Berbagai Hadits Kasih Sayang yang Perlu Kamu Ketahui - Pegadaian Syariah
logo

Berbagai Hadits Kasih Sayang yang Perlu Kamu Ketahui

3 bulan yang lalu    
Berbagai Hadits Kasih Sayang yang Perlu Kamu Ketahui

الرَّاحِمُونَ يَرْحَمُهُمُ الرَّحْمَنُ، ارْحَمُوا مَنْ فِي الأَرْضِ يَرْحَمْكُمْ مَنْ فِي السَّمَاءِ، الرَّحِمُ شُجْنَةٌ مِنَ الرَّحْمَنِ، فَمَنْ وَصَلَهَا وَصَلَهُ اللَّهُ وَمَنْ قَطَعَهَا قَطَعَهُ اللهُ

“Orang-orang yang memiliki sifat kasih sayang akan disayang oleh Allah yang Maha Penyayang, sayangilah semua yang ada di bumi, maka semua yang ada di langit akan menyayangimu. Kasih sayang itu bagian dari rahmat Allah, barangsiapa menyayangi, Allah akan menyayanginya. Siapa memutuskannya, Allah juga akan memutuskannya” (HR. Tirmidzi)

Sebagai seorang Muslim, sangat sering kita mengucap basmalah sebelum melakukan sesuatu yakni ucapan bismillahirrahmanirrahim yang artinya “dengan (menyebut) asma Allah yang Maha Kasih lagi Maha Sayang”. Ini adalah ruh kasih sayang yang selalu Allah SWT arahkan kepada kita sebelum melakukan aktivitas apapun yang baik.

Allah SWT mengajarkan kepada kita untuk menebarkan kasih dan sayang. Kasih disebut dengan rahman dan sayang disebut dengan rahim . Perbedaan rahman dan rahim adalah kalau rahman (kasih) itu diberikan kepada semua orang, baik yang beriman maupun yang tidak beriman, sedangkan rahim (sayang) diberikan kepada orang yang beriman.

Berikut ini berbagai hadits kasih sayang Rasulullah SAW yang juga mengungkap ajaran kasih sayang kepada sesama.

Pertama , Rasulullah SAW bersabda, “ Sesungguhnya Allah hanya menyayangi hamba-hamba-Nya yang penyayang” (HR Thabrani). Hadits ini menegaskan bahwa Allah SWT menyayangi hamba-hambanya yang penyayang. Oleh sebab itu, ketika ingin memeroleh kasih sayang dari Allah SWT, mari kita tebarkan kasih sayang kepada sesama makhluk. Allah SWT akan membalas semua kebaikan kita dengan kebaikan.

Kedua , Rasulullah SAW bersabda, “ Para pengasih dan penyayang dikasihi dan disayang oleh Arrahmaan (Allah yang maha pengasih lagi maha penyayang), rahmatilah yang ada di bumi niscaya kalian akan dirahmati oleh Dzat yang ada di langit ” (HR Abu Dawud dan Tirmidzi).

Hadits ini menjelaskan bahwa kita adalah makhluk bumi dan diharuskan untuk menebarkan kasih sayang kepada sesama makhluk di bumi jika berharap memeroleh kasih sayang dari Allah SWT. Jika tidak memberikan kasih sayang terhadap sesama, maka jangan harap mendapatkan kasih sayang dari Allah SWT ( Dzat yang ada di langit).

Ketiga , “ Seseorang berkata: “Wahai Rasulullah, aku menyembelih seekor kambing lantas aku merahmatinya,” Rasulullah berkata, “Bahkan seekor kambing jika engkau merahmatinya maka Allah akan merahmati engkau,” Rasulullah mengucapkannya dua kali  (HR Bukhari)

Ini adalah contoh kasih sayang kepada sesama makhluk, termasuk hewan. Ketika kamu menebarkan kasih kepada hewan (misalnya dengan memberinya makan dan merawatnya) asalkan tidak mengancam jiwa kamu, niscaya Allah SWT juga akan memberikan rasa kasih sayang-Nya untukmu.

Keempat , Rasulullah SAW bersabda, “ Barangsiapa yang merahmati meskipun seekor sembelihan, maka Allah akan merahmatinya pada hari kiamat ” (HR Bukhari).

Hadits ini masih terkait dengan hadits sebelumnya bahwa ketika kita bisa memberikan rahmat atau kasih sayang kepada hewan, maka Allah SWT akan memberikan rahmat (kasih) kepada kita di hari akhir kelak.

Kelima , Rasulullah SAW bersabda, “ Tatkala ada seekor anjing yang hampir mati karena kehausan berputar-putar mengelilingi sebuah sumur yang berisi air, tiba-tiba anjing tersebut dilihat oleh seorang wanita pezina dari kaum bani Israil, maka wanita tersebut melepaskan khufnya (sepatunya untuk turun ke sumur dan mengisi air ke sepatu tersebut) lalu memberi minum kepada si anjing tersebut. Maka Allah pun mengampuni wanita tersebut karena amalannya itu ” (HR Bukhari dan Muslim).

