5 Keutamaan Berkurban dan Dalilnya - Pegadaian Syariah
logo

5 Keutamaan Berkurban dan Dalilnya

5 bulan yang lalu    
5 Keutamaan Berkurban dan Dalilnya

Ibadah kurban merupakan salah satu ibadah yang utama bagi seorang Muslim, bahkan hukumnya wajib bagi orang yang mampu. Hal ini sesuai hadits Rasulullah SAW, dari Abu Hurairah ra bahwa Rasulullah SAW bersabda, " Barangsiapa mempunyai kemudahan untuk berkurban, namun ia belum berkurban, maka janganlah sekali-kali ia mendekati tempat salat kami ." (HR Ahmad dan Ibnu Majah. Hadits shahih menurut Hakim).

Ibadah kurban merupakan ajaran yang sudah ada sejak Nabi Ibrahim as, bermula ketika Nabi Ibrahim as diperintahkan Allah untuk menyembelih putra tercintanya, Nabi Isma’il as. Hal ini sesuai hadits Rasulullah SAW, “Berkata kepada kami Muhammad bin Khalaf Al ‘Asqalani, berkata kepada kami Adam bin Abi Iyas, berkata kepada kami Sullam bin Miskin, berkata kepada kami ‘Aidzullah, dari Abu Daud, dari Zaid bin Arqam, dia berkata: berkata para sahabat Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam: “Wahai Rasulullah, hewan kurban apa ini?” Beliau bersabda: “Ini adalah sunah bapak kalian, Ibrahim.” Mereka berkata: “Lalu pada hewan tersebut, kami dapat apa wahai Rasulullah?” Beliau bersabda: “Pada setiap bulu ada satu kebaikan.” Mereka berkata: “Bagaimana dengan shuf (bulu domba)?” Beliau bersabda: “Pada setiap bulu shuf ada satu kebaikan. ” (HR. Ibnu Majah No. 3127). Sebagai seorang Muslim, tidak ada salahnya kita untuk mengetahui keutamaan berkurban dan dalilnya.

Pertama , sebagai bukti takwa kepada Allah. Berkurban adalah bukti utama ketaatan kita atas perintah Allah SWT. Hal ini sesuai firman Allah, “Daging-daging unta dan darahnya itu sekali-kali tidak dapat mencapai (keridhaan) Allah, tetapi ketakwaan dari kamulah yang dapat mencapainya.”  (Al-Qur’an Surat Al-Hajj ayat 37).

Ibnu Katsir menafsirkan bahwaAllah SWT berfirman bahwa sesungguhnya telah disyariatkan bagi kalian menyembelih hewan-hewan ternak itu sebagai kurban agar kalian menyebut nama-Nya saat menyembelihnya. Karena sesungguhnya Dialah Yang Maha Pencipta lagi Maha Pemberi Rezeki, tiada sesuatu pun dari daging atau darah hewan-hewan kurban itu yang dapat mencapai rida Allah. Sesungguhnya Dia Mahakaya dari selain-Nya. Orang-orang Jahiliyah di masa silam bila melakukan kurban buat berhala-berhala mereka, maka mereka meletakkan pada berhala-berhala itu daging kurban mereka, dan memercikkan darah hewan kurban mereka kepada berhala-berhala itu. Maka hadirlah firman Allah dalam Surat Al-Hajj tersebut.

Berkurban juga merupakan bukti ketaatan kita menjalankan syariat Islam yang telah digariskan Allah sesuai firman-Nya, “Dan bagi tiap-tiap umat telah Kami syariatkan penyembelihan (kurban), supaya mereka menyebut nama Allah terhadap binatang ternak yang telah direzekikan Allah kepada mereka, maka Tuhanmu ialah Tuhan Yang Maha Esa, karena itu berserah dirilah kamu kepada-Nya. Dan berilah kabar gembira kepada orang-orang yang tunduk patuh (kepada Allah). ” (Al-Qur’an Surat Al-Hajj ayat 34).

Ibadah Kurban ini juga salah satu pintu terbaik dalam mendekatkan diri kepada Allah SWT sebagaimana halnya ibadah salat. Allah berfirman dalam Al-Qur’an Surat Al-Kautsar ayat 2, “ Maka salatlah untuk Tuhanmu dan sembelihlah kurban .” Ibnu Katsir menafsirkan , “Maka kerjakanlah salat fardu dan salat sunatmu dengan ikhlas karena Allah dan juga dalam semua gerakmu. Sembahlah Dia semata, tiada sekutu bagi-Nya; dan sembelihlah korbanmu dengan menyebut nama-Nya semata, tiada sekutu bagi-Nya .” 

Kedua, sebagai bukti pembeda dari orang kafir. Umat lain ternyata juga melakukan penyembelihan hewan ternak. Sebagai contoh, orang Jahiliyah masa lalu juga melakukan aktivitas kurban. Hanya saja penyembelihannya tidak dilakukan sesuai syariat Islam dan hewan kurban dijadikan sebagai sesembahan kepada selain Allah.

