Bagaimana Caranya Menghitung Zakat Emas? - Pegadaian Syariah
logo

Bagaimana Caranya Menghitung Zakat Emas?

3 bulan yang lalu      Investasi Emas
Bagaimana Caranya Menghitung Zakat Emas?

Emas adalah salah satu harta yang wajib dizakati jika sudah mencapai nishab (batas minimum wajib zakat) dan sudah mencapai haul (satu tahun hijriyah). Emas yang wajib dizakati ini bisa berupa emas batangan, leburan, logam, bejana, suvenir, ukiran, perhiasan dan lain-lain.

Sedangkan zakat termasuk dalam bab fikih ibadah. Hukum asal dari ibadah adalah haram, sampai ada dalil perintahnya. Allah berfirman dalam Al-Qur’an Surat At-Taubah ayat 103, “Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan menyucikan mereka, dan berdoalah untuk mereka. Sesungguhnya doa kamu itu (menjadi) ketenteraman jiwa bagi mereka. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. ” Ibnu Katsir menafsirkan ayat ini dengan menegaskan bahwa Allah SWT memerintahkan Rasul-Nya untuk mengambil zakat dari harta mereka guna membersihkan dan menyucikan mereka melalui zakat itu. 

Terkait dengan zakat atas emas perhiasan muncul perbedaan pendapat. Jumhur Ulama menyatakan bahwa emas perhiasan tidak wajib dizakati. Menurut Hanafi, emas wajib dikeluarkan zakatnya ketika berupa perhiasan yang halal seperti anting, kalung, gelang dan sejenisnya yang dikenakan wanita. Sedangkan emas yang dipergunakan untuk keperluan yang haram (misalnya jenis perhiasan laki-laki), maka dihukumi harus dikeluarkan zakatnya, meskipun yang menggunakan adalah perempuan.

Adapun kadar atau persentase zakat yang wajib dikeluarkan dari perhiasan emas adalah 2,5% (dua setengah persen). Ketentuan tersebut ditetapkan berdasarkan hadits, “ Dari Ali bin Abi Thalib ra, bahwa Rasulullah SAW, “Jika engkau memiliki 200 dirham dan telah melewati 1 tahun (haul), maka zakatnya adalah 5 dirham dan engkau setelah itu tidak ada kewajiban apapun atas 200 dirham tersebut; Sampai engkau memiliki 20 dinar dan telah melewati masa 1 tahun, maka zakatnya adalah ½ dinar. Adapun kelebihan dirham atau dinar, maka patokannya adalah seperti tersebut di atas ” [HR. Abu Daud I/493 no.1573]. Dan diriwayatkan dari Abu Sa’id al Khudri ra, Rasulullah SAW bersabda, “ Tidak ada kewajiban zakat pada wariq/perak yang kurang dari 5 uqiyah (1 uqiyah berjumlah 40 dirham) ”. [HR. Bukhari II/529 no. 1390, dan Muslim II/675 no. 980].

Penentuan nilai zakat emas ini lebih mudah dilakukan dengan terlebih dulu mencermati tabel nishab atau takaran minimal diwajibkannya zakat emas, menurut berbagai pendapat dari ulama:

 

No

Hasil Konvensi

Menurut

1

77,50 gram

Madzhab Syafi’i, Maliki, Hanbali

2

107,75 gram

Madzhab Hanafi

3

85 gram

Wahbah az Zuhaily

4

90,5 gram

Ali Mubarak

5

84,62 gram

Qasim an Nuri

6

72 gram

Abdul Aziz Uyun

7

80 gram

Majid al Hamawi

 

