Contoh-Contoh Investasi yang Halal dan Haram Menurut Islam - Pegadaian Syariah
logo

Contoh-Contoh Investasi yang Halal dan Haram Menurut Islam

3 bulan yang lalu      Investasi Emas
Contoh-Contoh Investasi yang Halal dan Haram Menurut Islam

Apa yang dimaksud dengan investasi? Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), investasi adalah penanaman uang atau modal dalam suatu perusahaan atau proyek untuk tujuan memperoleh keuntungan. Investasi merupakan suatu istilah dengan beberapa pengertian yang berhubungan dengan keuangan dan ekonomi. Istilah tersebut berkaitan dengan akumulasi suatu bentuk aktiva dengan suatu harapan mendapatkan keuntungan pada masa depan. Terkadang, investasi disebut juga sebagai penanaman modal.

Singkatnya, investasi adalah penanaman modal untuk usaha tertentu dalam rangka memperoleh keuntungan. Jadi, aspek yang harus ada dalam investasi adalah adanya modal atau dana dan usaha. Jika tidak ada kedua aspek tersebut, sejatinya tidak bisa disebut dengan investasi.

Secara umum, investasi dibagi menjadi 2 besaran, yakni investasi halal dan investasi haram. Investasi halal dijalankan dengan logika dagang dan untuk transaksi bisnis yang halal, sedangkan investasi yang sifatnya haram dijalankan dengan cara nondagang dan dijalankan untuk transaksi bisnis yang haram. Berikut ini contoh investasi yang halal dan haram dalam Islam.

Contoh-Contoh Investasi yang Halal

Pertama, investasi di Lembaga Keuangan Syariah (LKS). Investasi di LKS terjadi ketika nasabah menempatkan dana pada produk tabungan, giro atau deposito syariah.

Ketika nasabah menempatkan dana di LKS dengan kontrak kongsi investasi ( mudharabah ), maka nasabah tidak dijanjikan hasil pasti berupa kelebihan pengembalian bayar sebesar % x pokok, namun hitungannya sebesar % x hasil.

Ketika dana diinvestasikan sebesar 1 juta dengan nisbah 60:40, maka hasilnya akan menunggu di akhir periode bisnis (harian atau bulanan atau berjangka) dengan pembagian hasil 60:40. Dengan demikian skema transaksi ini masuk akal. Oleh Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia, skema transaksi ini disebut dengan transaksi halal.

Kedua, investasi di Bursa Saham Syariah. Investasi ini memiliki beberapa varian produk, yakni saham syariah, reksadana syariah, sukuk (dulu disebut dengan obligasi syariah), sukuk ritel sampai dengan pasar uang syariah. Skema transaksi yang dipergunakan juga berbasis syariah.

Ketika nasabah menempatkan dana di Bursa Saham Syariah dengan kontrak Kongsi Investasi ( mudharabah ), maka nasabah tidak dijanjikan hasil pasti berupa kelebihan pengembalian bayar sebesar % x pokok, namun hitungannya sebesar % x hasil.

Ketika dana diinvestasikan sebesar 10 juta dengan nisbah 60:40, maka hasilnya akan menunggu di akhir periode bisnis (harian atau bulanan atau berjangka) dengan pembagian hasil 60:40. Dengan demikian skema transaksi ini masuk akal. Oleh Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia, skema transaksi ini disebut dengan transaksi halal.

Skema dagang lainnya akan diatur dan ditata kelola sesuai dengan jenis dagangnya, misalnya menggunakan kontrak jual beli barang atau sewa menyewa. Imbal hasilnya juga akan ditentukan sesuai dengan karakteristik kontrak. Jika kontraknya jual beli, maka akan ada harga jual. Jika kontraknya sewa menyewa, maka akan ada marjin atau biaya sewa.

Ketiga, investasi emas secara syariah. Investasi emas secara syariah bisa kamu dapatkan baik itu secara tunai maupun angsuran. Salah satunya adalah melalui layanan Mulia  yang dikeluarkan oleh Pegadaian Syariah. Dengan proses yang mudah dan jangka waktu yang fleksibel, layanan Mulia dapat menjadi alternatif pilihan investasi yang aman untuk mewujudkan kebutuhan masa depan, seperti menunaikan ibadah haji, mempersiapkan biaya pendidikan anak, memiliki rumah idaman, serta kendaraan pribadi.

Selain membeli atau mengangsur emas batangan, pilihan investasi emas secara syariah yang bisa kamu manfaatkan adalah melalui Tabungan Emas. Cukup dengan membayar biaya administrasi, menyerahkan fotokopi data diri yang masih berlaku, kamu sudah bisa memiliki emas mulai dari Rp 6.000-an. Mudah, bukan? Tidak heran jika pilihan investasi ini cocok bagi anak muda atau generasi milenial untuk berlatih investasi sejak dini.