Tujuan kurban dalam syariat Islam adalah dalam rangka menjalankan perintah Allah. Hal ini sesuai Firman Allah dalam Al-Qur’an Surat Al-An’am ayat 162-163, “Katakanlah, ‘Sesungguhnya shalatku, sembelihanku (kurbanku), hidupku, dan matiku hanyalah untuk Allah, Rabb semesta alam, tiada sekutu baginya; dan demikian itulah yang diperintahkan kepadaku dan aku adalah orang yang pertama-tama menyerahkan diri (kepada Allah) .”

Ketiga , sebagai pahala, ampunan dan saksi amal kebaikan di hari akhir. Ketika kita menjalankan ibadah kurban, maka pahala yang amat besar telah dijanjikan oleh Allah. Rasulullah SAW bersabda, “ Pada tiap-tiap lembar bulunya itu kita memperoleh satu kebaikan .” (HR. Ahmad dan Ibnu Majah).

Rasulullah SAW juga telah bersabda kepada anaknya, Fatimah, ketika beliau ingin menyembelih hewan kurban. “ Fatimah, berdirilah dan saksikan hewan sembelihanmu itu. Sesungguhnya kamu diampuni pada saat awal tetesan darah itu dari dosa-dosa yang kamu lakukan. Dan bacalah: Sesungguhnya shalatku, sembelihanku, hidupku dan matiku hanya untuk Allah  SWT, Rabb alam semesta.” (HR. Abu Daud  dan At-Tirmizi). Hal ini menegaskan pahala ampunan karena telah melaksanakan ibadah Kurban.

Pada hari akhir nanti, hewan yang kita kurbankan juga akan menjadi saksi amalan kita. Rasulullah SAW bersabda, “Tidak ada amalan yang dikerjakan anak Adam ketika hari (raya) kurban yang lebih dicintai oleh Allah Azza Wa Jalla dari mengalirkan darah, sesungguhnya pada hari kiamat ia akan datang dgn tanduk-tanduknya, kuku-kukunya & bulu-bulunya. Dan sesungguhnya darah tersebut akan sampai kepada Allah Azza Wa Jalla sebelum jatuh ke tanah, maka perbaguslah jiwa kalian dengannya.”  (HR. Ibnu Majah No.3117).

Keempat , sebagai amal saleh paling dicintai di Hari Idul Adha. Sebuah hadits yang diriwayatkan Sayyidah Aisyah ra bahwa Rosulullah telah bersabda, “ Tidak ada suatu amalan yang paling dicintai Allah  dari Bani Adam ketika hari raya Idul Adha selain menyembelih hewan kurban.” (HR. Tirmidzi, Ibnu Majah, dan Hakim).

Ada lagi hadits dari Abu Hurairah ra bahwa Rasulullah SAW bersabda, " Barangsiapa mempunyai kemudahan untuk berkurban, namun ia belum berkurban, maka janganlah sekali-kali ia mendekati tempat sholat kami ." (HR Ahmad dan Ibnu Majah. Hadits shahih menurut Hakim. Hadits mauquf menurut para imam hadits selainnya). Hadits ini menegaskan kecintaan Rasulullah kepada orang mampu yang mau berkurban.

Kelima, sebagai bukti kesalehan ekonomi dan sosial. Ibadah kurban jelas memiliki dampak positif pada aspek ekonomi dan sosial. Idul Adha menghadirkan peluang bisnis yang menggiurkan, yakni bisnis hewan kurban. Perhatikan saja begitu Idul Adha menjelang, banyak pengusaha hewan kurban bermunculan. Sebagai pelengkap Idul Adha, kebutuhan bahan makanan pun meningkat. Ini sangat positif membantu perekonomian masyarakat.

Selain itu, distribusi hewan Kurban selain untuk yang melaksanakan ibadah kurban juga jelas kepada orang yang membutuhkan, seperti fakir dan miskin di sekitar kita. Kita bisa memahami bahwa fakir miskin jarang makan daging, sehingga pada hari raya Idul Adha ini mereka berkesempatan makan daging. Ini menjadi bukti nyata solidaritas kepada ummat.

Syariat Pembagian daging hewan Kurban ini bisa disimak Hadits Rasulullah SAW dari Ali Ibnu Abu Thalib ra, ia berkata, “ Rasulullah SAW memerintahkan kepadaku untuk mengurusi kurban-kurbannya; membagi-bagikan daging, kulit dan pakaiannya kepada orang-orang miskin, dan aku tidak diperbolehkan memberi suatu apapun dari kurban kepada penyembelihnya . (Muttafaq Alaihi).

Demikian keutamaan berkurban dan dalilnya. Semoga ibadah kurban kita diterima Allah dan menjadi amal kebaikan bagi diri kita dan sesama. Amin.

 

Artikel ditulis oleh Tim Advika, keterangan lebih lanjut hubungi e-mail info@advikamedia.com



Artikel Terkait


  2 tahun yang lalu
  2 tahun yang lalu
  2 tahun yang lalu
  2 tahun yang lalu

Komentar Artikel "5 Keutamaan Berkurban dan Dalilnya"