Inilah Perbedaan Hibah, Hadiah, dan Sedekah - Pegadaian Syariah
logo

Inilah Perbedaan Hibah, Hadiah, dan Sedekah

3 bulan yang lalu    
Inilah Perbedaan Hibah, Hadiah, dan Sedekah

 

Ada beberapa jenis transaksi pemberian sesuatu kepada orang lain yang tanpa mensyaratkan atau mengharapkan imbalan, yakni hibah, hadiah, dan sedekah. Ketiga transaksi ini sepertinya mirip, namun ternyata memiliki karakteristik dan perbedaan masing-masing.

Sebelum memahami perbedaan hibah, hadiah, dan sedekah, perlu kamu ketahui definisi tentang ketiganya. Pertama, tentang hibah. Secara bahasa, arti hibah adalah pemberian. Secara istilah, hibah adalah pemberian sesuatu kepada seseorang secara cuma-cuma, tanpa mengharapkan apa-apa.

Hibah merupakan transaksi nonprofit, tidak ada kewajiban bagi penerima hibah untuk mengembalikan harta hibah yang diterimanya. Pihak pemberi hibah juga tidak boleh meminta kembali harta yang ia hibahkan. Contoh hibah misalnya pemberian hibah mobil operasional untuk pondok pesantren.

Kedua, tentang hadiah. Hadiah adalah pemberian sesuatu kepada seseorang dengan maksud untuk memuliakan atau memberikan penghargaan. Hadiah juga bukan merupakan transaksi nonprofit. Hadiah juga diberikan tanpa mengambil hak pihak lain yang tidak mendapatkan hadiah. Contoh hadiah misalnya hadiah sepeda yang diberikan kepada pemenang lomba kuis berhadiah.

Ketiga, tentang sedekah. Sedekah adalah pemberian sesuatu kepada seseorang yang membutuhkan, semata-mata hanya mengharap ridha Allah. Ada beberapa macam sedekah, dari sedekah wajib sampai sedekah yang sunnah . Contoh sedekah wajib adalah zakat fitri, sedangkan contoh sedekah sunnah adalah sedekah untuk yatim piatu.

Perbedaan Hibah, Hadiah, dan Sedekah

Sebelum menguraikan perbedaan antara hibah, hadiah dan sedekah, ada beberapa kesamaan di antara ketiga jenis transaksi tersebut. Kesamaan paling terlihat jelas adalah ketiganya merupakan transaksi bermotif nonprofit. Ketiganya merupakan transaksi kebajikan, bernilai sosial, tidak menyaratkan, atau mengharapkan sesuatu atas transaksi tersebut.

Persamaan berikutnya adalah bahwa objek transaksi hibah, sedekah, dan hadiah berupa barang atau fasilitas lain yang berharga dan bernilai guna positif yang bisa dimanfaatkan oleh penerima hibah, hadiah, atau sedekah.

Persamaan lainnya terletak pada rukun transaksi. Ketiga transaksi tersebut memiliki kesamaan dalam hal rukun transaksi, yakni adanya para pihak yaitu pihak pemberi dan pihak penerima, adanya objek transaksi berupa barang atau manfaat yang bernilai dan bisa dimanfaatkan dan satu lagi dari sisi ijab qabul atau serah terima atau penanda transaksi sudah dilakukan dengan sah.

Selanjutnya, berikut ini adalah perbedaan antara hibah, hadiah dan sedekah.

Pertama, dari sisi penerima. Penerima sedekah wajib (zakat), penerima sedekah adalah spesifik yakni pihak yang berhak menerimanya. Penerima sedekah wajib adalah sesuai dengan firman Allah dalam Al-Qur’an Surat At-Taubah ayat 60, “ Sesungguhnya zakat-zakat itu, hanyalah untuk orang-orang fakir, orang-orang miskin, pengurus-pengurus zakat, para mu'allaf yang dibujuk hatinya, untuk (memerdekakan) budak, orang-orang yang berhutang, untuk jalan Allah dan untuk mereka yang sedang dalam perjalanan, sebagai suatu ketetapan yang diwajibkan Allah, dan Allah Maha mengetahui lagi Maha Bijaksana .”

Tafsir Kementerian Agama menguraikan ayat ini bahwa yang berhak menerima zakat ialah: 1. Orang fakir: orang yang amat sengsara hidupnya, tidak mempunyai harta dan tenaga untuk memenuhi penghidupannya. 2. Orang miskin: orang yang tidak cukup penghidupannya dan dalam keadaan kekurangan. 3. Pengurus zakat: orang yang diberi tugas untuk mengumpulkan dan membagikan zakat. 4. Muallaf: orang kafir yang ada harapan masuk Islam dan orang yang baru masuk Islam yang imannya masih lemah. 5. Memerdekakan budak: mencakup juga untuk melepaskan Muslim yang ditawan oleh orang-orang kafir. 6. Orang berhutang: orang yang berhutang karena untuk kepentingan yang bukan maksiat dan tidak sanggup membayarnya. Adapun orang yang berhutang untuk memelihara persatuan umat Islam dibayar hutangnya itu dengan zakat, walaupun ia mampu membayarnya. 7. Pada jalan Allah ( sabilillah ), yaitu untuk keperluan pertahanan Islam dan kaum Muslimin, di antara mufasirin ada yang berpendapat bahwa fisabilillah itu mencakup juga kepentingan-kepentingan umum seperti mendirikan sekolah, rumah sakit dan lain-lain. 8. Orang yang sedang dalam perjalanan yang bukan maksiat mengalami kesengsaraan dalam perjalanannya.

