5 Keistimewaan Bulan Ramadan yang Perlu Kamu Ketahui - Pegadaian Syariah
logo

5 Keistimewaan Bulan Ramadan yang Perlu Kamu Ketahui

8 bulan yang lalu    
5 Keistimewaan Bulan Ramadan yang Perlu Kamu Ketahui

Ramadan adalah bulan diwajibkannya puasa. Allah berfirman dalam Al-Qur’an Surat Al-Baqarah ayat 183, yakni “Hai orang-orang yang beriman, ditetapkan atas kalian puasa sebagaimana ditetapkan atas orang-orang sebelum kalian, agar kalian bertaqwa.” Itulah perintah Allah kepada orang beriman untuk berpuasa agar menjadi kaum bertakwa.

Dalam tafsirnya, Ibnu Katsir menegaskan bahwa Allah juga telah mewajibkan puasa kepada orang-orang sebelum mereka (orang beriman), karena itu ada suri teladan bagi mereka dalam hal ini. Maka hendaklah mereka bersungguh-sungguh dalam menjalankan kewajiban ini dengan lebih sempurna daripada yang telah dijalankan oleh orang-orang sebelum mereka. 

Allah juga berfirman, “Barangsiapa yang menyaksikan masuknya bulan (Ramadan), maka berpuasalah.” Ibnu Katsir menafsirkan bahwa puasa (Ramadan) ini merupakan kewajiban yang bersifat pasti bagi orang yang menyaksikan permulaan bulan (Ramadan), artinya bermukim di tempat tinggalnya (tidak melakukan perjalanan jauh) ketika masuk bulan Ramadan, sedang ia benar-benar dalam keadaan sehat fisik, maka ia harus berpuasa.

Inilah keistimewaan paling utama dari bulan Ramadan, yakni sebagai bulan diwajibkannya puasa yang merupakan salah satu landasan penegak bangunan Islam. Abu Abdurrahman Abdullah bin Umar bin Khaththab ra berkata: Aku pernah mendengar Rasululah SAW bersabda: “Islam dibangun atas lima pekara. (1) Persaksian bahwa tiada Tuhan selain Allah, dan Muhammad Rasul Allah, (2) mendirikan shalat, (3) mengeluarkan zakat, (4) melaksanakan ibadah haji, dan (5) berpuasa Ramadan”. [HR Bukhari dan Muslim].

Selain menjadi bulan diwajibkannya puasa, Ramadan memiliki 5 keistimewaan sebagai berikut:

Pertama, bulan diturunkannya Al-Qur’an. Allah berfirman, “(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan)  sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang batil).” (Al-Qur’an Surat Al-Baqarah ayat 185).

Ibnu Katsir tatkala menafsirkan ayat yang mulia ini mengatakan, ”(dalam ayat ini) Allah memuji bulan puasa –yaitu bulan Ramadan- dari bulan-bulan lainnya. Allah memuji demikian karena bulan ini telah Allah pilih sebagai bulan diturunkannya Al-Qur’an. Pada bulan Ramadan ini Allah juga telah menurunkan kitab ilahiyah lainnya kepada para Nabi ’alaihimus salam.”

Al-Qur’an adalah mukjizat utama yang diturunkan kepada Rasulullah SAW dan ummatnya sebagai petunjuk bagi manusia dari kegelapan menuju cahaya. Dengan kitab ini, Allah memperlihatkan kebenaran atau kesenyataan (al-haqq) dari kebatilan.  Al-Qur’an adalah kitab suci yang di dalamnya terkandung kemaslahatan (kebaikan) dan kebahagiaan (kemenangan) bagi umat manusia, serta keselamatan di dunia dan di akhirat. Di kalangan masyarakat, waktu turunnya Al-Qur’an diperingati sebagai Nuzulul Quran yang jatuh pada tanggal 17 bulan Ramadan.

Kedua, bulan hadirnya lailatul qadr. Allah berfirman dalam Al-Qur’an Surat Al-Qadr ayat 1-3, ”Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al Quran) pada lailatul qadar (malam kemuliaan). Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan.” Allah secara lugas menyebutkan keutamaan ibadah pada malam lailatul qadr setara dengan pahala ibadah seribu bulan.

Allah juga berfirman dalam Al-Qur’an Surat Ad-Dukhan ayat 3, ”Sesungguhnya Kami menurunkannya pada suatu malam yang diberkahi dan sesungguhnya Kami-lah yang memberi peringatan.” Malam yang diberkahi ini maksudnya adalah malam lailatul qadr. Pendapat ini dikuatkan oleh Ibnu Jarir ath Thobari dan menjadi pendapat mayoritas ulama termasuk Ibnu Abbas ra.

Syaikh ‘Abdurrahman bin Nashir As-Sa’di juga menyatakan, “Amalan yang dilakukan di malam lailatul qadr lebih baik daripada amalan yang dilakukan di seribu bulan yang tidak terdapat lailatul qadr. Itulah yang membuat akal dan pikiran menjadi tercengang. Sungguh menakjubkan, Allah memberi karunia pada umat yang lemah bisa beribadah dengan nilai seperti itu. Amalan di malam tersebut sama dan melebihi ibadah pada seribu bulan. Lihatlah, umur manusia seakan-akan dibuat begitu lama hingga delapan puluh tahunan.” (Tafsir As-Sa’di, hlm. 977).

