5 Tips Hemat untuk Mudik Lebaran yang Aman dan Nyaman - Pegadaian Syariah
logo

5 Tips Hemat untuk Mudik Lebaran yang Aman dan Nyaman

7 bulan yang lalu    
5 Tips Hemat untuk Mudik Lebaran yang Aman dan Nyaman

Mudik lebaran merupakan tradisi khas masyarakat Indonesia. Menurut data Kementerian Perhubungan, pada tahun 2017 lalu ada 18,6 juta pemudik yang didominasi dari kota Jabodetabek ke berbagai wilayah di seluruh Indonesia. Moda transportasi yang digunakan pun beragam, mulai dari sepeda motor, kereta, bus, mobil pribadi, pesawat, sampai kapal laut.

Tradisi mudik Lebaran pun identik dengan pemberian angpau, parcel, oleh-oleh Lebaran, baju baru, kendaraan baru, dan berbagai hal baru yang sengaja disiapkan dalam rangka menyemarakkan suasana Lebaran. Pengeluaran pun mendadak membengkak. Bahkan sejak Ramadan pun sudah mengalami peningkatan pengeluaran untuk kebutuhan sehari-hari.

Oleh sebab itu, mari cermat dalam mengatur pengeluaran mudik Lebaran agar keuangan tidak bangkrut sehabis Lebaran. Berikut ini adalah tips hemat mudik Lebaran yang aman dan nyaman.

Pertama, menata anggaran.Penataan anggaran dimulai dari penyusunan keuangan yang harus dilakukan jauh-jauh hari sebelum Ramadan tiba. Hal ini dilakukan karena harga-harga cenderung meroket ketika Lebaran tiba. Belilah berbagai kebutuhan penting dalam rangka mudik Lebaran seperti tiket. Lazimnya, seperti tiket kereta, sudah habis dipesan bahkan sebelum Ramadan tiba.

Jangan lupa, pastikan mana kebutuhan dan mana keinginan. Tulis item-item kebutuhan yang harus dipenuhi dalam rangka Ramadan dan mudik Lebaran. Contoh kebutuhan dalam rangka mudik adalah biaya transportasi, biaya makan, dan bekal selama Lebaran. Keperluan lain seperti angpau, parcel, oleh-oleh, baju baru, kendaraan pribadi, dan perhiasan, bisa menyusul kemudian jika kebutuhan utama sudah terpenuhi.

Pangkas pengeluaran tidak penting. Selalu prioritaskan pengeluaran dalam rangka memenuhi kebutuhan yang penting. Kamu harus terus selektif dalam memberikan alokasi pengeluaran. Perhatikan juga situasi dan kondisi yang terjadi dalam mengambil keputusan pengeluaran dana, agar efektif dan efisien.

Selain itu, perhatikan cashflow kamu. Cermati sumber pendapatan rutin dan non rutin yang kamu miliki. Pengeluaran dan prioritas kebutuhan pun akan tergantung pada seberapa besar jumlah pendapatan kamu. Jangan sampai terjadi besar pasak daripada tiang. Jangan sampai kebobolan dengan besar pengeluaran daripada pendapatan.

Persiapkan juga bekal selama mudik. Kamu harus memperhatikan anggaran bekal perjalanan selama mudik, terutama jika menggunakan kendaraan pribadi. Biasanya anggaran bengkak terkait pengeluaran selama di perjalanan, misalnya saat mampir di kota A, terbersit keinginan untuk beli oleh-oleh atau belanja barang khas kota A. Padahal, banyak kota yang akan dilalui selama perjalaan mudik. Jika tidak bijak mengendalikan diri, maka pengeluaran untuk belanja selama perjalanan mudik pun akan membengkak.

Kedua, hemat berbelanja. Keperluan mudik tidak bisa dilepaskan dari aktivitas yang satu ini, yakni belanja. Agar hemat, kamu bisa mencoba belanja sendiri, dengan begitu bisa membuat kita lebih tertib berbelanja sesuai dengan perencanaan yang sudah dibuat. Belanja ramai-ramai biasanya akan datang ide baru untuk membeli hal yang sebelumnya tidak direncanakan, apalagi jika dikasih saran oleh rekan belanja.

Pada saat belanja, silahkan gunakan uang tunai. Uang tunai terbatas sesuai dengan rencana pengeluaran yang sudah kamu buat, bisa mengendalikan diri kamu dari menambah daftar belanjaan ketika sudah di tempat belanja. Berbeda ketika kamu menggunakan kartu kredit atau kartu debit, maka perasaan memiliki banyak uang akan lebih terasa dan keinginan akan mudah muncul. Tapi ingat, hati-hatilah membawa uang tunai dalam jumlah yang banyak, agar tidak mengikat hati pencopet.

Berikutnya, jangan terlalu mudah mengikuti tren. Tren baju, sepatu, tas bahkan perhiasan, ada saja yang baru. Tren ini dibuat untuk menarik minat beli dari konsumen. Tren ini ada terus secara berkala. Dengan demikian, ketika kamu terus mengikuti tren, maka mental belanja akan tercipta terus. Ini tidak baik bagi kantong kamu.

Hati-hati juga ketika kamu belanja online. Tidak ada yang salah dengan belanja online. Hanya saja, risikonya adalah tidak sesuainya antara barang pesanan yang kamu bayangkan dengan wujud asli dari barang tersebut. Tidak menutup kemungkinan barang yang kita beli akan cacat, beda ukuran, tidak pas, warnanya kurang sesuai dengan perkiraan, dan hal-hal lain yang tidak sesuai keinginan. Mau diretur pun harus ada ongkos kirim dan lain-lain sehingga mengecewakan pembeli dan bisa juga membuat hati dongkol yang tentu saja ini merusak hati. Paling aman, transaksilah secara offline, terutama untuk barang yang tidak ada kaitan dengan ukuran badan kita seperti baju dan sepatu.

