Ini Dia Syarat-Syarat Hewan Kurban yang Harus Dipenuhi - Pegadaian Syariah
logo

Ini Dia Syarat-Syarat Hewan Kurban yang Harus Dipenuhi

5 bulan yang lalu    
Ini Dia Syarat-Syarat Hewan Kurban yang Harus Dipenuhi

Kurban merupakan salah satu syariat dalam agama Islam. Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an Surat Al-Kautsar ayat 2, Maka salatlah untuk Tuhanmu dan sembelihlah kurban.” Ibnu Katsir menafsirkan, “Maka kerjakanlah salat fardu dan salat sunatmu dengan ikhlas karena Allah dan juga dalam semua gerakmu. Sembahlah Dia semata, tiada sekutu bagi-Nya; dan sembelihlah korbanmu dengan menyebut nama-Nya semata, tiada sekutu bagi-Nya.” 

Ibnu Katsir melanjutkan bahwa, oleh sebab itulah maka Rasulullah SAW seusai salat Idul Adha segera menyembelih kurbannya. Lalu Rasulullah SAW bersabda, “Barang siapa yang salat seperti salat kami dan menyembelih kurban seperti kami menyembelih kurban, maka sesungguhnya dia telah menunaikan kurbannya. Dan barang siapa yang menyembelih kurban sebelum salat (Hari Raya) maka tiada kurban baginya.”

Ibnu Rusyd dalam Bidayatul Mujtahid menguraikan bahwa ulama berbeda pendapat tentang hukum berkurban. Imam Malik dan Imam Syafii menyatakan bahwa kurban hukumnya sunnah muakkadah. Imam Abu Hanifah menyatakan bahwa kurban hukumnya wajib bagi orang kaya dan bukan musafir. Abu Yusuf dan Muhammad (murid Imam Abu Hanifah) serta Ibnu Abbas mengatakan bahwa kurban hukumnya tidak wajib. Yang pasti, Rasulullah SAW tidak pernah meninggalkan ibadah kurban.

Agar ibadah kurban menjadi sempurna, berikut ini ada beberapa syarat hewan kurban yang harus dipenuhi, sebagaimana dikutip dari Bidayatul Mujtahid karya Ibnu Rusyd (Juz 1 h. 315 dan setelahnya), Al-Mugni (Juz 8, h. 637 dan setelahnya), Badaa’i ash Shana’i (Juz 6 h. 2833) dan Al-Muhalla (Juz 8 h. 30).

Pertama, hewan kurban berupa binatang ternak, yaitu unta, sapi dan kambing (baik domba atau kambing biasa). Pendapat ini disepakati oleh Imam Madzhab meskipun ada perbedaan urutan jenis hewan yang lebih utama dipilih jadi hewan kurban. Al Hasan bin Shalih membolehkan kurban selain dengan ketiga jenis hewan tersebut.

Kedua, syarat berikutnya adalah ketika hewan tersebut sudah mencapai usia yang disyariatkan, yakni berupa jaza’ah (berusia setengah tahun) untuk domba atau tsaniyyah (berusia setahun penuh) untuk jenis hewan yang lainnya. Definisi ats tsaniy untuk unta adalah yang telah sempurna berusia lima tahun, ats tsaniy untuk sapi adalah yang telah sempurna berusia dua tahun, ats tsaniy  untuk kambing adalah yang telah sempurna berusia setahun dan al jadza’ adalah yang telah sempurna berusia enam bulan.

Ketiga, Rasulullah SAW merinci beberapa aib (cacat) yang mencegah keabsahan hewan kurban, yaitu buta sebelah yang jelas/tampak, sakit yang jelas, pincang yang jelas, sangat kurus, dan tidak mempunyai sumsum tulang. Kriteria serupa atau lebih dari aib atau cacat tersebut juga menyebabkan tidak sahnya hewan kurban seperti buta kedua matanya, kedua tangan dan kakinya putus, ataupun lumpuh.

Keempat, hewan kurban tersebut memang hak milik orang yang berkurban atau diperbolehkan (diizinkan) baginya untuk berkurban dengannya. Dengan demikian, tidak sah berkurban dengan hewan hasil merampok dan mencuri, atau hewan tersebut milik dua orang yang beserikat kecuali sudah memperoleh izin dari orang yang berserikat tersebut.

Kelima, tidak terkait hubungan dengan hak orang lain. Dengan demikian, tidak sah hukumnya berkurban dengan hewan gadai (milik orang lain) atau hewan warisan sebelum warisannya di bagi.

Keenam, penyembelihan kurbannya harus terjadi pada waktu yang telah ditentukan syariat. Jika disembelih sebelum atau sesudah waktu tersebut, maka sembelihan kurbannya tidak sah. Menurut Ibnu Rusyd, batas awal penyembelihan hewan kurban adalah setelah salat Idul Adha, meskipun Imam Idul Adha belum melakukan penyembelihan.

Masih menurut Ibnu Rusyd dari Madzhab Maliki, didukung oleh Imam Ahmad, Imam Abu Hanifah dan Imam lainnya, batas akhir penyembelihan hewan kurban adalah terbenam matahari pada tanggal 13 Dzulhijjah. Sedangkan menurut Madzhab Syafii total 4 hari yakni hari Kurban ditambah 3 hari sesudahnya.

