5 Keutamaan Sedekah dalam Islam yang Perlu Kamu Ketahui - Pegadaian Syariah
logo

5 Keutamaan Sedekah dalam Islam yang Perlu Kamu Ketahui

3 bulan yang lalu    
5 Keutamaan Sedekah dalam Islam yang Perlu Kamu Ketahui

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, sedekah (shadaqah/shodaqoh) adalah pemberian sesuatu kepada fakir miskin atau yang berhak menerimanya, di luar kewajiban zakat dan zakat fitrah sesuai dengan kemampuan pemberi. Sedekah merupakan hal baik yang memiliki berbagai keutamaan. Ada banyak keutamaan sedekah, berikut beberapa di antaranya:

Pertama, sedekah bisa berupa apa saja asal bernilai kebaikan. Kondisi ini memudahkan kita untuk memiliki amal baik berupa sedekah. Rasulullah SAW bersabda, "Setiap sendi manusia perlu bersedekah, setiap hari matahari terbit ada orang mengadili dua orang adalah sedekah. Membantu orang dengan mengangkat barang ke atas binatang tunggangan adalah sedekah. Satu kalimat yang baik adalah sedekah. Setiap langkah untuk mengerjakan salat adalah sedekah dan membuang sesuatu berbahaya di jalanan adalah sedekah” (HR. Bukhari).

Rasulullah SAW juga bersabda, “Setiap Muslim harus bershadaqah.” Salah seorang sahabat bertanya, “Bagaimana pendapatmu, wahai Rasulullah, jika ia tidak mendapatkan (harta yang dapat disedekahkan)?” Rasulullah SAW bersabda, “Bekerja dengan tangannya sendiri kemudian ia memanfaatkannya untuk dirinya dan bersedekah.” Salah seorang sahabat bertanya, “Bagaimana jika ia tidak mampu, wahai Rasulullah SAW?” Beliau bersabda, “Menolong orang yang membutuhkan lagi teraniaya.” Salah seorang sahabat bertanya, “Bagaimana jika ia tidak mampu, wahai Rasulullah SAW?” Beliau menjawab, “Mengajak pada yang ma’ruf atau kebaikan.” Salah seorang sahabat bertanya, “Bagaimana jika ia tidak mampu, wahai Rasulullah SAW?” Beliau menjawab, “Menahan diri dari perbuatan buruk, itu merupakan shadaqah.” (HR. Muslim).

Ada sedekah yang sangat sederhana namun bernilai pahala yang tinggi. Rasulullah SAW bersabda, “Kamu menyingkirkan batu, duri dan tulang dari tengah jalan itu adalah sedekah bagimu”(HR. Bukhari). Rasulullah SAW juga bersabda, “Senyummu kepada saudaramu adalah sedekah” (HR. At-Tirmidzi).

Hadits-hadits tersebut menegaskan bahwa sedekah itu mudah, bisa dilakukan oleh siapa saja yang mau. Banyak kebaikan bernilai sedekah, misalnya berbuat adil, membantu orang lain, menyingkirkan hal yang berbahaya, mengerjakan salat, menolong orang yang teraniaya, mengajak pada hal baik dan kebaikan, dan berbagai kebaikan lainnya.

Kedua, sebagai amal yang tak akan putus. Dari Abu Hurairah, Rasulullah SAW bersabda, Jika seseorang meninggal dunia, maka terputuslah amalannya kecuali tiga perkara (yaitu): sedekah jariyah, ilmu yang dimanfaatkan, atau do’a anak yang saleh” (HR. Muslim No. 1631). Hadits ini menegaskan bahwa sedekah jariyah menjadi salah satu penyebab tetap lestarinya amal manusia.

Hadits lain dari Abu Hurairah, ia berkata sesungguhnya ada seorang lelaki yang bertanya kepada Rasulullah SAW, “Sesungguhnya ayahku telah mati dan tidak punya harta tidak pula berwasiat, apakah tidak menyalahinya jika aku bersedekah atas namanya? “Ya“ (Shahih Muslim 3/254, Sunan Nasai 6/251 (derajat hadits shahih). Hadits ini menegaskan bahwa manusia yang telah meninggal dunia, bisa menerima manfaat atas nama sedekah dari orang yang masih hidup.

Kedua hadits tersebut sepertinya berlawanan makna, namun jika dicermati lagi ternyata maksudnya berbeda. Hadits pertama bermakna bahwa semua sedekah jariyah yang telah dilakukan selama hidup, akan terus menerus memberi kemanfaatan bagi orang yang telah meninggal dunia selama sedekahnya masih dimanfaatkan oleh pihak yang menerimanya. Sedangkan pada hadits kedua, fokus maknanya adalah bahwa orang yang sudah meninggal bisa memperoleh manfaat dari kebaikan yang dilakukan oleh orang yang masih hidup, salah satunya adalah pahala sedekah orang yang masih hidup.

Sedekah juga bisa memperpanjang umur dan amal. Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya sedekahnya orang Muslim itu dapat menambah umurnya, dapat mencegah kematian yang buruk (su’ul khotimah), Allah akan menghilangkan darinya sifat sombong, kefakiran dan sifat bangga pada diri sendiri” (HR. Thabrani).

