Bagaimana Caranya Menjadi Agen Pegadaian Syariah? Simak Syarat-Syaratnya di Sini - Pegadaian Syariah
logo

Bagaimana Caranya Menjadi Agen Pegadaian Syariah? Simak Syarat-Syaratnya di Sini

6 bulan yang lalu    
Bagaimana Caranya Menjadi Agen Pegadaian Syariah? Simak Syarat-Syaratnya di Sini

Bisnis gadai semakin marak bermunculan di sekitar kita karena memiliki potensi untuk mendapatkan penghasilan tambahan, modal tidak terlalu besar, dan skema bisnis yang sebenarnya juga sederhana.

Otoritas Jasa Keuangan sendiri telah mengeluarkan regulasi berupa Peraturan OJK (POJK) Nomor 31/POJK.05/2016 terkait usaha gadai di Indonesia untuk mengatur bentuk badan hukum, permodalan, persyaratan dan prosedur perizinan usaha, dan kegiatan usaha yang diperkenankan. Regulasi ini membuka peluang menjamurnya pelaku gadai di kalangan masyarakat.

Dalam rangka memaksimalkan potensi bisnis gadai tersebut, Pegadaian Syariah sebagai Unit Usaha Gadai Syariah milik BUMN Pegadaian, membuka peluang bisnis bagi kamu untuk menjadi Agen Pegadaian Syariah. Agen Pegadaian Syariah bisa dilakukan oleh perorangan maupun badan usaha yang bekerja sama dengan Pegadaian Syariah untuk melayani pemberian pinjaman pada produk rahn (Agen Rahn), memasarkan produk syariah (Agen Pemasar) dan menerima pembayaran dari nasabah (Agen Pembayaran), dengan didukung penggunaan teknologi informasi.

Tujuan utama Agen Pegadaian Syariah adalah untuk memperluas jaringan pelayanan/operasional outlet Pelayanan Pegadaian Syariah guna lebih mendekatkan perusahaan kepada masyarakat melalui kerja sama dengan pihak lain yang dinilai memiliki keahlian, kemampuan, kredibilitas, reputasi dan integritas untuk mendistribusikan layanan produk syariah PT Pegadaian (Persero) kepada masyarakat.

Selain itu, program ini juga  bertujuan untuk memberikan kemudahan akses kepada masyarakat untuk bertransaksi sesuai prinsip syariah. Program keagenan ini juga untuk memperluas jangkauan layanan kepada masyarakat dalam rangka inklusi keuangan. Selain tujuan tersebut, tentu saja program ini dijalankan dalam rangka memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk mendapatkan tambahan penghasilan melalui kerja sama dengan PT Pegadaian (Persero).

Adapun jenis layanan Agen Pegadaian Syariah ini ada 3, yakni Agen Rahn, Agen Pembayaran dan Agen Pemasaran.

Pertama, Agen Rahn berfungsi untuk melakukan penyaluran produk Pegadaian Syariah Rahn berdasarkan keahlian agen dan jenis marhun, yaitu gadai logam mulia, perhiasan, kendaraan, handphone, elektronik, laptop, dan barang gudang lainnya. Syarat untuk menjadi Agen Rahn ini meliputi keberadaan tempat, deposit, dan skill.

Kedua, Agen Pembayaran yang berfungsi untuk menerima pembayaran dari rahin atas transaksi perpanjangan, cicil, dan penebusan produk Pegadaian Syariah Rahn, transaksi pembukaan dan top uTabungan Emas, serta transaksi pembayaran angsuran dan pelunasan produk selain Pegadaian Syariah Rahn. Syarat untuk menjadi Agen Pembayaran adalah keberadaan tempat dan deposit.

Ketiga, Agen Pemasaran yang berfungsi memasarkan produk-produk Pegadaian Syariah, di antaranya memberikan informasi dan referensi (booking layanan) kepada calon rahin untuk memanfaatkan produk Pegadaian Syariah di outlet. Syarat untuk menjadi Agen Pemasaran adalah keberadaan tempat.

Agen Pegadaian menginduk pada salah satu outlet (cabang Syariah maupun Unit Pegadaian Syariah) sesuai dengan pilihan dari Agen dengan memperhatikan kemudahan akses. Outlet yang dapat menjadi induk agen adalah outlet yang memenuhi kriteria memiliki gudang marhun yang memadai untuk tempat penyimpanan barang jaminan dari transaksi di Agen Rahn, SDM yang cukup (penaksir, kasir, dan pengelola agunan), serta sarana pengamanan yang memadai sesuai standar pengamanan.

Syarat umum untuk menjadi Agen Pegadaian Syariah ini tidak sulit, yakni (1) Perorangan maupun Badan Usaha; (2) Memiliki tempat tinggal atau tempat usaha yang digunakan untuk operasional Agen; (3) Lokasi outlet dan tempat tinggal atau tempat usaha yang digunakan untuk operasional Agen, terhubung dengan akses transportasi yang mudah; (4) Memiliki smartphone dan mampu mengoperasikannya; (5) Memiliki rekening bank yang bekerja sama dengan Pegadaian Syariah; (6) Bersedia mengikuti pelatihan yang dilakukan oleh Pegadaian.

Selain syarat umum, ada syarat khusus untuk menjadi Agen Pegadaian Syariah yakni (1) khusus Agen Rahn, Agen bukan sebagai karyawan Pegadaian (tetap, tidak tetap, atau outsourching), dan bukan keluarga Karyawan Pegadaian (suami/istri dan anak yang masih dalam tanggungannya); (2) Memiliki Keahlian/pengetahuan untuk menilai marhun dan mengetahui harga pasar marhun; (3) Bersedia mengikuti pelatihan Penaksir yang akan dikembangkan pada pelatihan LSP (Lembaga Sertifikasi Profesi).

