Berbagai Hadits Tentang Tolong Menolong dalam Kebaikan - Pegadaian Syariah
logo

Berbagai Hadits Tentang Tolong Menolong dalam Kebaikan

3 bulan yang lalu    
Berbagai Hadits Tentang Tolong Menolong dalam Kebaikan

Ada beberapa ayat Al-Qur’an yang memerintah untuk saling tolong-menolong, di antaranya adalah ajakan tolong menolong dalam kebaikan dan takwa. Perintah ini dilengkapi dengan larangan tolong menolong dalam dosa dan pelanggaran. Ayat tersebut adalah “ Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan janganlah kamu tolong menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran ” (Al-Qur’an Surat Al-Maidah ayat 2).

Ibnu Katsir menafsirkan ayat ini bahwa Allah SWT memerintahkan kepada orang yang beriman untuk tolong menolong dalam berbuat kebaikan, itulah yang disebut dengan al-birru (kebajikan). Allah SWT juga memerintahkan kepada orang beriman agar meninggalkan segala bentuk kemungkaran, dan itulah dinamakan dengan at-taqwa . Allah SWT melarang orang yang beriman untuk tolong menolong dalam hal kebathilan, berbuat dosa, dan mengerjakan hal-hal yang haram.

Dijabarkan oleh Al-Qurthubi bentuk ta’awun secara aplikatif dalam kitab tafsirnya. Beliau menyebutkan sebagai contoh misalnya beberapa bentuk ta’awun yang bisa dilakukan berdasarkan ayat ini, di antaranya: seorang alim membantu manusia dengan ilmunya, seorang yang kaya membantu orang lain dengan hartanya, seorang yang berani membantu dengan keberaniannya berjuang di jalan Allah SWT dan begitu seterusnya. Masing-masing membantu orang lain sesuai dengan kapasitas dan kemampuan yang dimilikinya.

Ada beberapa hadits Rasulullah SAW yang mempertegas amal untuk tolong menolong dalam kebaikan sebagaimana yang diperintahkan oleh Allah SWT:

Hadits Pertama , Imam Ahmad berkata, dari Anas bin Malik, Rasulullah SAW bersabda, “ Tolonglah saudaramu, baik yang dalam keadaan berbuat dhalim atau didhalimi.” Ditanyakan, “ Ya Rasulallah, aku akan menolong orang yang didhalimi, lalu bagaimana aku akan menolongnya jika ia dalam keadaan berbuat dhalim ?” Beliau menjawab: “ Menghindarkan dan melarangnya dari kedhaliman, itulah bentuk pertolongan baginya ” (HR Bukhari dan Muslim).

Hadits ini adalah perintah lugas kepada kita untuk menolong saudara kita, bahkan ketika terjadi kezhaliman. Caranya adalah dengan mencegah saudara kita untuk berbuat zhalim. Tentu saja upaya yang dilakukan harus baik, dengan penuh hikmah dan menghindari perdebatan yang tidak perlu. Upaya yang dilakukan bisa dengan aksi nyata atau dengan lisan atau dengan cukup mendoakannya.

Hadits Kedua, Imam Ahmad berkata, dari salah seorang Syaikh dari kalangan sahabat Nabi Muhammad SAW beliau bersabda: “ Orang mukmin yang bergaul dengan manusia lainnya dan bersabar atas tindakan yang menyakitkan diri mereka adalah lebih baik daripada orang mukmin yang tidak bergaul dengan manusia dan tidak bersabar atas apa yang menyakitkan dari mereka ” (HR Tirmidzi dan Ibnu Majah).

Hadits ini menegaskan pentingnya bergaul dengan baik kepada sesama. Bahkan, ketika kita disakiti oleh sesama, kita tetap berbuat baik dengan cara bersabar. Hal ini menjadi bukti bahwa kita diperintahkan untuk menolong orang yang menyakiti kita dengan kebaikan (yakni bersabar) agar orang tersebut bisa berbuat baik. Hal ini juga merupakan salah satu tanda orang beriman.

Hadits Ketiga , “ Barangsiapa yang menyeru kepada petunjuk, maka baginya pahala seperti pahala yang diterima oleh orang yang mengikutinya sampai hari kiamat, tanpa mengurangi pahala mereka (orang-orang yang mengikuti petunjuk itu) sedikitpun. Barangsiapa menyeru pada kesesatan, maka baginya dosa seperti dosa yang dilakukan oleh orang yang mengikutinya sampai hari kiamat, dan hal itu tidak mengurangi sedikitpun dari dosa-dosa mereka (orang-orang yang mengikutinya)” (HR Abu Dawud).

Hadits ini menegaskan bahwa di dalam kehidupan sehari-hari, kita dianjurkan untuk berbuat baik dan menyeru kepada kebaikan. Hal ini bisa menjadi sarana kita untuk menolong orang lain untuk tetap dalam kebaikan. Hadits ini juga mempertegas larangan kepada kita untuk menyeru kepada kesesatan.

