Fakta Unik Tentang Puasa Ramadan yang Belum Banyak Diketahui Orang - Pegadaian Syariah
logo

Fakta Unik Tentang Puasa Ramadan yang Belum Banyak Diketahui Orang

7 bulan yang lalu    
Fakta Unik Tentang Puasa Ramadan yang Belum Banyak Diketahui Orang

Ramadan adalah bulan di mana sebulan penuh kita berpuasa, menahan diri dari lapar dan berbagai hal yang membatalkan puasa. Sebagai bulan yang penuh pahala, penuh berkah, rahmat, dan ampunan dari Allah SWT, tidur pun berpahala di bulan Ramadan daripada melakukan keburukan.

Berikut ini beberapa fakta unik tentang puasa Ramadan yang belum banyak diketahui orang.

Pertama, awal Ramadan bisa beda hari. Tanggalnya tetap saja tanggal 1 Ramadan. Sama halnya dengan penentuan Idul Fitri, awal Ramadan di berbagai daerah atau negara pun bisa berbeda-beda. Hal ini terjadi karena bulan Ramadan adalah bulan Qamariyyah artinya bulan yang awal bulannya ditentukan oleh penampakan bulan (qamar). Satu bulan qamariyyah ini bisa berjumlah 29 hari, bisa 30 hari, tergantung siklus penampakan bulan.

Meskipun begitu, penentuan awal bulan Ramadan ini tidak seheboh penentuan awal Idul Fitri. Apalagi jika ditinjau dari sisi ketentuan fikih ibadah, hukumnya haram jika kita menjalankan puasa di tanggal 1 Syawal. Oleh sebab itu, penentuan tanggal 1 Syawal menjadi lebih serius dibandingkan dengan penentuan awal 1 Ramadan.

Ada kaidah fikih hukmu al hakim ilzamun wa yarfa’ al khilaf yang artinya hukum hakim (dalam negara) itu mengikat dan menghilangkan khilaf (perbedaan pendapat yang tidak perlu). Ketentuan awal Ramadan dan Syawal ini ikut Kementerian Agama saja sebagai Ulil Amri di Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Kedua, penentuan pahala ibadah puasa adalah hak prerogatif Allah. Silahkan meramaikan suasana Ramadan dengan berbagai kegiatan keagamaan bersama-sama, namun Allah lah yang menjadi penentu pahala puasa Ramadan kita. Hal ini ditegaskan oleh hadits Rasulullah SAW dari Abu Hurairah.

Dari Abu Hurairah, Rasulullah SAW bersabda, “Setiap amalan kebaikan yang dilakukan oleh manusia akan dilipatgandakan dengan sepuluh kebaikan yang semisal hingga tujuh ratus kali lipat. Allah Ta’ala berfirman (yang artinya), “Kecuali amalan puasa. Amalan puasa tersebut adalah untuk-Ku. Aku sendiri yang akan membalasnya. Disebabkan dia telah meninggalkan syahwat dan makanan karena-Ku. Bagi orang yang berpuasa akan mendapatkan dua kebahagiaan yaitu kebahagiaan ketika dia berbuka dan kebahagiaan ketika berjumpa dengan Rabbnya. Sungguh bau mulut orang yang berpuasa lebih harum di sisi Allah daripada bau minyak kasturi.” (HR. Bukhari No. 1904, 5927 dan Muslim No. 1151).

Hadits shahih tersebut juga menegaskan bahwa pahala orang berpuasa itu berlipat ganda. Rasulullah juga menyatakan bahwa bau mulut orang yang berpuasa adalah harum, lebih harum dibanding minyak kasturi. Hal ini terjadi karena berbagai amalan kebaikan di bulan suci Ramadan ini.

Di bulan Ramadan ini, sejatinya orang lain juga tidak tahu secara pasti apakah sesungguhnya kita sedang berpuasa atau tidak. Bisa saja kita menahan lapar, dahaga dan hal yang tidak boleh dilaksanakan ketika berpuasa di depan orang lain, namun mungkin saja orang yang berpuasa ini makan, minum dan hal yang membatalkan puasa lainnya ketika tidak terlihat oleh orang lain. Di sinilah kita diuji kejujuran dalam menjalankan ibadah puasa. Hanya Allah yang tahu pasti ibadah puasa kita.

Ketiga, Ramadan adalah bulan turunnya Al-Qur’an dan Lailatul Qadar. Al-Qur’an adalah pedoman hidup kita umat Islam yang beriman. Al-Qur’an adalah mukjizat terbesar untuk Rasulullah SAW dan ummatnya. Dan Al-Qur’an diturunkan pada bulan Ramadan, sehingga pada tanggal 17 Ramadan kita peringati sebagai Nuzulul Quran, peringatan turunnya Al-Qur’an. Inilah salah satu peristiwa paling fenomenal dalam sejarah Islam.