Sedangkan persyaratan administrasi menjadi Agen Pegadaian Syariah adalah sebagai berikut, (1) Mengajukan permohonan menjadi agen; (2) Menyerahkan fotokopi KTP; (3) Menyerahkan fotokopi Kartu Keluarga; (4) Menandatangani Perjanjian Kerja Sama; (5) Untuk Agen badan usaha, menyerahkan dokumen berupa Akta Pendirian/Anggaran Dasar dan Perubahannya yang telah disahkan oleh Kementrian Hukum dan Hak Asasi Manusia; Identitas Pengurus, Riwayat Hidup (Curriculum Vitae/CV); Surat Izin Usaha Perdagangan; Nomor Pokok Wajib Pajak; Tanda Daftar Perusahaan; serta Surat Kuasa dari Pengurus Badan Usaha.

Ada satu Persyaratan lagi yakni terkait Deposit Agen. Calon Agen yang telah melakukan registrasi, wajib menyerahkan deposit yang digunakan sebagai jaminan atas penyaluran pinjaman Pegadaian Syariah Rahn. Deposit ini digunakan sebagai acuan nilai batas pinjaman Pegadaian Syariah Rahn. Deposit ini juga digunakan sebagai acuan nilai batas transaksi pembayaran. Deposit yang diserahkan oleh agen adalah berupa uang tunai yang disetorkan ke rekening perusahaan, apabila calon agen ditetapkan sebagai agen pembayaran, atau berupa uang dan/atau perhiasan emas/LM Untuk Agen Gadai yang diserahkan dan dinilai oleh penaksir, apabila calon agen ditetapkan sebagai agen Rahn. Besaran deposit uang adalah maksimal Rp 10.000.000,- (sepuluh juta rupiah) per Agen. Besaran deposit barang adalah 85 % dari nilai taksiran barang. Pengisian deposit dapat dilakukan melalui outlet Pegadaian.

Sebagai gambaran, layanan Agen Pegadaian Syariah untuk Agen Pemasar tugasnya adalah memasarkan produk-produk Pegadaian Syariah, yaitu memberikan informasi produk dan melakukan input pengajuan produk Pegadaian Syariah melalui aplikasi Agen Pegadaian Syariah. Proses keputusan pinjaman dan akad dilakukan di outlet induk. Atas setiap pengajuan yang disetujui outlet, Agen berhak memperoleh kompensasi.

Agen Pembayaran memiliki tugas layanan sebagai penerima pembayaran dari rahin atas transaksi perpanjangan, cicil dan penebusan produk Pegadaian Syariah Rahn, pembukaan dan topup Tabungan Emas, pembayaran angsuran dan pelunasan produk selain Pegadaian Syariah Rahn melalui aplikasi Agen Pegadaian Syariah. Atas setiap pembayaran oleh rahin yang diproses oleh Agen, Agen berhak memperoleh kompensasi.

Satu lagi, yakni Agen Rahn, memiliki ketentuan layanan yang paling banyak yakni memproses pemberian pinjaman Rahn kepada Rahin melalui aplikasi Agen Pegadaian Syariah. Rasio taksir produk Rahn yang disalurkan melalui agen ditetapkan dengan ketentuan tersendiri. Marhun bih yang dapat diberikan kepada rahin adalah maksimal sebesar 95% dari nilai deposit agen. Pilihan jangka waktu akad adalah 30 (tiga puluh) hari, 60 (enam puluh) hari dan 120 (seratus dua puluh) hari.  Tarif mu’nah akad penyaluran Rahn melalui Agen ditetapkan dengan ketentuan tersendiri. Tarif mu’nah pemeliharaan penyaluran Rahn melalui Agen ditetapkan dengan ketentuan tersendiri.

Ketentuan terkait Marhun yang jatuh tempo mengacu kepada ketentuan produk Rahn eksisting. Marhun wajib diserahkan ke outlet selambatnya dua hari setelah akad outlet melakukan proses taksir ulang dan penentuan nilai pinjaman. Atas setiap pemberian marhun bih oleh Agen, maka saldo deposit Agen berkurang sebesar marhun bih. Saldo deposit dikembalikan kepada Agen apabila nilai marhun bih-nya disetujui oleh Penaksir di outlet. Pemeliharaan dan penyimpanan marhun dilakukan oleh outlet induk.

Tentu saja yang paling menarik ketika menjadi Agen Pegadaian Syariah adalah pendapatan agen. Ada beberapa jenis pendapatan Agen, yakni sharing mu’nah pemeliharaan, sharing mu’nah akad, sharing pendapatan titipan emas, biaya transaksi, dan fee bulanan. Informasi rinci mengenai hal ini bisa kamu peroleh dari outlet Pegadaian Syariah terdekat.

Demikian uraian tentang Agen Pegadaian Syariah dan bagaimana caranya menjadi agen. Semoga peluang ini bisa menjadi jalan rezeki tambahan bagi kamu yang ingin menjalankan bisnis sesuai syariah. Amin.

 

Artikel ditulis oleh Tim Advika, keterangan lebih lanjut hubungi e-mail info@advikamedia.com



Artikel Terkait


  2 tahun yang lalu
  2 tahun yang lalu
  2 tahun yang lalu
  2 tahun yang lalu

Komentar Artikel "Bagaimana Caranya Menjadi Agen Pegadaian Syariah? Simak Syarat-Syaratnya di Sini"