5 Ciri Investasi yang Baik untuk Masa Depan - Pegadaian Syariah
logo

5 Ciri Investasi yang Baik untuk Masa Depan

2 bulan yang lalu      Investasi Emas
5 Ciri Investasi yang Baik untuk Masa Depan

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), investasi adalah penanaman uang atau modal dalam suatu perusahaan atau proyek untuk tujuan memperoleh keuntungan. Namun, selain makna tersebut, publik juga memaknai investasi dengan mempersiapkan atau menyimpan sesuatu (barang atau manfaat) yang bisa diambil nilai gunanya untuk masa depan.

Investasi merupakan salah satu aktivitas yang bisa dilakukan seseorang dalam rangka mempersiapkan kebutuhan hidup di masa depan. Oleh sebab itu, investasi ini harus dipersiapkan dengan baik, menggunakan instrumen yang baik, dijalankan dalam proses yang baik, serta dipergunakan untuk tujuan yang baik. Berikut ini ada 5 ciri investasi yang baik untuk masa depan.

Pertama, objek investasinya halal dan thayyib. Ciri pertama investasi masa depan yang baik ditinjau dari sudut pandang kehalalan objek investasinya. Objek investasi ini bisa berupa benda atau manfaat. Objek investasi ini harus halal dan thayyib . Thayyib maksudnya baik, bersih, benar, berasal dari zat atau transaksi yang halal.

Jika objek investasi ini berupa barang, maka barangnya harus halal, thayyib dan baik. Tidak boleh melakukan investasi dengan zat yang haram. Misalnya, tidak melakukan investasi berupa daging babi dalam rangka menjalankan bisnis produksi makanan bersumber dari daging babi.

Jika objek investasi berupa uang, maka uang yang diinvestasikan juga harus bersumber dari transaksi yang halal dan baik. Misalnya, uang yang diinvestasikan bersumber dari pekerjaan halal, tidak mendapatkan keuntungan dari transaksi riba, dan tidak disalurkan untuk kepentingan bisnis yang transaksi haram.

Jika objek investasi berupa keahlian, maka keahliannya juga harus merupakan keahlian yang baik dan dipergunakan dengan proses yang baik dan untuk tujuan yang baik. Tidak masalah jika kita ahli dalam hal kriminalitas, namun keahlian ini dipergunakan untuk melakukan pekerjaan dalam rangka melakukan antisipasi atas terjadinya kriminalitas.

Kedua, objek investasinya bernilai guna dan bermanfaat. Investasi dengan objek yang halal belum tentu bernilai guna yang baik. Investasi dengan objek yang halal belum tentu bisa memenuhi kebutuhan kita di masa depan. Jadi, objek investasi ini harus baik dan bermanfaat sesuai dengan kebutuhan kita di masa depan.

Agar mudah dalam menentukan objek investasi yang bernilai guna dan bermanfaat di masa depan sekaligus melakukan perencanaan hidup dan keuangan yang baik, perhatikan hadits Rasulullah SAW, “ Jika seseorang telah meninggal dunia, maka terputuslah amalannya kecuali tiga perkara (yaitu): sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, do’a anak yang sholeh ” (HR. Muslim). Hadits ini memudahkan kita menentukan perencanaan kebutuhan di masa depan, yakni investasi yang menunjang terwujudnya kemampuan sedekah jariyah yang banyak, terwujudnya ilmu yang bermanfaat, dan terwujudnya anak saleh yang mendoakan kita.

Nilai guna dan manfaat objek investasi ini juga akan tergantung dari kondisi kita. Sesuatu yang dibutuhkan orang lain atau kebanyakan orang, belum tentu merupakan hal yang kita butuhkan. Setiap orang memiliki kebutuhan yang berbeda-beda, sehingga perencanaan investasi masa depan ini juga tergantung dari visi, misi, kondisi dan prioritas masing-masing orang.

Ketiga, objeknya bernilai investasi yang tinggi. Tidak semua objek investasi yang halal dan thayyib bernilai investasi tinggi. Untuk memudahkan dalam memilah objek investasi yang bernilai tinggi, berikut ini ada 3 jenis objek investasi, yakni harta, ilmu dan amal.

Investasi yang paling kasat mata adalah investasi harta. Investasi harta yang baik ini merupakan kombinasi antara kuantitas dan kualitas harta benda yang baik. Investasi harta yang baik juga bisa ditentukan oleh instrumen investasi yang juga baik.

Ada beberapa harta objek investasi berupa barang yang pada umumnya bernilai investasi tinggi. Misalnya investasi tanah, rumah, kendaraan, uang dan emas. Tanah merupakan investasi jangka panjang yang bagus. Nilai rumah cenderung naik dari waktu ke waktu. Rumah juga merupakan harta investasi yang nilainya cenderung naik dari tahun ke tahun.