Hadits Keempat , Abdullah bin Umar r.a. mengabarkan, bahwa Rasulullah SAW bersabda, ” Muslim yang satu adalah saudara muslim yang lain, oleh karena itu ia tidak boleh menganiaya dan mendiamkannya. Barang siapa memperhatikan kepentingan saudaranya, maka Allah akan memperhatikan kepentingannya. Barang siapa membantu kesulitan seorang Muslim, maka Allah akan membantu kesulitannya dari beberapa kesulitannya nanti pada hari kiamat. Dan barang siapa menutupi (aib) seorang Muslim, maka Allah akan menutupi (aib) nya pada hari kiamat ” (HR. Bukhari).

Hadits ini merupakan perintah lugas kepada kita agar berbuat baik, membantu kesulitan orang lain dan tolong menolong kepada sesama. Kita juga tidak boleh berbuat aniaya dan mendiamkan orang lain. Hadits ini juga menjadi perintah kepada kita untuk menutupi aib orang lain.

Hadits Kelima , " Mukmin yang satu dengan yang lainnya bagaikan sebuah bangunan yang saling  memperkuat antara sebagian dengan sebagian yang lainnya. (Rasulullah SAW sambil memasukkan jari-jari tangan ke sela jari- jari lainnya)” (HR. Bukhari dan Muslim).

Hadits ini menegaskan bahwa sesama mukmin itu ibarat bangunan yang saling menguatkan satu sama lainnya. Dengan demikian otomatis kita diperintahkan untuk saling tolong menolong dan membantu sesama mukmin dalam kebaikan. Kokohnya kebaikan mukmin lain adalah bukti kokohnya kebaikan kita.

Hadits Keenam , “ Barang siapa melapangkan seorang mukmin dari satu kesusahan dunia, Allah akan melapangkannya dari salah satu  kesusahan di hari kiamat. Barang siapa meringankan penderitaan seseorang, Allah akan meringankan penderitaannya di dunia dan akhirat. Barang siapa menutupi (aib) seorang Muslim, Allah akan menutupi (aib)nya di dunia dan akhirat. Allah akan menolong seorang hamba selama hamba itu mau menolong saudaranya " (HR. Muslim dari Abu Hurairah).

Hadits ini juga merupakan perintah lugas untuk melakukan tolong menolong dan berbuat baik kepada orang lain. Bahkan Allah berjanji melapangkan urusan kita jika kita mampu melapangkan urusan orang lain. Allah juga berjanji meringankan penderitaan kita di dunia dan akhirat jika kita bisa meringankan penderitaan orang lain.

Hadits Ketujuh , “ Perumpamaan kaum mukminin di dalam cinta, kasih sayang dan kelembutan bagaikan tubuh yang satu, apabila salah satu anggota tubuh mengeluh maka akan memanggil seluruh anggota tubuh lainnya dengan terjaga dan demam ” (Muttafaq ‘alaihi).

Hadits ini memberikan perumpamaan bahwa ketika saudara kita sakit maka otomatis kita merasakannya. Dengan demikian hadits ini menyiratkan perintah kepada kita untuk saling tolong menolong dalam kebaikan kepada sesama mukmin, agar tetap dalam cinta dan kasih sayang.

Hadits Kedelapan , Dari Abu Hamzah, Anas bin Malik ra, dari Rasulullah SAW, beliau bersabda: “ Tidak sempurna iman seseorang di antara kalian hingga ia mencintai untuk saudaranya segala apa yang ia cintai untuk dirinya sendiri berupa kebaikan ” (HR Bukhari dan Muslim).

Hadits ini menegaskan salah satu ciri orang beriman adalah ketika kita saling mencintai saudara kita sebagaimana kita mencintai diri sendiri. Hal ini membuktikan bahwa kita diperintahkan untuk saling tolong menolong dalam kebaikan sebagai bukti cinta terhadap sesama mukmin.

Konsep ta’awun (tolong menolong) yang ditawarkan oleh Allah SWT melalui ayat ini apabila diaplikasikan, maka akan mampu meredam dan membendung ketimpangan sosial dan ekonomi, serta dengan membangun konsep ta’awun ini akan membentuk hubungan yang solid dan berkesinambungan. Demikianlah akhlak mulia yang semestinya menjadi warna keseharian umat Islam untuk membangun hubungan kerjasama dan koalisi dengan siapapun dalam kerangka menegakkan kebaikan Al-Birr merupakan satu keniscayaan, sebab keterbatasan dan ketidak mampuan kita, demikian juga karena besar dan luasnya tanggung jawab sebagi Hamba Allah yang bertakwa. Semoga kita bisa meneladani hadits-hadits tersebut. Amin.

Artikel ditulis oleh Tim Advika, keterangan lebih lanjut hubungi e-mail info@advikamedia.com



Artikel Terkait


  3 tahun yang lalu
  3 tahun yang lalu
  3 tahun yang lalu
  3 tahun yang lalu

Komentar Artikel "Berbagai Hadits Tentang Tolong Menolong dalam Kebaikan"