Penyembelihan hewan kurban ini boleh dilaksanakan pada malam hari. Pendapat ini dikemukakan oleh Madzhab Syafi’i. Sedangkan Imam Malik melarang penyembelihan hewan kurban di malam hari.

Setelah memahami syarat hewan kurban tersebut, mari cermati hewan kurban yang utama dan yang makruh. Yang paling utama dari hewan kurban menurut Imam Malik adalah kambing kibas, sapi, lalu unta. Menurut Imam Syafi’i, al Asyhab dan Ibnu Sya’ban adalah unta, kemudian sapi, kemudian kambing kibas.

Dari sisi sifatnya, yang paling utama adalah hewan yang memenuhi sifat sempurna dan bagus untuk binatang ternak, misalnya gemuk, dagingnya banyak, bentuk fisiknya sempurna, bentuknya bagus, harganya mahal. Sedangkan hewan yang dimakruhkan adalah yang telinga dan ekornya putus atau telinganya sobek, memanjang atau melebar, pantat dan puting susunya putus, gila, kehilangan gigi (ompong), atau tidak bertanduk dan tanduknya patah.

Berbisnis Hewan Kurban

Bisnis hewan kurban merupakan bisnis musiman dalam rangka memenuhi kebutuhan ibadah penyembelihan hewan kurban, yakni menjelang dan saat tanggal 10-14 Dzulhijjah. Sebagian besar ulama menghukumi kurban adalah sunnah muakkadah (sunnah yang diutamakan), bahkan sebagian lagi menghukumi wajib. Artinya, ini peluang besar untuk berbisnis hewan kurban.

Ada beberapa hal yang perlu kamu persiapkan agar bisnis kurban yang kamu jalankan bisa berjalan lancar dan optimal.

Pertama, siap modal. Jika kamu ingin menjadi pebisnis hewan Kurban sebagai pengusahanya, maka hal pertama yang harus kamu siapkan adalah modal. Modal bisa kamu peroleh dengan mengambil dana tabungan atau bisa juga mengajukan pembiayaan di lembaga keuangan syariah, seperti Pegadaian Syariah. Jika kamu hanya berposisi sebagai tenaga pemasar, maka kamu tidak perlu modal dana untuk pembelian kambing, namun cukup melakukan pemasaran yang maksimal dalam rangka membantu penjualan hewan kurban.

Dalam rangka memenuhi kebutuhan bisnis hewan kurban terutama dari sisi permodalan, kamu bisa memanfaatkan pembiayaan Rahn Fleksi dari Pegadaian Syariah. Pembiayaan Rahn Fleksi adalah solusi tepat kebutuhan dana cepat yang sesuai syariah. Persyaratannya mudah, yakni fotokopi KTP atau identitas resmi lainnya dan menyerahkan barang jaminan, mulai dari emas, logam mulia, sampai kendaraan bermotor. Dengan proses pinjaman yang sangat cepat, kamu bisa mendapatkan pinjaman sampai dengan 20 juta rupiah atau lebih dengan jangka waktu pinjaman maksimal 2 bulan atau 60 hari. Jangan lupa juga untuk mengunjungi outlet Pegadaian Syariah terdekat karena sedang berlangsung promo Berkah Rahn Fleksi I 2018, yang mana kamu berkesempatan memperoleh pulsa gratis sampai 100 ribu!

Kedua, siapkan hewan kurban. Penyiapan hewan kurban ini harus kamu perhatikan dengan baik, dari sisi cara memperolehnya sampai dengan pemilihan jenis hewan kurban, oleh karena hewan kurban ini harus memenuhi syarat dan kriteria sebagaimana dijelaskan di atas.

Kamu bisa mendapatkan hewan kurban langsung dari peternak di berbagai pelosok daerah, itu jika kamu memang punya akses dan sarana transportasi yang memadai. Hal ini perlu kamu lakukan agar bisa memperoleh jenis hewan terbaik dengan harga yang lebih murah dibandingkan beli dari tengkulak. Andai harus beli dari tengkulak, pastikan hewan kurban adalah yang terbaik dan memenuhi syarat, serta harga yang bersaing.

Ketiga, tempat penjualan. Tempat penjualan ini harus kamu perhatikan dengan baik, misalnya dari sisi tempat yang strategis, dilewati banyak orang, tempat bersih dan nyaman, tempat parkir nyaman, menarik, sehingga orang nyaman untuk mampir dan membeli hewan Kurban dari tempat kamu.

Keempat, promosi. Promosi bisa dilakukan dengan online dan offline. Kamu bisa menata tempat penjualan kamu dengan lebih menarik, membuat brosur, atau berjualan di media sosial secara online. Pemasaran yang menarik bisa menyebabkan orang lebih memilih beli di tempat kamu dibandingkan di tempat lain.

Demikian syarat hewan kurban serta tips berbisnis hewan kurban, semoga bisa membantu lancarnya ibadah kurban. Amin.

 

Artikel ditulis oleh Tim Advika, keterangan lebih lanjut hubungi e-mail info@advikamedia.com



Artikel Terkait


  2 tahun yang lalu
  2 tahun yang lalu
  2 tahun yang lalu
  2 tahun yang lalu

Komentar Artikel "Ini Dia Syarat-Syarat Hewan Kurban yang Harus Dipenuhi"