Apa Saja Investasi Terbaik Menurut Islam? - Pegadaian Syariah
logo

Apa Saja Investasi Terbaik Menurut Islam?

5 bulan yang lalu      Investasi Emas
Apa Saja Investasi Terbaik Menurut Islam?

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), investasi adalah penanaman uang atau modal dalam suatu perusahaan atau proyek untuk tujuan memperoleh keuntungan. Dalam fikih Islam, investasi juga bermakna sama dengan definisi investasi menurut KBBI.

Makna investasi ini di kalangan masyarakat sudah mengalami pergeseran. Hal ini bisa terlihat pada penggunaan istilah investasi bukan dalam rangka modal usaha, seperti penggunaan istilah investasi rumah, investasi tanah, dan investasi emas. Dari sini bisa terlihat bahwa investasi dimaknai sebagai bekal harta di masa yang akan datang.

Dalam Islam, ada hadits yang menegaskan hal-hal yang bisa menjadi bekal (investasi) kita setelah mati. Rasulullah SAW bersabda: “Jika seseorang meninggal dunia, maka terputuslah amalannya kecuali tiga perkara (yaitu): sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, atau do’a anak yang sholeh” (HR. Muslim no. 1631).

Itulah 3 hal yang akan menjadi investasi kita di dunia dan di akhirat. Poin awal yang menjadi investasi kita di akhirat adalah sedekah jariyah. Bukan banyaknya harta yang akan kita bawa di akhirat, tapi seberapa banyak sedekah yang sudah kita berikan ketika kita masih di dunia.

Ilmu yang bermanfaat juga menjadi investasi utama bagi manusia beriman, baik manfaat untuk diri sendiri maupun manfaat untuk orang lain. Anak shalih yang mendoakan orang tuanya, ini juga bekal utama bagi kita kelak di hari akhir. Anak di sini bukan hanya anak biologis kita, namun anak dalam arti walad, termasuk anak asuh kita dalam keluarga maupun lingkungan pendidikan.

Itulah 3 investasi terbaik menurut Rasulullah SAW. Sekarang mari kita bahas hanya investasi poin pertama yaitu sedekah jariyah. Sedekah jariyah adalah pemberian harta kepada orang lain baik yang sifatnya wajib maupun yang sunnah untuk kebaikan yang manfaatnya terus mengalir (jariyah). Sedekah wajib disebut dengan zakat, sedekah sunnah ya sedekah itu sendiri.

Logikanya, kita tidak mungkin bisa melakukan sedekah atau zakat jika kita tidak memiliki harta. Oleh karena itu, secara teknis bisa kita cermati cara menyiapkan bekal berupa investasi harta untuk bisa melakukan sedekah tersebut.

Saat ini ada berbagai instrumen investasi yang populer di kalangan masyarakat, seperti investasi di pasar modal syariah, reksadana syariah, investasi modal kerja, investasi di lembaga keuangan syariah melalui instrumen unitlink asuransi syariah, investasi rumah, tanah, dan emas.

Masing-masing orang punya selera yang berbeda-beda dalam investasi. Namun, kita bisa dengan mudah memahami bahwa investasi yang paling likuid adalah investasi emas. Ketika kita memiliki emas, maka emas itu bisa dengan mudah dikonversi menjadi uang. Berbeda dengan investasi lain yang membutuhkan proses lama untuk mengubahnya menjadi uang.

 

Hukum Menyimpan dan Menabung Emas

Allah berfirman dalam Al-Qur’an Surat At Taubah ayat 34, “Dan orang-orang yang menyimpan emas dan perak dan tidak menafkahkannya pada jalan Allah, maka beritahukanlah kepada mereka, (bahwa mereka akan mendapat) siksa yang pedih. Ayat ini membahas secara langsung tentang orang yang menyimpan emas dan perak.

Terkait definisi al kanzu (menimbun) sebagaimana yang disebutkan pada ayat tersebut, Ibnu Katsir dalam tafsir Ibnu Katsir menyatakan bahwa Imam Malik berkata dari `Abdullah bin Dinar, dari Ibnu `Umar: “(al kanzu) adalah harta yang tidak ditunaikan zakatnya.”

Sementara itu, Ats-Tsauri dan yang lainnya berkata, dari `Ubaidillah, dari Nafi’, dari Ibnu `Umar, ia berkata: “Harta yang dikeluarkan zakatnya, maka tidak termasuk al-kanzu, meskipun berada di bumi yang ketujuh, sedangkan harta yang tidak terlihat dan tidak dikeluarkan zakatnya, maka harta tersebut termasuk al-kanzu.” Hal ini juga diriwayatkan dari Ibnu `Abbas, Jabir dan Abu Hurairah secara mauquf dan marfu’.

