5 Amalan untuk Rezeki yang Lebih Lancar - Pegadaian Syariah
logo

5 Amalan untuk Rezeki yang Lebih Lancar

1 bulan yang lalu    
5 Amalan untuk Rezeki yang Lebih Lancar

Tidak diciptakan jin dan manusia kecuali untuk beribadah kepada Allah SWT. Untuk bisa beribadah dengan baik, dibutuhkan asupan makanan agar badan kita sehat dan  bugar. Untuk bisa menghadirkan makanan, butuh sumber rezeki yang halal dan baik. Oleh sebab itu, rezeki merupakan hal sangat penting yang kita butuhkan dalam rangka beribadah kepada Allah SWT. Berikut ini ada 5 jenis amalan rezeki lancar yang perlu kamu ketahui:

Pertama, amalan takwa. Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an Surat Ath Thalaq ayat 2-3, “ Barang siapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barang siapa yang bertawakal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan  (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan (yang dikehendaki)-Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu .”

Ibnu Katsir menafsirkan ayat ini bahwa seseorang yang bertakwa kepada Allah SWT, maka Dia akan menjadikan baginya jalan keluar atas segala persoalan yang dialaminya dan memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangkanya. Perlu diketahui bahwa takwa adalah menjalankan semua perintah Allah SWT dan menjauhi semua larangan-Nya.

Ibnu Kastir juga menafsirkan ayat tersebut dengan mengutip Imam Ahmad mengatakan, “ Telah menceritakan kepada kami Waki', telah menceritakan kepada kami Basyir ibnu Sulaiman, dari Sayyar Abul Hakam, dari Tariq ibnu Syihab, dari Abdullah ibnu Mas'ud yang mengatakan bahwa Rasulullah SAW telah bersabda: Barang siapa yang mempunyai suatu keperluan, lalu ia menyerahkannya kepada manusia, maka dapat dipastikan bahwa keperluannya itu tidak dimudahkan baginya. Dan barang siapa yang menyerahkan keperluannya kepada Allah SWT, maka Allah akan mendatangkan kepadanya rezeki yang segera atau memberinya kematian yang ditangguhkan  (usia yang diperpanjang).”

Cara paling sederhana untuk masuk kategori takwa adalah dengan menjalankan syariat Islam seperti salat, puasa, zakat, berhaji jika mampu, serta menjalankan aspek muamalah sesuai syariah Islam. Aspek muamalah yang sifatnya lebih duniawi ini sangat penting karena menjadi penunjang kita dalam menjalankan ritual ibadah kepada Allah SWT.

Amalan ini harus diimbangi pula dengan menjauhi semua larangan Allah SWT. Ketika kita sudah rajin menjalankan perintah-Nya, namun tidak menjauhi larangan-Nya, maka kita tidak bisa disebut memeroleh predikat takwa. Jadi, takwa merupakan perpaduan ketaatan dalam urusan ibadah, muamalah, serta menjauhi larangan-Nya di segala bidang kehidupan.

Itulah ikhtiar manusia secara ukhrowi dan duniawi. Ketika kita sudah ikhtiar disertai dengan dia, selanjutnya kita pasrah dengan tawakkal kepada Allah SWT. Allah SWT pun berjanji ketika kita mampu tawakal dengan baik, maka Dia akan mencukupi semua kebutuhan kita. Inilah rumus umum amalan yang bisa kita lakukan agar rezeki semakin lancar.

Kedua, amalan tilawah Al-Qur’an. Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an Surat Fathir ayat 29-30, “ Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca kitab Allah dan mendirikan salat dan menafkahkan sebagian dari rezeki yang Kami anugerahkan kepada mereka dengan diam-diam dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perniagaan yang tidak akan merugi, agar Allah menyempurnakan kepada mereka pahala mereka dan menambah kepada mereka dari karunia-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Mensyukuri.”