Ayat Al-Qur’an yang pertama kali diturunkan Allah adalah Surat Al Alaq ayat 1-5 yang diawali dengan iqra (bacalah). Makna yang tersurat dan tersirat dari ayat ini sangat dalam. Kita diperintahkan oleh Allah untuk membaca, baik membaca dalam arti denotasi maupun konotasi.

Kita diperintahkan untuk membaca ayat-ayat Allah baik berupa nash Al-Qur’an (termasuk nash hadits), membaca ayat-ayat Allah yang direpresentasikan melalui keberadaan semua makhluk-Nya di dunia ini maupun membaca berbagai fenomena keseharian yang terjadi di muka bumi ini.

Bulan Ramadan juga menghadirkan malam Lailatul Qadar, malam yang lebih utama dibandingkan dengan seribu bulan. Rasanya banyak di antara kita yang tahu Lailatul Qadar ini, namun tak sedikit pula dari kita yang mengabaikannya, sehingga terlewat begitu saja.

Mari kita perbanyak amal dan ibadah kita terutama di tanggal ganjil pada sepertiga bulan terakhir di bulan Ramadan. Hadirnya Lailatul Qadar ini ada pada sepertiga terakhir dari malam hari. Mari kita perbanyak ibadah seperti sholat, tadarrus dan i’tikaf.

Keempat, puasa itu menyehatkan. Perhatikan, pada saat kita sahur, silahkan makan yang cukup, jangan berlebihan. Setelah sahur, selanjutnya kita salat subuh dan bekerja dengan semangat tanpa berpikir lapar dan dahaga. Ketika lapar dan dahaga muncul, yang terjadi adalah pemecahan katabolisme (respirasi sel) sehingga energi akan diisi lagi untuk bekerja. Simpanan lemak dan kadar gula akan terpakai. Selanjutnya akan terjadi perbaikan sel-sel pada tubuh kita.

Perbaikan sel tersebut akan terus terjadi dan mencapai batas optimal pada saat berbuka puasa. Wajar saja ketika menjelang saat berbuka puasa, justru rasa lapar dan dahaga sedikit berkurang oleh karena energi tubuh akan terisi oleh pemecahan katabolisme dari lemak dan glikogen (gula yang tersimpan di dalam hati dan otot).

Pada saat berbuka puasa, disarankan untuk minum air hangat agar lendir di tubuh akan mudah terlarutkan dan rasa dahaga bisa segera hilang. Kita juga dianjurkan untuk menyegerakan berbuka, tidak makan dan minum yang berlebihan, tidak banyak mengonsumsi minuman dingin atau es. Begitu juga pada malam hari di bulan puasa, agar membatasi jumlah makanan yang masuk ke dalam tubuh.

Pola makan dan minum yang diatur sejak sahur sampai berbuka dan sejak berbuka sampai sahur ini menyebabkan tubuh menjadi sehat. Apalagi jika ditambah dengan olah raga rutin seperti jalan sehat, lari, olah raga lainnya, bahkan tadarrus, salat, i’tikaf dan berbagai aktivitas ibadah lainnya yang ternyata juga merupakan salah satu aktivitas yang sifatnya menata gerak tubuh.

Kelima, tidak semua orang Islam berpuasa. Puasa Ramadan adalah salah satu dari rukun Islam sebagai ibadah mahdhah yang diwajibkan kepada setiap Muslim. Namun, ada juga orang Islam yang tidak berpuasa, seperti anak-anak, orang yang sakit, orang yang lanjut usia, wanita hamil, ibu menyusui, orang bepergian (musafir). Bahkan orang yang sedang menstruasi malah diharamkan untuk berpuasa.

Tentu saja, ketika kita tidak menjalankan puasa padahal kita sudah terkena hukum wajib berpuasa, maka kita wajib mengganti puasa di hari lain di luar bulan Ramadan. Jika memang kita tidak mampu menjalankan puasa padahal terhukum wajib berpuasa, maka kita harus membayar fidyah sebagai ganti atas pelaksanaan puasa yang kita tinggalkan.

Demikian beberapa fakta unik tentang puasa yang jarang diketahui oleh masyarakat awam. Selamat menjalankan ibadah puasa Ramadan.

 

Artikel ditulis oleh Tim Advika, keterangan lebih lanjut hubungi e-mail info@advikamedia.com



Artikel Terkait


  2 tahun yang lalu
  2 tahun yang lalu
  2 tahun yang lalu
  2 tahun yang lalu

Komentar Artikel "Fakta Unik Tentang Puasa Ramadan yang Belum Banyak Diketahui Orang"