Ketiga, persiapkan rumah yang ditinggalkan. Agar mudik aman dan nyaman, persiapkan kebutuhan rumah yang ditinggalkan. Jika kita memiliki peliharaan ternak seperti ikan, burung, atau binatang lain, maka kamu bisa membayar orang yang dipercaya untuk dapat memberi makan dan merawatnya secara berkala selama kamu meninggalkan rumah. Orang tersebut juga sekaligus bisa membersihkan rumah secara berkala.

Jangan lupa tetap nyalakan lampu teras atau di posisi tertentu di luar rumah, nyalakan lampu di ruang tengah atau di kamar depan, agar terkesan ada penghuninya. Hal ini dilakukkan untuk menata risiko dari kemalingan. Tentu saja tidak semua lampu dinyalakan agar tidak boros.

Keempat, menyiapkan angpau. Angpau rasanya perlu kita siapkan terutama untuk adik, keponakan, atau saudara kita yang masih kecil. Angpau tidak usah mahal-mahal, jika tidak mampu. Bisa diisi dengan lembaran dua ribu sampai sepuluh ribu rupiah dengan uang cetakan baru. Satu hal yang bisa kamu lakukan adalah membuat kemasan amplop yang menarik, warna-warni, agar anak-anak penerima angpau menjadi antusias, sehingga tidak begitu memperhatikan jumlah isi angpau.

Jangan lupa juga ketika kamu menukarkan uang baru, jangan sampai dengan orang di pinggir jalan yang mengenakan selisih atas pertukaran uang, karena terkena riba. Riba jelas haram hukumnya. Solusinya, Bank Indonesia biasanya membuka outlet penukaran uang baru atau bisa menukar uang baru di bank syariah terdekat, dengan sebelumnya menghubungi customer service di bank syariah tersebut.

Kamu tidak perlu membuat parcel berlebihan yang diberikan untuk orang rumah di kampung nanti. Bahkan tidak perlu juga menyiapkan oleh-oleh, kecuali budget kamu sudah lebih dari cukup. Angpau untuk orang tua adalah harus. Berikan yang terbaik, apalagi untuk Ibu. Perhatikan bahwa menyenangkan hati ibu adalah kunci utama perencanaan keuangan. Senangnya hati ibu adalah sumber utama mengalirnya jalan rezeki kamu.

Kelima, siapkan transportasi terbaik.Transportasi terbaik bukan berarti harus mewah bahkan mahal, namun yang terbaik sesuai kondisi keuangan dan kondisi perjalanan. Jika masih bisa menggunakan bus, gunakan bus. Jika jaraknya jauh dan sempat pesan tiket dari jauh-jauh hari, gunakanlah kereta. Jika ke luar pulau, tentu saja gunakan pesawat, atau bahkan kapal laut. Kamu bisa terus memantau tiket murah. Berbagai agen travel online juga sudah menyajikan menu tersebut.

Selanjutnya, pilih jalur mudik terbaik. Saat ini di daerah Jawa banyak tol baru. Kamu bisa memanfaatkan fasilitas ini, tapi jangan lupa untuk merencanakan pengeluaran tol yang akan kamu lewati. Sebagai gambaran, dari Cikarang Utama sampai dengan Palimanan, biayanya sekitar 109 ribu. Kamu bisa cek tarif tol antar kota yang akan kamu lewati. Jika terlalu mahal, kamu bisa menggunakan jalur non-tol.

Jika kamu sudah menata keuangan dengan baik dari sisi perencanaan pendapatan, pengeluaran, dan ternyata masih ada kemampuan bayar, maka kamu bisa memanfaatkan pembiayaan Amanah di Pegadaian Syariah dalam rangka kepemilikan kendaraan. Kendaraan ini dibutuhkan terutama bagi kamu yang punya anak kecil atau setelah dihitung, lebih efektif dan efisien mudik dengan kendaraan pribadi.

Pembiayaan Amanah bisa diajukan oleh karyawan tetap maupun pengusaha mikro, untuk memiliki motor atau mobil dengan cara angsuran. Keunggulannya, layanan Amanah tersedia di outlet Pegadaian Syariah di seluruh Indonesia, uang muka terjangkau, angsuran tetap, jangka waktu pembiayaan mulai dari 12 bulan sampai dengan 60 bulan, transaksi sesuai prinsip syariah yang adil dan menenteramkan.

Persyaratannya pun mudah, yakni pegawai tetap suatu instansi pemerintah/swasta minimal telah bekerja selama 2 tahun, melampirkan kelengkapan fotokopi KTP (suami/isteri), fotokopi Kartu Keluarga, fotokopi SK pengangkatan sebagai pegawai / karyawan tetap, rekomendasi atasan langsung, slip gaji 2 bulan terakhir, mengisi dan menandatangani form aplikasi Amanah, membayar uang muka yang disepakati (minimal 20%), serta menandatangani akad Amanah.

Demikian tips hemat mudik Lebaran yang aman dan nyaman, selamat menikmati Lebaran bersama keluarga besar, semoga selalu dilimpahi barakah dan rahmat oleh Allah SWT. Amin.

 

Artikel ditulis oleh Tim Advika, keterangan lebih lanjut hubungi e-mail info@advikamedia.com



Artikel Terkait


  2 tahun yang lalu
  2 tahun yang lalu
  2 tahun yang lalu
  2 tahun yang lalu

Komentar Artikel "5 Tips Hemat untuk Mudik Lebaran yang Aman dan Nyaman"