5 Cara Investasi Tanah yang Menguntungkan - Pegadaian Syariah
logo

5 Cara Investasi Tanah yang Menguntungkan

4 minggu yang lalu    
5 Cara Investasi Tanah yang Menguntungkan

Tanah merupakan salah satu harta yang bernilai jual tinggi di masa depan dan harganya terus cenderung naik dari waktu ke waktu. Oleh sebab itu, tanah menjadi salah satu instrumen investasi yang favorit. Tanah bisa dipergunakan untuk mendirikan rumah, bangunan, untuk usaha, untuk ditanami tanaman produktif, untuk disewakan bahkan bisa untuk digadaikan.

Bagi kamu yang ingin melakukan investasi tanah , ada beberapa hal yang harus kamu perhatikan sebelum membeli tanah tersebut. Hal-hal tersebut adalah kamu harus memastikan bahwa tanah tersebut bebas sengketa, memiliki dokumen yang lengkap, serta nama penjual adalah nama pemilik sesuai dengan yang tertera di sertifikat tanah. Kamu juga harus memastikan bahwa tanah tersebut tidak sedang dipergunakan untuk kegiatan ekonomi atau ditempati oleh orang lain yang tidak berhak. Selain itu, ukuran tanah tersebut harus tepat seperti yang tertera di sertifikat serta cocok batas-batasnya.

Setelah hal tersebut kamu pastikan, berikut ini ada beberapa cara investasi tanah yang halal dan menguntungkan yang perlu kamu ketahui.

Pertama , beli tanah yang prospektif. Membeli tanah memang harus dimulai dari memilih lokasi yang prospektif. Hal tersebut dikarenakan tanah bisa menjadi investasi yang menghasilkan nilai tambah bila di atasnya dapat dibangun rumah, ruko, maupun jenis properti lainnya.

Perlu diingat, lahan sebaiknya memiliki nilai investasi yang tinggi. Jadi pilihlah lokasi yang prospeknya benar-benar cukup strategis. Untuk itu, coba perhatikan perkembangan nilai jual tanahnya sehingga kamu memiliki informasi yang cukup jika sewaktu-waktu akan dijual atau disewakan.

Jenis tanah yang prospektif ini memang cenderung lebih miring, lebih murah, namun jenis tanah ini masih spekulatif karena kawasan ini masih berupa tanda tanya apakah diperuntukan untuk kawasan industri atau pemukiman. Dengan kata lain, jenis tanah ini belum masuk dalam rencana tata ruang yang spesifik.

Jika prediksi kamu tepat jika kawasan tersebut akan dibangun pemukiman, pusat industri atau dilewati jalan besar ( protocol ) atau tol dan juga akan ada infrastruktur pembangunan, maka sudah dapat dipastikan bahwa harga tanah di kawasan tersebut akan semakin naik.

Sebaliknya, jika prediksi kamu meleset, kamu tetap memiliki tanah seharga dengan harga pada saat kamu beli, hanya saja peningkatan nilai jualnya tidak signifikan. Pilihannya, kamu bisa menjual tanah itu segera atau menunggu sampai dengan nilai tanah menjadi lebih tinggi lagi.

Kedua , beli tanah yang strategis. Lokasi tanah ini sudah jadi, posisinya strategis, misalnya dekat dengan pusat kota, dekat dengan tol, akses jalan raya yang memadai, dekat dengan sarana transportasi lain seperti stasiun, terminal, dekat dengan pusat perbelanjaan, dan lain-lain.

Lokasi tanah strategis ini tentu saja menyebabkan harga tanah sudah tinggi. Namun, kamu tidak perlu lagi berspekulasi tinggi karena prospek tanah sudah bagus, sehingga ke depannya tentu harga tanahnya semakin naik. Tinggal siapkan saja modal yang besar untuk investasi tanah di lokasi strategis tersebut.

Ketiga , beli tanah yang ideal. Biasanya patokan tanah ideal adalah lebar tanahnya di kisaran 40% hingga 75%. Tanah ideal itu biasanya berukuran 12×20 m2, 8×18 m2 dan lain sebagainya. Tanah dengan ukuran seperti itu bisa dikatakan sempurna untuk didirikan sebuah bangunan.

