Apa Saja Perbedaan Haji dan Umroh? - Pegadaian Syariah
logo

Apa Saja Perbedaan Haji dan Umroh?

2 minggu yang lalu    
Apa Saja Perbedaan Haji dan Umroh?

Haji merupakan ritual ibadah mahdhoh yang sifatnya khusus, dan merupakan salah satu dari rukun Islam. Ibadah ini dilaksanakan di Mekkah. Sedangkan umroh biasanya disebut dengan haji kecil. Kedua jenis ibadah ini memiliki tata cara dan ketentuan yang berbeda.

Berikut ini adalah perbedaan haji dan umroh yang perlu kamu ketahui.

Pertama , perbedaan pengertian. Haji secara bahasa bermakna al-qoshdu (sengaja/bermaksud) yaitu mengunjungi tempat yang dimuliakan. Secara istilah, haji bisa diartikan sebagai serangkaian ibadah yang dilakukan pada waktu tertentu dan dengan tata cara tertentu untuk mendapatkan keridhaan Allah SWT. Haji merupakan bagian dari rukun Islam yang menjadi kewajiban bagi setiap Muslim yang mampu dan menjadi salah satu indikator bagi kesempurnaan keislaman seseorang dengan ketentuan mereka mampu secara lahir maupun batin dalam menjalankannya.

Sedangkan secara syar’i dan terminologi fiqih , pengertian umroh adalah mengunjungi kota Mekkah untuk melakukan ibadah (seperti thawaf dan sa'i ) dengan tata cara tertentu. Atau dengan kata lain datang ke Baitullah untuk melakukan ibadah umroh dengan syarat-syarat yang telah ditentukan.

Kedua , perbedaan hukum. Haji hukumnya wajib bagi setiap Muslim yang mampu. Hal ini sejalan dengan firman Allah, “ Dan Allah mewajibkan atas manusia haji ke Baitullah bagi orang yang mampu mengerjakannya ” (Al-Qur’an Surat Ali Imran ayat 97). Ibnu Katsir menafsirkan bahwa menurut jumhur ulama, ini adalah ayat yang menunjukkan kewajiban beribadah haji.

Masih menurut Ibnu Katsir, telah banyak hadits yang menyebutkan bahwa ibadah haji adalah salah satu rukun, sendi, dan asas Islam. Kaum Muslimin pun telah ber- ijma’ atas hal tersebut secara tegas. Hanya saja diwajibkan kepada orang mukallaf satu kali saja seumur hidup berdasarkan nash dan ijma’ .

Indikator kemampuan adalah ketika calon jemaah haji memiliki kemampuan di bidang mental, fisik, keuangan dan keamanan. Keempat hal ini harus ada dan dipersiapkan terlebih dulu, baru ada kewajiban untuk melaksanakan ibadah haji.

Sementara itu, hukum umroh adalah sunnah . Rasulullah SAW ditanya mengenai wajib ataukah sunnah bagi umat Muslim untuk menunaikan umroh. Nabi SAW kemudian menjawab, “ Tidak. Jika kau berumroh maka itu lebih baik ” (HR. Tirmidzi). Hukum umroh bisa wajib jika merupakan nadzar dalam ketaatan.

Terkait dengan haji dan umroh ini, Jabir bin ‘Abdillah ra, ia berkata bahwa ibadah haji dan umroh memang bukanlah suatu ibadah yang ringan. Hal ini dikarenakan selain harus memiliki biaya yang cukup, juga harus memiliki kesehatan fisik yang kuat. Oleh sebab itu Allah SWT tidak membebankan bagi mereka yang kurang mampu. 

Ketiga , perbedaan fikih pelaksanaan. Haji dan umroh ini merupakan ibadah yang mirip. Namun, memiliki perbedaan dari sisi fikih, aturan, rukun, syarat, waktu, hukum dan tata caranya. Oleh sebab itu, setiap orang yang akan melaksanakan ibadah haji atau umroh harus memahami semua ketentuan yang terdapat di dalamnya. Tidak bisa dipersamakan.

Keempat , perbedaan waktu pelaksanaan. Haji hanya sah dilaksanakan pada waktu yang telah ditentukan, yakni antara tanggal 8-12 bulan Dzulhijjah setiap tahunnya. Sedangkan umroh boleh dilaksanakan kapan saja, kecuali pada hari-hari yang dimakruhkan seperti hari Arafah, Nahar, dan Tasyriq. 