Zina adalah perbuatan yang dilarang Allah SWT. Orang berzina berarti orang yang melakukan maksiat kepada Allah SWT. Namun, ternyata seorang yang biasa melakukan maksiat kepada Allah SWT tetapi mampu memberikan rasa kasih kepada hewan yang air liurnya merupakan kategori najis kelas berat, niscaya Allah SWT akan memberikan kasih dan sayang-Nya berupa ampunan atas dosa-dosa yang telah ia lakukan selama ini.

Hal ini memberikan ibrah besar bagi kita agar tetap menebar kasih sayang kepada siapapun, apalagi kepada pihak yang membutuhkan kasih sayang kita dan kita terfakta mampu memberikannya kepada makhluk tersebut.

Keenam , dari Abu Hamzah Anas bin Malik, khadim (pembantu) Rasulullah SAW, dari Rasulullah SAW, Beliau berkata, “ Tidaklah seseorang dari kalian sempurna imannya, sampai ia mencintai untuk saudaranya sesuatu yang ia cintai untuk dirinya” (HR Bukhari).

Hadits ini menegaskan bahwa cinta, kasih dan sayang merupakan hal yang menentukan kadar keimanan seseorang. Salah satu tolok ukur keimanan kita adalah ketika kita benar-benar mencintai saudara kita dalam kebaikan dan ketaatan, melebihi rasa cinta kita terhadap diri sendiri. Misalnya, kita bisa memberikan hal yang kita cintai namun dibutuhkan oleh saudara kita. Ini bukti cinta kasih dan sayang yang menjadi tolok ukur keimanan.

Hadits ini juga menunjukkan bahwa tolok ukur keimanan kita berkaitan langsung dengan seberapa besar rasa kasih sayang kita kepada sesama makhluk.

Ketujuh , dari ‘Abdullah bin ‘Umar ra, Rasulullah SAW bersabda , “Yang disebut dengan Muslim sejati adalah orang yang selamat orang Muslim lainnya dari lisan dan tangannya. Dan orang yang berhijrah adalah orang yang berhijrah dari perkara yang dilarang oleh Allah”  (HR Bukhari dan Muslim).

Ini adalah hadits yang bisa dijadikan pedoman teknis untuk memberikan cinta kasih dan sayang sesama, yakni dengan menjaga lisan dan tangan kita. Artinya, kita harus menjaga lisan dan tangan kita selalu dalam kebaikan agar tidak menyakiti hati dan perasaan orang lain.

Di era modern dengan dinamika media sosial yang tak terbendung, mari kita jaga jari, tangan, dan lisan kita dari mengabarkan hal yang tidak akurat. Dampak dari kabar tidak akurat adalah bisa menyakiti hati dan perasaan orang lain, dan ini bertolak belakang dengan ajaran kasih sayang kepada sesama.

Kedelapan , Rasulullah SAW bersabda, “Umatku ini adalah umat yang dirahmati. Tidak ada azab bagi mereka di akhirat. Azabnya adalah di dunia, berupa fitnah-fitnah, musibah-musibah, dan pembunuhan”  (HR. Ahmad).

Hadits ini menunjukkan kasih sayang Allah SWT kepada kita bahwa kita adalah umat yang dikasihi. Bagi yang melakukan maksiat, diberi kesempatan untuk bertaubat sehingga azabnya hanya di dunia saja, tidak sampai di akhirat. Atas kebesaran kasih sayang Allah SWT ini, semoga kita diberi kesempatan bertaubat sebelum meninggalkan dunia ke akhirat.

Kesembilan , Rasulullah SAW bersabda, “ Jika Allah menginginkan kebaikan pada hamba, Dia akan segerakan hukumannya di dunia. Jika Allah menghendaki kejelekan padanya, Dia akan mengakhirkan balasan atas dosa yang ia perbuat hingga akan ditunaikan pada hari kiamat kelak ” (HR Tirmidzi).

Hadits ini merupakan penegasan bukti cinta kasih sayang Allah SWT bahwa ketika kita melakukan maksiat, maka akan disegerakan azab kepada kita agar kita kelak tetap memeroleh kebaikan di akhirat karena azab sudah disegerakan di dunia.

Demikianlah berbagai ulasan menganai hadits kasih sayang, semoga kita bisa meneladani arahan Rasulullah SAW untuk selalu menebar kasih dan sayang kepada sesama makhluk. Amin.

 

Artikel ditulis oleh Tim Advika, keterangan lebih lanjut hubungi e-mail info@advikamedia.com



Artikel Terkait


  3 tahun yang lalu
  3 tahun yang lalu
  3 tahun yang lalu
  3 tahun yang lalu

Komentar Artikel "Berbagai Hadits Kasih Sayang yang Perlu Kamu Ketahui"