Dalam menentukan memiliki lokasi tanah yang bagus, ada patokan lain yang bisa menjadi pertimbangan, di antaranya adalah kemiringan tanah, kepadatan tanah, lingkungan sekitar dan lain sebagainya.

Jangan lupa pastikan kondisi tanah yang baik. Kondisi tanah yang dimaksudkan dalam poin ini adalah lebih kepada bentuk tanah. Misalnya betuk tanah tersebut apakah persegi, persegi panjang atau trapesium. Sebab para pembeli pastinya akan mempertimbangkan bentuk tanah. Apalagi jika pembeli membutuhkan tanah untuk bangunan rumah atau toko pastinya mereka akan memilih bentuk tanah persegi atau trapesium. Oleh karena itu, kamu harus memperhatikan hal ini, sebab secara langsung hal ini berhubungan dengan permintaan pasar dan minat pasar. Jangan sampai menganggapnya sepele, sebab tujuan kamu berinvestasi adalah untuk mendapatkan keuntungan.

Selain bentuk, kontur tanah juga harus kamu perhatikan. Sebab rata-rata para pembeli berminat terhadap tanah yang datar. Tanah yang miring cenderung tidak diminati, sebab risiko terjadinya longsor cukup besar. Apalagi jika pembeli memiliki kebutuhan untuk membangun rumah maka ia akan memilih tanah yang datar. Tentunya harga tanah yang datar, miring atau tidak rata pasti akan berbeda harganya. Tanah datar sudah pasti memiliki harga yang lebih mahal, namun 5-10 tahun lagi harga jualnya pasti akan lebih mahal.

Keempat , kerja sama dengan agen. Jika kamu telah memiliki jumlah tanah yang banyak, maka sebaiknya jalin kerja sama dengan agen penjualan. Dengan demikian maka peluang kamu untuk dapat menjual tanah akan semakin besar. Tentunya kamu harus rela mengeluarkan komisi yang diberikan ke pihak agen. Biasanya nilai komisi mencapai 3% untuk seluruh nominal penjualan. Namun, dengan melakukan hal ini maka peluang tanah kamu akan bisa cepat terjual menjadi lebih besar ketimbang kamu memasarkannya sendiri.

Kelima , sinergi dengan Lembaga Keuangan Syariah (LKS). Ketika kamu tidak mampu membeli tanah secara tunai, kamu bisa melibatkan LKS. Ada beberapa hal yang bisa kamu sinergikan dengan lembaga keuangan syariah, mulai dari kebutuhan permodalan, jual beli tanah secara angsuran, atau skema-skema lain yang disediakan oleh LKS.

Selanjutnya, kamu bisa memaksimalkan sertifikat tanah yang kamu miliki untuk pembiayaan. Bagi kamu yang sudah memiliki rumah, tanah lengkap dengan sertifikatnya dan butuh modal usaha, kamu bisa mengajukan pembiayaan Rahn Tasjily Tanah  dari Pegadaian Syariah . Rahn Tasjily Tanah merupakan fitur produk Pegadaian Syariah Rahn yang jaminannya berupa bukti kepemilikan tanah atau sertifikat tanah yang ditujukan kepada petani dan pengusaha mikro.

Produk ini ditujukan bagi petani dan pengusahan mikro dengan pinjaman mulai dari Rp 1 juta s. d. Rp 200 juta dan angsuran dengan skema fleksibel.

Syaratnya mudah, siapkan fotokopi KTP atau identitas resmi lainnya, menyerahkan sertifikat tanah dengan status hak milik, menyerahkan IMB jika di atasnya terdapat bangunan, fotokopi pembayaran PBB terakhir, tanah adalah tanah produktif yang di atasnya terdapat tanaman pertanian (tumbuh-tumbuhan) atau kandang ternak permanen yang memberikan hasil yang dapat diperjualbelikan.

Demikian uraian mengenai investasi tanah yang menguntungkan serta bagaimana memanfaatkan tanah yang ada untuk hasil yang lebih produktif. Semoga bermanfaat.

 

Artikel ditulis oleh Tim Advika, keterangan lebih lanjut hubungi e-mail info@advikamedia.com



Artikel Terkait


  2 tahun yang lalu
  2 tahun yang lalu
  2 tahun yang lalu
  2 tahun yang lalu

Komentar Artikel "5 Cara Investasi Tanah yang Menguntungkan"