Kelima , perbedaan jumlah pelaksanaan. Pelaksanaan ibadah haji boleh dilakukan berkali-kali, namun hanya wajib dilakukan satu kali dalam seumur hidup. Sedangkan ibadah umroh boleh atau sunnah dilakukan berulang kali, namun tetap terkriteria hukum sunnah . Dari Abu Hurairah RA, bahwa Rasulullah SAW bersabda, “ Ibadah umroh sampai umroh berikutnya sebagai kafarat untuk dosa di antara keduanya dan haji yang mabrur tidak ada balasannya kecuali surga ” (HR Bukhari dan Muslim).

Keenam , perbedaan tempat. Ibadah haji dan umroh sama-sama dikerjakan di Masjidil Haram atau Mekkah, akan tetapi ada beberapa tempat yang tidak dikunjungi pada saat melaksanakan ibadah umroh. Ketika melaksanakan ibadah haji harus melakukan rukun yang berada di luar Mekkah, seperti wukuf di Arafah dan bermalam di situ serta lempar jumroh di Mina. Pada ibadah umroh, hal tersebut tidak dilakukan.

Ketujuh , perbedaan rukun. Secara rukun,  ibadah haji membutuhkan kekuatan fisik yang lebih dari pada umroh karena wilayah yang akan dikunjungi bermacam-macam dengan jumlah jemaah yang jauh lebih banyak. Rangkaian ibadah haji harus mengunjungi Arafah, Muzdalifah, dan Mina sementara rangkaian ibadah umroh hanya dilakukan di sekitaran Masjid Al-Haram dan Ka’bah saja. Persamaannya, baik dalam ibadah haji maupun umroh juga harus bertawaf di Kakbah (mengelilingi) dan Sai (lari-lari kecil) di Safa dan Marwah. Oleh karena itu, baik ibadah haji maupun umroh membutuhkan kesiapan fisik yang prima.

Syarat sahnya haji dan umroh ada beberapa kesamaan, yakni beragama Islam, telah aqil baligh , merdeka (bukan budak), mampu. Ketika ada anak-anak belum aqil baligh melaksanakan ibadah haji atau umroh, hukumnya boleh, namun tidak sah. Ketika ada orang melaksanakan ibadah haji atau umroh berasal dari dana hutang, hukumnya boleh, namun sebenarnya belum terkena kewajiban.

Kedelapan , perbedaan suasana. Satu lagi perbedaan haji dan umroh bisa dilihat dari suasana pelaksanaannya. Pelaksanaan ibadah haji lebih ramai dibandingkan dengan ibadah umroh karena ibadah umroh bisa dilakukan kapan saja sehingga tidak perlu sampai berdesak-desakan.

Sangat berbeda dengan ibadah haji yang hanya dilakukan satu tahun sekali. Seluruh umat Islam di segala penjuru berkumpul di Mekkah untuk melaksanakan ibadah haji.

Setelah mengetahui apa saja perbedaan haji dan umroh , sudah mantapkah kamu untuk menginjakkan kaki di Tanah Suci? Pegadaian Syariah menyediakan layanan pembiayaan untuk naik haji melalui produk Arrum Haji . Layanan ini memberikan kamu kemudahan pendaftaran dan pembiayaan haji dengan jaminan berupa emas minimal Rp 7 juta.

Sebagai calon jemaah, kamu akan memperoleh tabungan haji yang langsung dapat digunakan untuk memperoleh nomor porsi haji. Emas dan dokumen haji aman tersimpan di Pegadaian Syariah. Biaya pemeliharaan barang jaminan yang dikenakan juga terjangkau. Nantinya, jaminan emas dapat kamu gunakan untuk pelunasan biaya haji. Persyaratannya pun mudah, kamu harus memenuhi syarat sebagai pendaftar haji dan menyerahkan fotokopi KTP atau kartu identitas lain yang masih berlaku.

Demikian uraian tentang perbedaan haji dan umroh serta solusi pembiayaannya dari Pegadaian Syariah. Semoga bermanfaat. Amin.

 

Artikel ditulis oleh Tim Advika, keterangan lebih lanjut hubungi e-mail info@advikamedia.com



Artikel Terkait


  2 tahun yang lalu
  2 tahun yang lalu
  2 tahun yang lalu
  2 tahun yang lalu

Komentar Artikel "Apa Saja Perbedaan Haji dan Umroh?"