Hikmah Ibadah Haji dalam Berbagai Aspek - Pegadaian Syariah
logo

Hikmah Ibadah Haji dalam Berbagai Aspek

4 bulan yang lalu      Haji
Hikmah Ibadah Haji dalam Berbagai Aspek

Ibadah Haji merupakan salah satu syariat Islam bagi yang berkemampuan dari sisi ekonomi, fisik, jiwa, dan keamanan. Selain ibadah ritual spiritual, ibadah haji membutuhkan kondisi fisik yang prima karena banyak ritual yang membutuhkan aktivitas fisik, seperti sa’i, thawaf, melempar jumrah, wukuf, dan lain-lain.

Ada beberapa hikmah ibadah haji ditinjau dari berbagai aspek. Mari kita simak bersama-sama:

Pertama , Muslim harus sehat. Ibadah haji dilakukan oleh orang Islam yang mampu, termasuk berkemampuan fisik atau sehat secara fisik. Ibadah haji membutuhkan fisik yang prima, sehingga jemaah harus sehat dan kuat, meskipun ada layanan khusus bagi jemaah dalam kondisi keterbatasan fisik maupun yang sedang sakit.

Aktivitas fisik paling kentara bisa dilihat ketika jemaah melakukan sa’i (berlari kecil dari Bukit Shafa dan Marwa sebanyak 7x), thawaf (mengelilingi Ka’bah), melempar jumrah (melempar jumrah ula, mustha, aqabah), wukuf (berkumpul di Padang Arafah di hari yang ditentukan) serta berbagai aktivitas fisik lain yang harus dilakukan jamaah.

Oleh sebab itu, jemaah pun harus mempersiapkan diri jauh hari sejak sebelum keberangkatan. Selama masih di Tanah Air, jemaah harus selalu menjaga kebugaran badan dengan melakukan olahraga teratur, makan dan minum teratur, istirahat cukup, tidak melakukan kegiatan fisik yang berlebihan, menjaga emosi jiwa dan menjaga diri agar tidak stres.

Pola hidup sehat ini harus tetap dipertahankan sejak sebelum berangkat, ketika berada di Tanah Suci, sampai dengan kembali ke Tanah Air.

Kedua, Muslim harus mampu. Jemaah haji membutuhkan dana yang tidak sedikit. Biaya Perjalanan Ibadah Haji (BPIH) saat ini mencapai kurang lebih Rp 35 juta. Bahkan, biaya haji sebenarnya mencapai kurang lebih Rp 70 juta, namun jemaah memperoleh subsidi dari pemerintah dan tambahan dari hasil kelolaan dana jemaah. Jumlah ini belum termasuk uang saku selama perjalanan ibadah haji.

Kondisi ini menyebabkan kita harus mempersiapkan diri sejak dini dengan menabung, mendaftar haji sejak awal, dan ikhtiar agar bisa mencukupi biaya perjalanan ibadah haji.

Jika kamu ingin mempersiapkan perjalanan ibadah haji dari sekarang, Pegadaian Syariah menyediakan pembiayaan Arrum Haji, yakni layanan yang memberikan kemudahan kepada nasabah untuk melakukan pendaftaran dan pembiayaan haji. Nasabah harus memenuhi syarat sebagai pendaftar haji, menyerahkan fotokopi KTP serta jaminan emas minimal Rp 7 juta. Kamu tinggal membayar biaya pemeliharaan agunan tersebut. Kamu juga akan memperoleh uang pinjaman Rp 25 juta dalam bentuk tabungan haji.

Keunggulan produk ini adalah memperoleh tabungan haji yang langsung dapat digunakan untuk memperoleh nomor porsi haji, sedangkan emas dan dokumen haji aman tersimpan di Pegadaian Syariah. Biaya pemeliharaan barang jaminan pun terjangkau dan jaminan emas dapat dipergunakan untuk pelunasan biaya haji pada saat lunas.

Ketiga, Muslim itu beragam dan bersaudara. Ibadah haji menyebabkan jemaah bertemu dengan umat Islam dari seluruh penjuru dunia. Selama ini jemaah hanya sering berinteraksi dengan sesama Muslim di Indonesia saja. Selain keberagamaan negara asal, jemaah akan menjumpai Muslim dengan warna kulit, bahasa, ras, kebiasaan, sifat, karakter, dan budaya yang berbeda.

Dengan demikian kita semakin menyadari bahwa kita diciptakan ini beranekaragam namun tetap bersaudara. Setiap Muslim adalah bersaudara, maka harus selalu damai dan menjadi rahmat bagi alam semesta.

