Berminat Buka Tabungan Haji? Yuk Cari Tahu di Sini! - Pegadaian Syariah
logo

Berminat Buka Tabungan Haji? Yuk Cari Tahu di Sini!

6 bulan yang lalu      Haji
Berminat Buka Tabungan Haji? Yuk Cari Tahu di Sini!

Haji adalah salah satu kewajiban dalam rukun Islam yang harus dilakukan setiap muslim jika sudah memenuhi persyaratan mampu. Ada beberapa ayat tentang ibadah haji yang mengupas dari sisi cara, waktu, sampai pahala bagi orang berhaji. Namun, di sini hanya akan dibahas mengenai perintah ibadah haji sebagaimana tercantum dalam Al-Qur’an Surat Al-Hajj Ayat 27-29.

Allah berfirman, “Dan berserulah kepada manusia untuk mengerjakan haji, niscaya mereka akan datang kepadamu dengan berjalan kaki, dan mengendarai unta yang kurus yang datang dari segenap penjuru yang jauh. Supaya mereka menyaksikan berbagai manfaat bagi mereka dan supaya mereka menyebut nama Allah pada hari yang telah ditentukan atas rizki yang Allah telah berikan kepada mereka berupa binatang ternak. Maka makanlah sebahagian daripadanya dan (sebahagian lagi) berikanlah untuk dimakan orang-orang yang sengsara lagi fakir. Kemudian hendaklah mereka menghilangkan kotoran yang ada pada badan mereka dan hendaklah mereka menyempurnakan nadzar-nadzar mereka dan hendaklah mereka melakukan thawaf sekeliling rumah yang tua itu (Baitullah).” (Al-Hajj: 27-29).

Dari sisi dalil hadits, diriwayatkan oleh Al-Imam Muslim dari Abu Hurairah ra, ia berkata: “Rasulullah SAW berkhutbah di hadapan kami lalu bersabda: “Wahai sekalian manusia, sungguh telah diwajibkan atas kalian haji, maka berhajilah!” Maka seseorang berkata: “Apakah setiap tahun, wahai Rasulullah?” Beliau terdiam sampai orang tersebut bertanya sebanyak tiga kali. Rasulullah SAW lalu menjawab: “Kalau aku menjawab ya, maka akan menjadi wajib (setiap tahun) dan niscaya kalian tidak mampu.” Lalu beliau bersabda: “Biarkanlah apa yang aku tinggalkan untuk kalian, sesungguhnya binasanya orang-orang sebelum kalian adalah karena terlalu banyak bertanya dan menyelisihi para nabi mereka. Jika aku perintahkan kalian terhadap sesuatu maka kerjakanlah semampu kalian, dan jika aku melarang kalian dari sesuatu maka tinggalkanlah.” (HR. Muslim, Kitab Al-Hajj Bab Fardhul Hajj Marratan fil ‘Umr, no. 2380).

Kedua dalil di atas menegaskan bahwa setiap muslim wajib menjalankan ibadah Haji, yakni bagi yang mampu. Indikator mampu adalah mampu dari sisi jasmani, rohani, ekonomi, dan keamanan. Jika salah satu prasyarat tersebut tidak bisa dipenuhi, maka kamu tidak wajib menunaikan ibadah haji.

Salah satu syarat disebut mampu adalah ketika calon jamaah memiliki kemampuan dari sisi ekonomi dan keuangan atau finansial. Terkait dengan kemampuan finansial tersebut, saat ini berbagai Lembaga Keuangan Syariah (LKS), salah satunya Pegadaian Syariah, memberikan fasilitas yang memudahkan jalan bagi kita untuk menjadi orang yang mampu dari sisi finansial.

Fasilitas atau produk tersebut, salah satunya adalah produk pembiayaan Arrum Haji. Pembiayaan Arrum Haji pada Pegadaian Syariah adalah layanan yang memberikan Nasabah kemudahan pendaftaran dan pembiayaan haji.

Adapun Fatwa DSN MUI yang melandasi produk Pembiayaan Arrum Haji adalah Fatwa No. 25 tahun 2002 tentang Gadai Syariah, Fatwa No. 26 tahun 2002 tentang Gadai Emas Syariah, Fatwa DSN MUI No. 29 tahun 2002 tentang Pembiayaan Pengurusan Haji Lembaga Keuangan Syariah, Fatwa DSN MUI No. 68 tahun 2008 tentang Rahn Tasjily, dan Fatwa No. 92 tahun 2014 tentang Pembiayaan yang Disertai Rahn.

Skema produk Arrum Haji ini sederhana. Nasabah cukup datang ke Pegadaian Syariah dengan menyiapkan jaminan emas minimal Rp 7 juta (atau setara dengan logam mulia atau emas 15 gram) plus bukti SA BPIH SPPH. Nasabah juga diminta membuka rekening tabungan haji dengan setoran Rp 500 ribu. Rekening ini akan diisi uang pinjaman sebesar Rp 25 juta dalam bentuk tabungan haji dari Pegadaian Syariah kepada nasabah.

Angsuran yang dilakukan oleh nasabah setiap bulannya adalah setoran pengembalian pinjaman sebesar Rp 25 juta (dibagi rata sebanyak jumlah bulan), serta angsuran biaya pemeliharaan barang jaminan nasabah (mu’nah pemeliharaan) selama nasabah belum melakukan pelunasan. Jadi ada 2 aspek angsuran, yakni angsuran pinjaman dan angsuran mu’nahpemeliharaan.

Pengembalian pinjaman dapat diangsur selama 12, 18, 24 atau 36 bulan. Biaya pemeliharaan barang jaminan (mu’nahpemeliharaan) per bulan kurang lebih setara dengan 0.95 persen x nilai taksiran jaminan. Biaya pemeliharaan ini akan disebutkan nominal rupiahnya di setiap akad pembiayaan Arrum Haji ini, sehingga tidak mengandung transaksi Riba.

Ada beberapa syarat yang harus dilakukan dan disiapkan oleh calon jamaah haji di antaranya menyerahkan fotokopi KTP, jaminan emas, buku tabungan, SPPH, SA BPIH. Barang dan dokumen-dokumen itulah yang akan dijadikan sebagai agunan di Pegadaian Syariah.

Keunggulan produk Arrum Haji ini adalah nasabah memperoleh tabungan haji yang langsung dapat digunakan untuk memperoleh nomor porsi haji. Transaksi ini jelas tidak melanggar syariah Islam. Kemampuan berangkat haji akan muncul ketika pembiayaan di Pegadaian Syariah sudah dibayar lunas.

Selain itu, emas dan dokumen haji yang dimiliki nasabah juga aman tersimpan di Pegadaian Syariah. Biaya pemeliharaan barang jaminan (mu’nah pemeliharaan) juga terjangkau. Emas yang dijaminkan nantinya dapat dipergunakan untuk pelunasan biaya haji. Hal ini sangat bermanfaat bagi tata kelola keuangan kamu, agar tertib dalam merencanakan Ibadah Haji.

Demikian uraian tentang produk pembiayaan Arrum Haji, mari kita persiapkan ibadah haji kita jauh-jauh hari yang memudahkan kita menjadi orang yang mampu sehingga layak ke Tanah Suci memenuhi panggilan Allah. Amin.

 

Artikel ditulis oleh Tim Advika, keterangan lebih lanjut hubungi e-mail info@advikamedia.com




Komentar Artikel "Berminat Buka Tabungan Haji? Yuk Cari Tahu di Sini!"