Penerima sedekah wajib memang sangat spesifik dan diatur oleh agama Islam. Sedangkan penerima sedekah sunnah , bisa siapa saja misalnya orangtua, saudara, teman, tetangga, pengemis, faqir , miskin dan siapapun yang memang sedang membutuhkan dan/atau dalam kondisi memang bisa diberikan sedekah.

Penerima hibah bisa siapa saja baik orang miskin maupun kaya, baik orang tidak mampu maupun orang mampu. Begitu juga dengan hadiah, bisa diberikan kepada siapapun dengan kriteria layak diberi penghargaan misalnya atas perlombaan, pertandingan, atau prestasi tertentu yang layak diberikan penghargaan berupa hadiah.

Kedua, dari sisi hukum. Hukum asal dari sedekah ada yang wajib dan ada yang sunnah . Sedekah wajib adalah zakat, sedekah sunnah adalah sedekah selain zakat. Sedangkan hukum asal dari hibah dan hadiah adalah mubah . Tentu saja, ketiga transaksi tersebut bernilai ibadah jika diniatkan untuk keridhaan Allah, dilakukan dengan cara yang halal, sumber dana atau barang yang halal dan dalam rangka syiar Islam.

Ketiga, dari sisi perintah.Sedekah wajib (zakat) merupakan perintah Allah sesuai dengan firman Allah pada Al-Qur’an Surat At-Taubah ayat 103, “ Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka dan mendoalah untuk mereka. Sesungguhnya doa kamu itu (menjadi) ketenteraman jiwa bagi mereka. dan Allah Maha mendengar lagi Maha mengetahui.

Menurut Tafsir Kementerian Agama, maksud dari membersihkan adalah bahwa zakat itu membersihkan mereka dari kekikiran dan cinta yang berlebih-lebihan kepada harta benda. Sedangkan maksud dari mensucikan adalah bahwa zakat itu menyuburkan sifat-sifat kebaikan dalam hati mereka dan memperkembangkan harta benda mereka.

Sedangkan untuk sedekah sunnah , hal ini dianjurkan di berbagai ayat Al-Qur’an dengan istilah sedekah atau infak sebagai salah satu keutamaan dalam membelanjakan harta. Bahkan hadits menyatakan bahwa salah satu amalan yang tidak terputus meskipun kita sudah meninggal adalah sedekah jariyah.

Sementara itu, tidak ada perintah wajib atau bahasan khusus di dalam Al-Qur’an dan hadits terkait keutamaan atau pahala hibah dan hadiah. Namun, kedua transaksi ini bisa menjadi pelengkap berbagai transaksi dalam Muamalah kontemporer di Lembaga Keuangan Syariah maupun transaksi Muamalah keseharian.

Keempat, dari sisi tujuan atau peruntukan. Dari sisi peruntukan, sedekah jelas dijalankan dalam rangka ibadah kepada Allah, baik sedekah wajib maupun sedekah sunnah. Peruntukan hibah biasanya untuk pemberian yang tidak spesifik dalam rangka ibadah wajib atau sunnah . Sementara itu peruntukan hadiah biasanya sebagai penghargaan atas prestasi seseorang, baik dalam rangka perlombaan, pertandingan maupun kebaikan yang telah diberikan oleh penerima hadiah.

Kelima, dari sisi objek transaksi. Objek transaksi sedekah wajib adalah khusus, misalnya bahan makanan pokok atau uang atau harta lain yang merupakan qiyas dari harta zakat. Objek transaksi sedekah sunnah bisa berupa sesuatu yang sifatnya material maupun nonmaterial, yang bernilai, berhaga, bisa dimanfaatkan. Rasulullah pernah menyatakan bahwa senyum itu sedekah. Sedangkan objek transaksi hibah dan hadiah ada kemiripan, yakni berupa benda atau manfaat (misalnya fasilitas) yang bernilai dan bisa dimanfaatkan oleh penerima hibah atau hadiah.

Demikian perbedaan hibah, hadiah dan sedekah yang perlu kamu ketahui. Yang pasti, ketiganya merupakan transaksi kebajikan yang layak untuk kita jalankan. Semoga bermanfaat.

 

Artikel ditulis oleh Tim Advika, keterangan lebih lanjut hubungi e-mail info@advikamedia.com



Artikel Terkait


  2 tahun yang lalu
  2 tahun yang lalu
  2 tahun yang lalu
  2 tahun yang lalu

Komentar Artikel "Inilah Perbedaan Hibah, Hadiah, dan Sedekah"