Yuk, Ketahui Beragam Istilah Ekonomi Syariah Ini! - Pegadaian Syariah
logo

Yuk, Ketahui Beragam Istilah Ekonomi Syariah Ini!

1 tahun yang lalu    
Yuk, Ketahui Beragam Istilah Ekonomi Syariah Ini!
Bagi Anda yang baru terjun atau justru menjadi nasabah suatu bank bertema syariah, tentu asing

rasanya saat mendengar istilah-istilah yang tidak familiar di telinga. Sebagai penjelasan awal, Anda

tentu pernah mendengar istilah “wadiah”, bukan? Pada hakikatnya, wadiah berarti titipan nasabah

yang harus dijaga dan dikembalikan-- setiap kali nasabah tersebut menginginkannya. Dalam

praktiknya, inilah yang menjadi dasar dari bank syariah, sebab bagaimana pun, pihak bank tetap

bertanggung jawab atas pengembalian titipan tersebut.


Dalam ranah ekonomi syariah, terdapat dua jenis wadiah, yakni (a) Wadiah Yad Dhamanah

(penerima dapat memanfaatkan barang titipan seizin pemiliknya, dengan jaminan: akan

mengembalikan titipan tersebut utuh saat si pemilik menginginkannya) dan (b) Wadiah Yad

Amanah (penerima tidak bertanggung jawab atas kehilangan dan kerusakan yang terjadi pada

barang titipan, dengan catatan: hal itu tidak disebabkan oleh kelalaian dan kecerobohan penerima).

Adapun selain wadiah, berikut adalah beragam istilah ekonomi syariah yang umum Anda

dengar.



1. Akad Tabarru’

Secara sederhana, Akad Tabarru’ adalah akad tolong-menolong yang berlangsung di antara para

peserta; mencakup: pemberian hadiah, hibah, ibra (melepaskan hak), waqaf, qard (pinjaman),

wasiat, I’arah, kafalah, al-shulh, dan rahn. Adapun berdasarkan pengertian umum, pada Akad

Tabarru’ terdapat “kontrak” antara dua pihak atau lebih, yang sifatnya mengikat. Ini meliputi

adanya pengenaan sanksi apabila ada pihak yang melanggar kesepakatan.



2. Riba

Mencakup kegiatan “menetapkan” bunga atau justru melebihkan jumlah pinjaman ketika

pengembalian. Biasanya riba didasarkan pada persentase tertentu dari jumlah pinjaman pokok

yang pada akhirnya akan dibebankan kepada pinjaman. Riba sendiri dapat dikatakan bertentangan

dengan prinsip muamalat yang dianut oleh Islam.



3. Musyarakah

Merupakan bentuk umum dari sebuah usaha bagi hasil; berbentuk akad kerja sama antara antara

dua pihak atau lebih. Masing-masing yang terlibat akan memberikan kontribusi berupa dana

(pembiayaan) dan manajemen usaha-- dengan ketentuan: keuntungan dan risiko akan ditanggung

bersama.



4. Mudharabah

Adalah sebentuk kerja sama antara dua pihak (atau lebih); terutama saat pemilik modal

memercayakan sejumlah modal kepada pengelola, berdasarkan satu perjanjian. Pada hakikatnya,

mudharabah menegaskan adanya kerja sama dengan proporsi modal sebanyak 100% dari pemilik

modal-- digabungkan dengan keahlian pengelola (bisa berupa manajemen proyek, dsb).

Adapun pada praktiknya, si pengelola sebagai orang kepercayaan diharuskan untuk bertindak

secara hati-hati, dan secara tidak langsung: ikut bertanggung jawab atas kerugian yang diakibatkan

oleh kelalaian.



5. Murabahah

Istilah ini kerap ditemui pada praktik bank syariah. Murabahah merupakan perjanjian jual beli,

yang melibatkan pelaku bank dengan nasabahnya. Secara lebih lanjut, bank akan membeli barang

yagn diperlukan nasabah, lalu menjualnya sebesar harga perolehan ditambah dengan besaran

keuntungan-- sesuai kesepakatan. Sebenarnya, murabahah hampir sama dengan prinsip jual-beli

pada umumnya. Hanya saja, di sini penjual akan secara jelas memberi tahu kepada si pembeli,

berapa nilai pokok plus keuntungan yang dibebankan.

 
Itulah penjelasan umum terkait wadiah dan beragam istilah ekonomi syariah lainnya. Semoga bermanfaat!
 
 
 
Artikel ditulis oleh Tim Advika, keterangan lebih lanjut hubungi e-mail info@advikamedia.com


Artikel Terkait


  2 tahun yang lalu
  2 tahun yang lalu
  2 tahun yang lalu
  2 tahun yang lalu

Komentar Artikel "Yuk, Ketahui Beragam Istilah Ekonomi Syariah Ini!"