Hidup Sehat dan Manfaat Olahraga dalam Islam - Pegadaian Syariah
logo

Hidup Sehat dan Manfaat Olahraga dalam Islam

5 bulan yang lalu    
Hidup Sehat dan Manfaat Olahraga dalam Islam

Sebentar lagi, Indonesia akan resmi menjadi tuan rumah penyelenggaraan olahraga multi event regional Asia, yakni Asian Games yang ke-18. Event ini secara resmi akan dibuka pada tanggal 18 Agustus 2018 dan ditutup pada 2 September 2018. Ada 40 cabang olahraga yang akan dipertandingkan, 32 di antaranya adalah cabang olahraga olimpiade. Event ini sendiri akan diikuti oleh 45 negara Asia yang termasuk dalam Dewan Olimpiade Asia.

Bicara tentang olahraga, Islam juga mengatur tentang pentingnya olahraga. Rasulullah SAW pernah mencontohkan olahraga seperti berenang, memanah, berkuda, berlari, gulat dan sebagainya. Meskipun aktivitas tersebut adalah sunnah basyariyyah (bukan sebagai ketetapan hukum syariah), mari kita contoh aktivitas olahraga sebagai salah satu aktivitas yang memberikan dampak positif terhadap tubuh manusia.

Ada berbagai jenis olahraga yang bisa kita lakukan dengan berbagai manfaat yang bisa kita rasakan. Berikut ini ada beberapa manfaat dari hidup sehat dan olahraga menurut Islam.

Pertama, memperkuat kebugaran fisik dan rohani. Secara umum, manfaat utama berolahraga adalah memperkuat kesehatan fisik dan mental seorang mukmin. Allah SWT menyukai mukmin yang sehat dan kuat, baik secara fisik maupun rohani. Kuat secara fisik bisa melancarkan aktivitas ibadah yang membutuhkan kebugaran fisik seperti salat, puasa, dan haji. Sedangkan kuat secara rohani bisa memperkuat watak dan karakter seseorang untuk terus menaati perintah Allah SWT dan menjauhi larangan-Nya.

Dari Abu Hurairah ra ia berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda: “ Orang mukmin yang kuat adalah lebih baik dan lebih dicintai oleh Allah SWT daripada orang mukmin yang lemah. Namun keduanya itupun sama memperoleh kebaikan. Berlombalah untuk memperoleh apa saja yang memberikan kemanfaatan padamu dan mohonlah pertolongan kepada Allah SWT dan janganlah merasa lemah. Jikalau engkau terkena oleh sesuatu musibah, maka janganlah engkau berkata: “Andaikata saya mengerjakan begini, tentu akan menjadi begini dan begitu.” Tetapi berkatalah: “Ini adalah takdir Allah SWT dan apa saja yang dikehendaki olehNya tentu Dia melaksanakannya,” sebab sesungguhnya ucapan “andaikata” itu membuka pintu godaan syaitan .” (HR Muslim)

Selain manfaat fisik, berolahraga juga bisa meningkatkan kebugaran rohani. Ketika badan sehat, maka rohani akan terdampak sehat. Pepatah Arab mengatakan bahwa “ al aql as saalim fii al jism as saalim,” yang artinya akal yang sehat terletak pada badan yang sehat.

Kedua, melatih kejujuran dan sportivitas. Dalam pertandingan atau perlombaan apapun, nilai utama yang harus dijunjung tinggi adalah kejujuran dan sportivitas. Setiap olahraga memiliki aturan masing-masing. Aturan ini harus ditaati, selain dalam rangka menjaga agar tata cara olahraga tidak berlebihan, namun juga untuk menjunjung tinggi sportivitas dalam berkompetisi.

Kecurangan bisa muncul dari diri olahragawan, seperti konsumsi doping, melakukan suap dalam rangka memengaruhi keputusan wasit, dan berbagai aktivitas lain yang tidak sportif. Ketika kita dalam posisi kalah, mari berbesar hati menerima kekalahan meskipun terkadang menyakitkan.

Ketiga , melatih konsentrasi dan ketahanan. Salah satu manfaat dari olahraga adalah bisa meningkatkan konsentrasi dan ketahanan. Terkait dengan konsentrasi, Rasulullah SAW memberikan contoh olahraga yang melatih konsentrasi tinggi, yakni memanah. Uqbah Ibnu Amir ra berkata, “ Aku mendengar Rasulullah SAW di atas mimbar membaca yang artinya, ‘dan siapkanlah kekuatan dan pasukan berkuda untuk menghadapi mereka sekuat tenagamu, ingatlah bahwa kekuatan itu adalah memanah .’” (HR. Muslim).