Zakat Emas Murni

Emas murni adalah emas dengan kadar seratus persen. Sedangkan emas campuran atau yang tidak murni adalah emas yang kadarnya kurang dari seratus persen (di bawah kadar 24 karat). Berikut ini adalah rumus menghitung zakat emas murni:

z = b x c

z: kadar zakat

b: aset zakat

c: persentase kadar zakat

Jika seseorang memiliki emas seratus persen seberat 100 gram, maka zakat yang harus dikeluarkan adalah

z = b x c

z = 100 x 2,5%

z = 2,5 gram

Zakat Emas Campuran

Rumus perhitungan nishab zakat emas campuran atau emas yang bukan murni adalah sama dengan rumus zakat emas murni. Hanya saja, karena kadarnya beda, maka dilakukan penyetaraan proporsi kadarnya. Berikut ini adalah rumus menghitung zakat emas campuran:

z = (b : c) x 24

z: nishab emas bukan murni

b: nishab emas murni

c: karat emas campuran

Sebagai contoh, nishab zakat emas 22 karat dengan menggunakan hasil konversi menurut konvensi madzhab Syafi’i, Maliki dan Banbali adalah

z = (b : c) x 24

z = (77,50 gram : 22) x 24

z = 3,5227 x 24

z = 84,5448 gram

Setelah mengetahui nishab zakat emas yang tidak murni, ketika kita memiliki emas yang sudah mencapai nishab seberat kurang lebih 85 gram tersebut, selanjutnya tinggal dikalikan dengan 2,5 persen, maka itulah besaran zakat emas tidak murni yang harus dikeluarkan untuk mustahiq zakat.

Secara teknis, zakat emas ini bisa dikeluarkan dengan membayarkannya dengan emas, atau boleh juga dilakukan konversi ke nilai rupiah. Ketika kita punya kewajiban menunaikan zakat atas emas sebesar 3 gram, tinggal kita konversikan saja ke dalam rupiah. Misalnya harga 1 gram emas adalah 500.000, maka 3 x 500.000 = 1.500.000. Dengan demikian, kita cukup mengeluarkan zakat senilai Rp 1.500.000,-.

Bagi kita, emas bisa kita jadikan sebagai salah satu instrumen investasi dalam arti lindung nilai atas harta. Ketika fungsi emas adalah sebagai sarana investasi atau disimpan, maka jumlah nishab zakatnya tetap di angka 85 gram. Ketika kita punya emas yang kita gadaikan pun wajib dikeluarkan zakatnya jika telat mencapai nishab dan haul.

Zakat merupakan salah satu indikator kesuksesan dalam hidup, sebagaimana firman Allah dalam Al-Qur’an surat Al-Mukminun ayat 4 ketika Allah menguraikan salah satu ciri-ciri orang sukses, yakni, “ Dan orang-orang yang menunaikan zakat.” Ibnu Katsir menafsirkan bahwa menurut kebanyakan ulama, makna yang dimaksud dengan zakat dalam ayat ini ialah zakat harta benda, namun salah satu makna lain dari zakat ialah  zakatun nafs  (membersihkan diri) dari kemusyrikan dan kekotoran.

Sebagaimana kita ketahui bahwa emas merupakan benda bernilai yang sifatnya universal. Emas juga merupakan tolok ukur perhitungan zakat. Oleh sebab itu, merupakan hal yang istimewa jika kita juga memiliki emas yang banyak, cukup dan bisa menjadi ladang amal kita sekaligus sarana investasi dan lindung nilai.

Dalam rangka memenuhi kebutuhan kepemilikan emas, Pegadaian Syariah menyajikan produk Tabungan Emas, yakni layanan pembelian dan penjualan emas dengan fasilitas titipan. Layanan ini memberikan kemudahan bagi kamu untuk berinvestasi emas dengan harga yang terjangkau, mulai dari Rp 6.000-an atau setara dengan 0,01 gram.

Keunggulannya layanan ini tersedia di Pegadaian Syariah di seluruh Indonesia, pembelian emas dengan harga terjangkau, layanan petugas yang profesional, alternatif investasi yang aman untuk menjaga portofolio aset, mudah dan cepat dicairkan untuk memenuhi kebutuhan dana nasabah.

Demikian tentang cara menghitung zakat emas. Jangan lupa tunaikan zakatnya jika sudah mencapai nishab dan haul.

 

Artikel ditulis oleh Tim Advika, keterangan lebih lanjut hubungi e-mail info@advikamedia.com




Komentar Artikel "Bagaimana Caranya Menghitung Zakat Emas?"