Ketiga, dapat menghapus dosa. Rasulullah SAW bersabda, “Sedekah itu dapat menghapus dosa sebagaimana air itu memadamkan api (HR. At-Tirmidzi). Rasulullah SAW bersabda, “Jauhkan dirimu dari api neraka walaupun hanya dengan (sedekah) sebutir kurma” (Muttafaqun ‘alaih). Hadits ini juga menunjukkan bahwa selain menghapus dosa, sedekah juga menjauhkan diri dari api neraka.

Rasulullah SAW juga bersabda "Bahwasanya diciptakan dari setiap anak cucu Adam tiga ratus enam puluh persendian. Maka barangsiapa yang bertakbir, bertahmid, bertasbih, beristighfar, menyingkirkan batu, duri atau tulang dari jalan, amar ma’ruf nahi mungkar, maka akan dihitung sejumlah tiga ratus enam puluh persendian. Dan ia sedang berjalan pada hari itu, sedangkan ia dibebaskan dirinya dari api neraka” (HR. Muslim). Hadits-hadits tersebut menegaskan keutamaan sedekah sebagai pembebas dari api neraka.

Keempat, sedekah itu menyucikan, membersihkan, dan menyehatkan diri. Allah berfirman dalam Al-Qur’an At-Taubah ayat 103-104, “Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan sedekah (zakat) itu kamu membersihkan dan menyucikan mereka, dan berdoalah untuk mereka. Sesungguhnya doa kamu itu (menjadi) ketenteraman jiwa bagi mereka. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. Tidakkah mereka mengetahui, bahwasanya Allah menerima tobat dari hamba-hamba-Nya dan menerima sedekah (zakat), dan bahwa Allah Maha Penerima tobat lagi Maha Penyayang.”

Ayat ini menerangkan tentang fungsi sedekah wajib yakni zakat. Ibnu Katsir menafsirkan bahwa Allah SWT memerintahkan Rasul-Nya untuk mengambil sedekah (zakat) dari harta mereka guna membersihkan dan menyucikan mereka melalui sedekah (zakat) itu. Pengertian ayat ini umum, sekalipun sebagian ulama mengembalikan dhamir yang terdapat pada lafaz amwalihim kepada orang-orang yang mengakui dosa-dosa mereka dan yang mencampurbaurkan amal saleh dengan amal buruknya. 

Oleh karena itulah ada sebagian orang yang enggan membayar zakat dari kalangan orang-orang Arab Badui menduga bahwa pembayaran zakat bukanlah kepada imam, dan sesungguhnya hal itu hanyalah khusus bagi Rasulullah SAW. Mereka beralasan dengan firman Allah SWT yang mengatakan: Ambillah sedekah (zakat) dari sebagian harta mereka (QS At-Taubah: 103) hingga akhir ayat.

Pemahaman dan takwil yang rusak ini dijawab dengan tegas oleh Khalifah Abu Bakar As-Siddiq dan sahabat lainnya dengan memerangi mereka, hingga mereka mau membayar sedekah (zakatnya) kepada khalifah, sebagaimana dahulu mereka membayarnya kepada Rasulullah SAW hingga dalam kasus ini Khalifah Abu Bakar r.a. pernah berkata, Demi Allah, seandainya mereka membangkang terhadapku, tidak mau menunaikan sedekah (zakat) ternak untanya yang biasa mereka tunaikan kepada Rasulullah SAW, maka sungguh aku benar-benar akan memerangi mereka karena pembangkangannya itu.

Kelima, sebagai penyebab dilipatgandakannya amal. Allah berfirman dalam Al-Qur’an surat Al-Hadid ayat 18, “Sesungguhnya orang-orang yang bersedekah baik laki-laki maupun perempuan dan meminjamkan kepada Allah dengan pinjaman yang baik, niscaya akan dilipatgandakan (pahalanya) kepada mereka dan bagi mereka pahala yang banyak.” Dalam sebuah hadits Qudsi dikatakan, “Barang siapa berniat untuk bersedekah, kecepatan Allah membalasnya lebih dari gerakan sedekahnya.”

Allah juga berfirman dalam surat Al-Baqarah ayat 261, “Perumpamaan orang-orang yang mendermakan (sedekah) harta bendanya di jalan Allah, seperti (orang yang menanam) sebutir biji yang menumbuhkan tujuh untai dan tiap-tiap untai terdapat seratus biji dan Allah melipat gandakan (balasan) kepada orang yang dikehendaki, dan Allah Maha Luas (anugrahNya) lagi Maha Mengetahui.”

Rasulullah SAW bersabda, “Harta tidak akan berkurang dengan sedekah. Dan seorang hamba yang pemaaf pasti akan Allah tambahkan kewibawaan baginya.” (HR. Muslim, no. 2588). Hadits ini menegaskan bahwa selain melipatgandakan amal, sedekah juga tidak akan mengurangi harta.

Demikian keutamaan sedekah beserta dalil-dalilnya yang perlu kamu ketahui. Semoga bisa memberikan dorongan kepada kita semua untuk meningkatkan sedekah, baik sedekah material maupun nonmaterial. Amin.

 

Artikel ditulis oleh Tim Advika, keterangan lebih lanjut hubungi e-mail info@advikamedia.com



Artikel Terkait


  2 tahun yang lalu
  2 tahun yang lalu
  2 tahun yang lalu
  2 tahun yang lalu

Komentar Artikel "5 Keutamaan Sedekah dalam Islam yang Perlu Kamu Ketahui"