Keempat, Muslim harus gigih dan optimis. Ibadah haji menyebabkan seorang Muslim memiliki jiwa yang gigih dan optimis. Kegigihan bermula dari persiapan menjalankan ibadah haji, yakni dari persiapan fisik (menjaga kondisi fisik tetap sehat dan bugar), ekonomi (menyiapkan dana ibadah haji), jiwa (menyirami rohani diri dengan membaca Al-Qur’an, dzikir, berpikir positif, bertindak positif) dan keamanan (hal ini terkait dengan kondisi negara dan hubungan antarnegara). Setiap jemaah memiliki rasa optimis untuk bisa berangkat haji dengan sehat, lancar, dan selamat.

Selama menjalankan ibadah haji, jemaah haji bisa menyelami kegigihan Siti Hajar yang bolak balik dari bukit Shofa ke Marwa sebanyak 7x ketika mencarikan air minum untuk Nabi Ismail as. Sebagai hasilnya, Allah menghadirkan air zamzam dari jejak kaki Nabi Ismail as.

Kelima, Muslim harus punya solidaritas tinggi. Jemaah haji mempertemukan jutaan umat Islam dari seluruh penjuru dunia. Setiap Muslim menganggap bahwa semua yang hadir dalam ibadah haji adalah saudara. Ketika saling bertemu sapa, semua adalah saudara, harus saling menolong dalam kebaikan, dan saling menghargai sesama.

Salah satu solidaritas dari sisi nilai ritual ibadah haji adalah ibadah kurban. Selain dalam rangka ritual ibadah, kurban juga memiliki dimensi sosial yang tinggi, yakni oleh karena daging kurban harus dibagikan kepada orang yang membutuhkan.

Keenam, Muslim harus selalu bersabar dan bersyukur. Sabar dan syukur merupakan satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan. Bersabar dimulai dari Tanah Air sejak mengumpulkan dana untuk memperoleh nomor antrian ibadah Haji dan berbagai hal lain yang harus dipersiapkan ketika akan berangkat haji.

Ketika sudah menjalankan ritual ibadah haji, kita harus terus bersabar, apalagi ritual ibadah haji ini dilakukan secara bersamaan oleh jutaan umat Islam dari seluruh penjuru dunia, di setiap bagian dari aktivitas ritualnya pun harus dilakukan bersama-sama dengan umat Islam sedunia. Kita harus saling menghargai antar jemaah, bersedia antri ketika menjalankan ibadah, dan terus bersyukur atas kondisi fisik dan psikis yang sehat selama menjalankan ibadah haji.

Ketujuh, Muslim harus produktif dan inovatif. Ibadah haji menyebabkan kita mampu berpikir produktif dan inovatif. Ketika kita patuh dan taat terhadap perintah Allah SWT seperti ibadah haji ini, maka kita akan dimudahkan untuk menata semua aktivitas kita secara baik. Tak pelak, produktivitas semakin terjaga, baik produktivitas yang bersifat motif profit, motif nonprofit maupun kedekatan kita terhadap Allah SWT.

Inovasi dan kreativitas massal bahkan nampak terlihat dari pelaksanaan haji dari tahun ke tahun, dari dekade ke dekade. Dulu, haji hanya menggunakan kendaraan darat atau laut, saat ini sudah bisa dengan mudah menggunakan pesawat terbang, pembayaran online, dan lain-lain. Dampak ikutannya adalah berkembangnya bisnis-bisnis di bidang transportasi, bisnis online, bisnis di bidang kuliner, fashion dan lain-lain dalam rangka menjamu tamu Allah dalam ibadah haji.

Kedelapan, Muslim harus tawakkal kepada Allah SWT. Ibadah haji menyebabkan kita terus tawakkal kepada Allah SWT. Tawakkal adalah mewakilkan semua urusan kita kepada-Nya. Artinya, sebelumnya kita sudah melakukan ikhtiar atau upaya nyata atas hal yang harus dipersiapkan untuk ibadah haji. Ikhtiar haji meliputi semua persiapan haji seperti urusan ekonomi, administrasi, fisik, kesehatan jiwa dan raga, keamanan, dan lain-lain yang terkait.

Kesembilan, Muslim harus taat dan takwa kepada Allah SWT. Akhirnya, hikmah tertinggi dari ibadah haji adalah ketika kita bisa meningkatkan takwa kita kepada Allah SWT. Sejak sebelum berangkat, pada saat beribadah dan sepulang ke Tanah Air akan berdampak kesalehan kita, baik saleh secara vertikal kepada Allah SWT maupun saleh secara horisontal kepada sesama.

Demikian hikmah ibadah haji dari berbagai aspek, semoga haji Sahabat mabrur.   Rasulullah SAW bersabda, “ Tidak ada balasan (yang pantas diberikan) bagi haji mabrur kecuali surga ,” (HR Bukhari). Artinya jelas bahwa tidak ada pahala bagi jamaah haji yang mabrur kecuali surga. Amin.

 

Artikel ditulis oleh Tim Advika, keterangan lebih lanjut hubungi e-mail info@advikamedia.com




Komentar Artikel "Hikmah Ibadah Haji dalam Berbagai Aspek"