Para ulama menafsirkan malam lailatul qadr ini terjadi pada hari ganjil di sepertiga akhir bulan Ramadan, tepatnya di sepertiga malam terakhir. Oleh karena itu, kita dianjurkan untuk memperbanyak ibadah pada malam-malam tersebut, terutama membaca Al-Qur’an dan i’tikaf.

Ketiga, bulan dilipatgandakannya amal. Dari Abu Hurairah, Rasulullah SAW bersabda, “Setiap amalan kebaikan yang dilakukan oleh manusia akan dilipatgandakan dengan sepuluh kebaikan yang semisal hingga tujuh ratus kali lipat. Allah Ta’ala berfirman (yang artinya), “Kecuali amalan puasa. Amalan puasa tersebut adalah untuk-Ku. Aku sendiri yang akan membalasnya. Disebabkan dia telah meninggalkan syahwat dan makanan karena-Ku. Bagi orang yang berpuasa akan mendapatkan dua kebahagiaan yaitu kebahagiaan ketika dia berbuka dan kebahagiaan ketika berjumpa dengan Rabbnya. Sungguh bau mulut orang yang berpuasa lebih harum di sisi Allah daripada bau minyak kasturi.” (HR. Bukhari No. 1904, 5927 dan HR. Muslim No. 1151).

Ibnu Rajab Al Hambali  mengatakan, “Sebagaimana pahala amalan puasa akan berlipat-lipat dibanding amalan lainnya, maka puasa di bulan Ramadan lebih berlipat pahalanya dibanding puasa di bulan lainnya. Ini semua bisa terjadi karena mulianya bulan Ramadan dan puasa yang dilakukan adalah puasa yang diwajibkan oleh Allah pada hamba-Nya. Allah pun menjadikan puasa di bulan Ramadan sebagai bagian dari rukun Islam, tiang penegak Islam.” (Lathaif Al-Ma’arif, hlm. 271).

Keempat, setan dibelenggu, ditutupnya pintu neraka, dan dibukanya pintu surga. Dari Abu Hurairah, Rasulullah SAW bersabda, “jika bulan Ramadan tiba, maka dibukalah pintu-pintu surga, ditutuplah pintu-pintu neraka, dan setan-setan dibelenggu”. (HR. Bukhari No. 1898, 1899 dan HR. Muslim No. 1079).

Pada bulan suci Ramadan, pintu surga dibuka oleh karena banyaknya amal kebaikan yang disyariatkan dan dianjurkan untuk dilaksanakan, dalam rangka meraih surga. Allah berfirman, “Masuklah kamu ke dalam surga itu disebabkan apa yang telah kamu kerjakan” (Al-Qur’an Surat An-Nahl Ayat 32).

Pada bulan suci Ramadan, pintu neraka ditutup oleh karena kita harus menekan perilaku maksiat yang bisa menjerumuskan kita ke neraka. Allah berfirman, “Adapun orang yang melampaui batas, dan lebih mengutamakan kehidupan dunia, maka sesungguhnya nerakalah tempat tinggal(nya)” (Al-Qur’an Surat An-Nazi’at Ayat 37-39).

Kelima, bulan dikabulkannya doa. Rasulullah SAW bersabda, ”Sesungguhnya Allah membebaskan beberapa orang dari api neraka pada setiap hari di bulan Ramadan,dan setiap muslim apabila dia memanjatkan doa maka pasti dikabulkan.” HR. Al Bazaar, dari Jabir bin ‘Abdillah. Al Haitsami dalam Majma’ Az Zawaid (10/149) mengatakan bahwa perowinya tsiqoh (terpercaya). Lihat Jaami’ul Ahadits, 9/224.

Rasulullah SAW juga bersabda, “Tiga orang yang do’anya tidak tertolak: orang yang berpuasa sampai ia berbuka, pemimpin yang adil, dan do’a orang yang dizholimi”. (HR. At Tirmidzi No. 3598. At Tirmidzi mengatakan bahwa hadits ini Hasan). Menurut an Nawawi, “Disunnahkan bagi orang yang berpuasa ketika ia dalam keadaan berpuasa untuk berdo’a demi keperluan akhirat dan dunianya, juga pada perkara yang ia sukai serta jangan lupa pula untuk mendoakan kaum muslimin lainnya.”

Demikian 5 keistimewaan bulan Ramadan yang perlu kamu ketahui, semoga amalan ibadah Ramadan kita berlimpah barakah, rahmah dan maghfirah dari Allah SWT. Amin.

 

Artikel ditulis oleh Tim Advika, keterangan lebih lanjut hubungi e-mail info@advikamedia.com



Artikel Terkait


  2 tahun yang lalu
  2 tahun yang lalu
  2 tahun yang lalu
  2 tahun yang lalu

Komentar Artikel "5 Keistimewaan Bulan Ramadan yang Perlu Kamu Ketahui"