Bagaimana Hukum Ibadah Haji untuk Anak-Anak? - Pegadaian Syariah
logo

Bagaimana Hukum Ibadah Haji untuk Anak-Anak?

1 tahun yang lalu      Haji
Bagaimana Hukum Ibadah Haji untuk Anak-Anak?

Menunaikan ibadah haji dengan seluruh anggota keluarga lengkap, termasuk anak-anak, merupakan hal yang lazim terjadi sekarang ini. Selain alasan tidak tega meninggalkan mereka dalam waktu lama, ibadah haji juga diharapkan dapat memberikan pengalaman dan pemahaman lebih dalam soal penerapan nilai Islam dalam kehidupan mereka.

Lalu, bagaimana sebetulnya hukum ibadah haji untuk anak-anak, mengingat mereka belum masuk usia akil/baligh seperti yang menjadi ketentuan pada ibadah lain seperti salat dan puasa?

Hukum Ibadah Haji untuk Anak-Anak

Salah satu syarat wajib berhaji adalah akil/baligh. Siapa pun yang belum menginjak usia baligh maka belum dikenai kewajiban berhaji, begitu juga dengan anak-anak. Hal ini sesuai dengan sabda Rasul yang berbunyi:

Pena diangkat (kewajiban tidak diberlakukan) terhadap tiga (golongan), terhadap anak kecil hingga baligh, terhadap orang gila hingga sadar (sembuh), dan dari orang tidur hingga bangun.” (HR. Abu Daud, 4403 dan Ibnu Majah, 2041)

Dari hadis di atas, bisa kita ketahui dengan jelas bahwa hukum ibadah haji bagi anak adalah tidak wajib.

Lalu, apakah haji mereka sah dan diterima? Meskipun bukan sesuatu yang wajib, anak kecil yang sudah menjalankan ibadah haji tetap mendapat pahala sebagaimana orang dewasa. Hal ini diperjelas lewat hadis berikut:

Dari Ibnu Abbas, bahwasanya ada seorang wanita mengangkat anak kecil ke hadapan Rasulullah SAW. lalu bertanya, ‘Apakah anak ini mendapatkan (pahala) haji?’ Beliau menjawab, ‘Ya, dan kamupun mendapatkan pahala.' – Muslim

Hukum Ibadah Haji Lagi Saat Sudah Dewasa

Jika seseorang pernah menunaikan haji di masa kecil, apakah kewajban berhaji masih dikenakan padanya saat ia dewasa nanti? Nah, ini yang perlu digaris-bawahi.

Meskipun dianggap sah dan berpahala, menjalankan ibadah haji saat masih kecil ternyata tak lantas membuat kewajiban berhajinya saat dewasa menjadi gugur. Dengan kata lain, ia tetap dikenai kewajiban beribadah di Tanah Suci jika kondisi fisik dan ekonominya saat sudah mukallaf (dewasa) cukup mendukung.

Tidak ada salahnya bagi Anda untuk mempersiapkan biaya perencanaan haji sejak dini. Pegadaian Syariah memberikan kemudahan pendaftaran dan pembiayaan haji dengan pembiayaan ARRUM HAJI. Keunggulan dari ARRUM HAJI adalah Anda memperoleh tabungan haji yang langsung dapat digunakan untuk memperoleh nomor porsi haji.

Prosesi Haji Anak Kecil

Ketika ikut berhaji bersama orang tuanya, seorang anak juga tetap dikenai rukun haji, seperti membaca niat dan melafalkan talbiyah. Nah, bagaimana dengan mereka yang belum mampu melakukannya karena usia yang masih sangat kecil, misalnya balita?

Di sini, wali atau orang-tuanyalah yang wajib membacakan niat ihram dan bertalbiyah untuknya. Tidak hanya itu, orang tua juga wajib memastikan anak-anaknya tetap dalam kondisi bersih dan suci karena mereka sedang dalam keadaan beribadah.

Kesimpulannya, ibadah haji memang tidak wajib bagi anak yang belum masuk usia akil/baligh. Namun, hal ini merupakan ladang pembelajaran yang bagus bagi siapa pun yang ingin menanamkan nilai-nilai Islam kepada si kecil sejak dini. Semoga bermanfaat!

 

Artikel ditulis oleh Tim Advika, keterangan lebih lanjut hubungi e-mail info@advikamedia.com




Komentar Artikel "Bagaimana Hukum Ibadah Haji untuk Anak-Anak?"