Pada masa sekarang, selain memanah ada juga olahraga yang melatih konsentrasi tinggi, yakni menembak, balap motor, balap mobil, golf, dan lain-lain. Bahkan, secara umum, semua olahraga membutuhkan konsentrasi yang baik.

Selain konsentrasi, olahraga juga bisa menimbulkan jiwa ketahanan yang tinggi. Contoh olahraga yang melatih ketahanan tinggi, yakni gulat. Rasulullah SAW diriwayatkan beberapa kali bergulat dengan seorang yang terkenal kuat, yaitu Rukanah, dan beliau selalu menang. Hal ini sebagaimana yang dinyatakan dalam hadits bahwa Rasulullah SAW pernah gulat dengan seorang laki-laki yang terkenal kuatnya, namanya Rukanah. Permainan ini dilakukan beberapa kali (HR. Abu Dawud). Secara umum, semua olahraga yang dominan membutuhkan aktivitas fisik, ini meningkatkan ketahanan yang tinggi.

Keempat, memperpanjang usia dan menambah rezeki. Olahraga juga bisa memperpanjang usia dan rezeki. Ketika fisik kita sehat, maka bukan tidak mungkin badan kita akan terus selalu dalam kondisi sehat. Ketika badan sehat dan jiwa sehat, maka wajar saja jika olahraga bisa menambah kebugaran tubuh dan usia yang panjang.

Olahraga juga identik dengan perlombaan atau pertandingan. Pada sebuah pertandingan tentu ada banyak pihak yang terlibat, mulai dari pelatih, rekan tim, lawan tanding, sampai dengan penonton yang hadir secara langsung maupun tidak langsung. Dengan demikian, olahragawan akan sering berinteraksi dengan banyak orang, terutama orang-orang yang baru ketemu. Hal ini menyebabkan olahragawan akan sering berinteraksi dengan orang baru, bersilaturahim, berkenalan, bertukar ide dan gagasan, yang selanjutnya bisa membuka pintu-pintu rezeki yang baru.

Jangan lupa bahwa hampir semua jenis olahraga, bisa menghadirkan hadiah yang menggiurkan. Ketika prestasi diperoleh, banyak pihak yang biasanya ikut menghargai. Ini bisa menjadi salah satu jalan rezeki bagi olahragawan.

Kelima, meningkatkan prestasi dan produktivitas. Olahraga juga identik dengan prestasi. Ketika prestasi diraih, lazimnya olahragawan memperoleh hadiah. Hadiah itu penting, namun bagi olahragawan, prestasi juga sangat penting.

Ketika olahragawan memperoleh prestasi yang diidamkan, hal ini juga semakin memacu produktivitas olahragawan, terutama untuk terus berlatih dan memperbaiki diri agar lebih baik lagi ke depannya. Kondisi ini juga semakin melatih olahragawan untuk meningkatan produktivitas dalam aktivitas sehari-hari.

Kelima , melatih etika dan estetika. Ketika melakukan olahraga, maka olahragawan tetap perlu menjaga etika dan estetika. Hal ini pernah dicontohkan oleh Rasulullah SAW ketika sedang berolahraga memanah, bahwa “ Barangsiapa lewat dengan membawa panah di masjid atau pasar kita, maka hendaklah dipegang ujung panahnya dengan tangannya agar tidak melukai seorang muslim .” (HR Bukhari). Hadits ini menegaskan bahwa di dalam olahraga harus selalu menjunjung nilai etika dan estetika.

Rasulullah SAW juga pernah memperingatkan para pemain penahan agar tidak menjadikan binatang-binatang jinak dan sebagainya sebagai sasaran latihannya, sebagaimana yang biasa dilakukan oleh orang-orang Arab jahiliah. Abdullah bin Umar pernah melihat sekelompok manusia yang sedang berbuat demikian, kemudian Ibnu Umar mengatakan, “Sesungguhnya Rasulullah SAW melaknat orang yang menjadikan sesuatu yang bernyawa sebagai sasaran memanah. ” (HR. Bukhari dan Muslim).

Demikian hidup sehat dan manfaat olahraga menurut Islam yang perlu kamu ketahui, semoga badan dan hati kita tetap bugar dan sehat, agar bisa istiqamah menjalankan ketaatan terhadap Allah SWT dan menjauhi larangan-Nya.

 

Artikel ditulis oleh Tim Advika, keterangan lebih lanjut hubungi e-mail info@advikamedia.com



Artikel Terkait


  2 tahun yang lalu
  2 tahun yang lalu
  2 tahun yang lalu
  2 tahun yang lalu

Komentar Artikel "Hidup Sehat dan Manfaat Olahraga dalam Islam"