikel ditulis oleh Tim Advika, keterangan lebih lanjut hubungi e-mail info@advikamedia.com



Artikel Terkait


  2 tahun yang lalu
  2 tahun yang lalu
  2 tahun yang lalu
  2 tahun yang lalu

Komentar Artikel "Tips Mengatur Keuangan Rumah Tangga dalam Islam"