Keempat, investasi kepemilikan properti. Properti merupakan salah satu harta yang nilainya cenderung naik dari waktu ke waktu. Termasuk di dalam kategori properti adalah tanah, rumah, atau ruko. Dalam rangka kepemilikan properti, kamu bisa memanfaatkan fasilitas kepemilikan secara tunai maupun non tunai.

Kebutuhan kepemilikan rumah di perkotaan maupun di daerah saat ini mengalami pertumbuhan yang sangat pesat. Oleh sebab itu, investasi di bidang properti memiliki prospek yang cerah. Jangan lupa pastikan bahwa instrumen bisnis yang kamu jalankan agar sesuai dengan skema syariah dan semua instrumen yang dipergunakan berkekuatan hukum yang sah.

Kelima, investasi bisnis zat halal. Investasi jenis ini paling mudah diketahui, yakni ketika investasi diberikan untuk bisnis zat halal seperti bisnis sembako, bisnis jasa, bisnis travel, bisnis rumah, dan lain-lain.

 

Contoh-Contoh Investasi yang Haram

Pertama , investasi berbasis bunga. Ciri dari investasi ini adalah ketika dana yang diinvestasikan sejak awal sudah dijanjikan imbal hasil sejumlah bunga sebesar % x pokok dana yang diinvestasikan. Dana investasi belum dipergunakan untuk bisnis, namun investor sudah dijanjikan hasil pasti sejumlah rupiah tertentu. Hal ini menyalahi kodrat bisnis bahwa risiko dalam bisnis adalah untung, rugi, dan impas.

Skema ini bisa ditemukan di berbagai lembaga maupun individu. Tak jarang ditemui investasi yang menjanjikan hasil berupa bunga tinggi sebagai iming-iming kepada masyarakat agar menempatkan dananya di lembaga tersebut. Setelah ditelusuri lebih jauh lagi, ternyata lembaga tersebut termasuk dalam kategori investasi bodong. Jadi, harus hati-hati dalam memilih investasi.

Kedua , investasi berbasis spekulasi . Makna kata spekulasi adalah untung-untungan. Investasi berbasis spekulasi yang dimaksud adalah skema investasi dengan menempatkan dana sedikit dalam rangka memeroleh dana yang banyak, namun perolehan dana yang banyak tersebut mengambil hak bagian orang lain yang juga melakukan investasi. Investasi jenis ini bisa terlihat jelas pada skema money game , judi dan sejenisnya. Skema ini juga disebut dengan maisir .

Ketiga , investasi online yang gharar . Investasi ini merupakan bisnis investasi berbasis online namun masih gharar (tidak jelas). Gharar di sini misalnya terjadi karena ketidakjelasan jenis bisnis yang dijalankan, komoditas, atau objek investasi yang tidak jelas atau tidak diketahui, apalagi ditambah dengan belum masuknya lembaga investasi tersebut di bawah pengawasan Otoritas Jasa Keuangan. Skema investasi jenis ini harus dihindari.

Keempat, investasi emas yang gharar. Istilah investasi emas mungkin kurang sesuai dengan arti katanya di KBBI, namun sudah lazim dipergunakan di masyarakat untuk menyebut kepemilikan emas dalam rangka memperoleh keuntungan atas keberadaan emas yang dimilikinya.

Investasi emas yang gharar maksudnya ketika investasi emas, namun sejatinya emasnya memang tidak ada. Investasi ini menarik oleh karena dijanjikan return yang tinggi. Disebutkan bahwa emas benar-benar ada, namun ternyata tidak ada fisiknya, hanya mengandalkan strategi promosi yang menarik. Kamu perlu berhati-hati, karena jenis investasi bodong berbasis bisnis emas sudah marak muncul di Indonesia.

Kelima, investasi bisnis zat haram. Investasi jenis ini paling mudah diketahui, yakni ketika investasi diberikan untuk bisnis zat terlarang seperti bisnis daging babi, bisnis minuman keras, bisnis riba, dan berbagai bisnis lain yang dilarang syariah.

Demikian beragam contoh investasi yang halal dan haram menurut Islam. Mari kita gunakan transaksi yang halal, insya Allah barakah . Amin.

 

Artikel ditulis oleh Tim Advika, keterangan lebih lanjut hubungi e-mail info@advikamedia.com




Komentar Artikel "Contoh-Contoh Investasi yang Halal dan Haram Menurut Islam"