Dengan demikian, emas dan perak boleh disimpan atau ditabung asalkan dikeluarkan zakatnya. Jika menyimpan emas dan perak yang sudah mencapai haul dan nishab tidak dikeluarkan zakatnya, maka ia termasuk golongan al kanzu (menimbun emas dan perak) yang mendapatkan siksa pedih dari Allah SWT.

Dalam hadits shahih disebutkan, bahwa Rasulullah SAW bersabda kepada Abu Dzar:
Aku tidak suka jika aku memiliki emas sebesar (gunung) Uhud dan setelah lewat tiga hari aku masih memiliki sebagiannya, kecuali satu dinar yang aku simpan untuk membayar hutang.”

Dari uraian Al-Qur’an dan hadits Rasulullah SAW tersebut bisa disimpulkan bahwa melakukan investasi emas dengan cara menyimpan atau menabung emas, jelas bukan hal yang dilarang syariah Islam. Hanya saja, kita harus mengeluarkan zakatnya jika sudah mencapai nishab dan haul zakat.

Begitu pula, ketika kita menyimpan emas yang misalnya akan kita pergunaan nanti untuk biaya pendirian rumah, biaya pendidikan, biaya pengobatan, biaya pernikahan atau biaya lain yang memang diperlukan, ini hukumnya halal, asalkan dizakati saja jika sudah mencapai nishab dan haul.

 

Cara Investasi Emas yang Halal

Dewan Syariah Nasional MUI sudah mengeluarkan beberapa fatwa yang bisa dijadikan pedoman produk investasi emas, seperti Fatwa DSN MUI No. 77 tentang Jual Beli Emas Secara Tidak Tunai dan juga Fatwa DSN MUI No. 25 dan 26 tentang Gadai Syariah dan Gadai Emas Syariah.

Berikut ini ada beberapa cara yang bisa kamu lakukan jika kamu ingin melakukan investasi emas yang halal.

Pertama, beli emas. Silakan kamu beli emas secara tunai atau secara tidak tunai melalui Pegadaian Syariah. Kamu bisa menggunakan produk Mulia. Mulia adalah layanan penjualan emas batangan kepada masyarakat secara tunai atau angsuran dengan proses mudah dan jangka waktu yang fleksibel. Mulia dapat menjadi alternatif pilihan investasi yang aman untuk mewujudkan kebutuhan masa depan, seperti menunaikan ibadah haji, mempersiapkan biaya pendidikan anak, memiliki rumah idaman serta kendaraan pribadi.

Keunggulan produk ini adalah proses mudah dengan layanan profesional, alternatif investasi yang aman untuk menjaga portofolio aset, sebagai aset, emas batangan sangat likuid untuk memenuhi kebutuhan dana mendesak, tersedia pilihan emas batangan dengan berat mulai dari 5 gram s.d. 1 kilogram, emas batangan dapat dimiliki dengan cara pembelian tunai, angsuran, koletif (kelompok), ataupun arisan, uang muka mulai dari 10% s.d. 90% dari nilai logam mulia; jangka waktu angsuran mulai dari 3 bulan s.d. 36 bulan.

Kedua, menabung emas. Kamu bisa mengunakan produk Tabungan Emas. Tabungan Emas adalah layanan pembelian dan penjualan emas dengan fasilitas titipan dengan harga yang terjangkau. Layanan ini memberikan kemudahan kepada masyarakat untuk berinvestasi emas.

Keunggulan produk ini adalah tersedia di seluruh Indonesia, pembelian emas dengan harga terjangkau (mulai dari berat 0,01 gram atau setara Rp 5.000-an), layanan petugas yang profesional, serta alternatif investasi yang aman untuk menjaga portofolio.

Ketiga, konsinyasi emas. Kamu juga bisa menggunakan produk Konsinyasi Emas. Konsinyasi Emas adalah layanan titip-jual emas batangan di Pegadaian Syariah sehingga menjadikan investasi emas milik nasabah lebih. Keuntungan dari hasil penjualan emas batangan diberikan kepada nasabah, oleh sebab itu juga emas yang dimiliki lebih produktif. Keunggulan produk ini adalah dikelola oleh PT Pegadaian (Persero) yang merupakan BUMN terpercaya, emas Anda terproteksi 100%, transparan dalam pengelolaan, menghasilkan keuntungan yang kompetitif dengan investasi lainnya.

Mari melakukan investasi emas di Pegadaian Syariah!

 

Artikel ditulis oleh Tim Advika, keterangan lebih lanjut hubungi e-mail info@advikamedia.com




Komentar Artikel "Apa Saja Investasi Terbaik Menurut Islam?"