Ibnu Katsir menafsirkan ayat ini bahwa Allah SWT menceritakan tentang hamba-hamba-Nya yang beriman, yaitu orang-orang yang membaca kitab-Nya dan beriman kepada-Nya serta mengamalkan isi yang terkandung di dalamnya, antara lain mendirikan salat dan menginfakkan sebagian dari apa yang diberikan oleh Allah SWT kepada mereka di waktu-waktu yang telah ditetapkan, baik malam ataupun siang hari, baik sembunyi-sembunyi ataupun terang-terangan.

Maksudnya, mereka mengharapkan pahala di sisi Allah SWT yang pasti mereka dapati, yakni Allah SWT menyempurnakan pahala amal perbuatan mereka dan melipatgandakannya dengan tambahan-tambahan (rezeki) yang belum pernah terdetik dalam kalbu mereka.

Ayat tersebut merumuskan bahwa salah satu cara agar bisnis kita tidak merugi adalah dengan melakukan tilawah Al-Qur’an. Tilawah yang dimaksud adalah membaca Al-Qur’an, menyerapi maknanya, dan mengamalkan kandungan ajarannya. Jika Allah SWT sudah berjanji menjamin bisnis kita tidak akan merugi, maka kekayaan harta, rezeki dan kebaikan kita bisa diraih dengan lancar.

Ketiga, amalan mendirikan salat. Amalan ini masih merujuk pada ayat di atas, yaitu Al-Qur’an Surat Fathir ayat 29-30, yang merumuskan bahwa ketika kita mendirikan salat dengan khusyu’ , maka Allah SWT menjamin bisnis kita tidak merugi sehingga rezeki semakin lancar. Amalan salat yang dimaksud di sini adalah salat fardhu dan salat sunnah lain yang diajarkan Allah SWT dan Rasulullah. Jangan lupa salatnya tepat waktu, berjamaah, agar lebih utama.

Keempat, amalan infak di jalan Allah SWT. Amalan ini juga masih terkait dengan ayat di atas, Al-Qur’an Surat Fathir ayat 29-30, yang merumuskan bahwa ketika kita mampu berinfak di jalan Allah SWT, baik secara sembunyi-sembunyi maupun terang-terangan, maka Dia menjamin bisnis kita tidak merugi sehingga rezeki semakin lancar.

Selain itu, Allah juga berfirman dalam Al-Qur’an Surat Al Baqarah ayat 261, “ Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui.”

Ibnu Katsir menafsirkan bahwa ayat ini merupakan perumpamaan yang diberikan Allah SWT kepada kita mengenai pelipatgandaan pahala bagi orang yang menafkahkan harta kekayaannya di jalan-Nya dengan tujuan untuk mencari keridhaan-Nya. Allah SWT merumuskan pelipatgandaan ini secara matematis sebanyak 700 kali lipat dari harta yang kita sedekahkan. Sedekah ini bisa berupa sedekah wajib yakni zakat, bisa pula berupa sedekah  bukan wajib. Dengan demikian bisa dicermati bahwa sedekah bisa menyebabkan rezeki lebih lancar.

Kelima, amalan salat Dhuha. Rasulullah SAW bersabda, “ Engkau membersihkan dahak yang ada dalam masjid adalah sedekah, engkau menyingkirkan sesuatu yang mengganggu di jalan adalah sedekah. Maka jika engkau tidak menemukannya (Sedekah sebanyak itu), maka dua rakaat dhuha sudah mencukupimu ” (HR Abu Dawud).

Hadits Qudsi juga menyatakan, “ Wahai anak Adam, janganlah engkau luput dari empat rakaat di awal harimu, niscaya Aku cukupkan untukmu di sepanjang hari itu .” Dalil-dalil tersebut mencerminkan bahwa sedekah merupakan sarana paling akurat yang bisa menyebabkan rezeki lebih lancar.

Demikian 5 amalan untuk rezeki yang lebih lancar.  Semoga amalan-amalan tersebut bisa kita teladani. Amin.

 

Artikel ditulis oleh Tim Advika, keterangan lebih lanjut hubungi e-mail info@advikamedia.com



Artikel Terkait


  2 tahun yang lalu
  2 tahun yang lalu
  2 tahun yang lalu
  2 tahun yang lalu

Komentar Artikel "5 Amalan untuk Rezeki yang Lebih Lancar"