Sedangkan kendaraan merupakan harta investasi yang nilai fisiknya mengalami penurunan dari tahun ke tahun. Namun, jika kendaraan ini dipergunakan untuk kepentingan produktif, maka nilai investasinya juga baik. Keberadaan kendaraan bisa menyebabkan bisnis kita menjadi lancar, mobilitas kita akan terbantu, keperluan keluarga juga terpenuhi.

Uang juga merupakan instrumen investasi yang baik dan bernilai tinggi. Uang bisa dijadikan sebagai modal kerja untuk keperluan bisnis sendiri atau investasi di perusahaan orang lain. Instrumen investasi uang ini beranekaragam, dari instrumen jangka panjang, jangka menengah dan jangka pendek. Contoh instrumen investasi uang adalah sukuk, deposito, saham dan reksadana.

Berikutnya, salah satu instrumen investasi favorit adalah emas. Emas merupakan harta yang universal, nilainya cenderung naik dari tahun ke tahun. Emas juga merupakan harta yang likuid dan mudah diperjualbelikan. Emas selain menjadi instrumen investasi juga menjadi alat perhiasan. Jadi, sambil berhias bisa melakukan investasi.

Contoh harta lainnya yang bernilai investasi tinggi adalah perusahaan atau lini usaha tertentu. Harta ini harus dikelola dengan baik agar bisa tetap lestari dan bisa dimanfaatkan di masa depan. Tantangan investasi usaha produktif adalah keterampilan manajemen bisnis yang baik.

Objek investasi berikutnya adalah investasi ilmu yang baik. Ilmu adalah investasi nonharta. Meski demikian, nilai guna dan manfaatnya sangat tinggi di masa depan. Semakin banyak ilmu yang kita miliki, maka semakin luas pengetahuan kita tentang persiapan masa depan. Semakin banyak ilmu dan kompetensi yang kita miliki, maka semakin banyak sumber rezeki yang bisa kita peroleh.

Satu lagi jenis objek investasi adalah amal yang baik. Investasi jenis ini memang tidak terlihat jelas secara fisik, namun dampaknya signifikan besar dalam menghadirkan rezeki atau harta yang bisa dimanfaatkan di masa depan. Kunci utama dari investasi amal adalah selalu melakukan kebaikan terhadap diri, keluarga dan sesama. Selain itu, perbanyak sedekah dan silaturahim . Banyak dalil yang menyatakan bahwa silaturahim dan sedekah itu bisa menghadirkan rezeki yang bisa kita pergunakan di masa depan.

Keempat, cara memerolehnya dengan jalan yang baik. Cara memeroleh harta yang menjadi objek investasi ini juga merupakan hal penting yang harus diperhatikan. Kamu harus memastikan bahwa semua harta yang jadi objek investasi tersebut harus dilakukan dengan cara yang baik.

Harta investasi tersebut juga bisa dimiliki dengan tunai atau secara angsuran. Contoh instrumen angsuran dalam rangka memiliki harta investasi tersebut adalah KPR Syariah, KKB Syariah, Tabungan Emas  atau produk Mulia  dari Pegadaian Syariah.

Ilmu juga bisa dipersiapkan dengan baik, misalnya dengan program pendidikan yang terencana. Program ini disediakan oleh berbagai Lembaga Keuangan Syariah seperti Tabungan Perencanaan. Dalam rangka investasi ilmu dan mempersiapkan pendidikan di masa depan, kamu juga bisa memaksimalkan produk Tabungan Emas dan Mulia dari Pegadaian Syariah untuk biaya di masa depan.

Kelima, penggunaannya untuk hal yang baik. Ketika kamu memiliki harta investasi seperti tanah, rumah, kendaraan, emas dan uang, maka instrumen ini harus kamu pergunakan untuk kebaikan. Hal ini bisa menyebabkan hadirnya kebaikan dan tambahan rezeki berikutnya.

Penggunaan objek investasi yang baik ini juga tergantung dari perencanaan pengelolaan harta investasi. Misalnya, tanah atau rumah yang kamu miliki, kamu pergunakan untuk aktivitas keluarga dan kebaikan. Ketika kamu memiliki kendaraan, kamu memanfaatkannya dengan baik. Ketika kamu memiliki uang dan emas, kamu juga menggunakannya untuk kebaikan. Jangan lupakan kewajiban untuk membayar zakat.

Demikian 5 ciri investasi masa depan yang baik. Semoga bermanfaat.

 

Artikel ditulis oleh Tim Advika, keterangan lebih lanjut hubungi e-mail info@advikamedia.com




Komentar Artikel "5 Ciri Investasi yang Baik untuk Masa Depan"