Jangan Sampai Rugi, Ini Dia Tips Membeli Emas Secara Syariah - Pegadaian Syariah
logo

Jangan Sampai Rugi, Ini Dia Tips Membeli Emas Secara Syariah

4 bulan yang lalu      Investasi Emas
Jangan Sampai Rugi, Ini Dia Tips Membeli Emas Secara Syariah

Sebagai logam mulia, emas merupakan komoditas berharga yang diakui secara universal. Emas juga merupakan harta yang nilainya cenderung stabil, tidak seperti alat tukar berupa uang. Ada beberapa tips membeli emas yang bisa kamu perhatikan agar bisa memiliki emas dengan tepat cara, tepat guna dan sesuai syariah.

Pertama, beli emas tunai. Ini adalah cara beli emas paling mudah jika kamu punya uang tunai yang mencukupi. Beli emas secara tunai tentu saja membutuhkan dana yang tidak sedikit. Kamu harus memiliki kedisiplinan dalam menatakelola keuangan agar kamu bisa memiliki emas secara tunai. Salah satu kelebihan memiliki emas tunai adalah kamu memiliki sumber likuiditas yang bagus. Emas sangat mudah diuangkan dibanding komoditas lainnya, sehingga jika kamu sewaktu-waktu butuh dana cepat, maka emas bisa dijual atau digadaikan untuk memenuhi kebutuhan kamu.

Kedua, beli emas secara angsuran. Jika kamu ingin memiliki emas, sedangkan dana tunai tidak mencukupi, kamu bisa memiliki emas secara tidak tunai atau angsuran.  DSN MUI telah mengeluarkan Fatwa DSN MUI No. 77 tentang Jual Beli Emas Secara Tidak Tunai. Fatwa tersebut menyebutkan bahwa saat ini emas dianggap sebagai sil’ah (komoditas) oleh karena alat tukar resmi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) bukan emas. Ushul fiqh kebolehan jual beli emas secara tidak tunai adalah urf atau adat atau kebiasaan. Adat atau kebiasaan bisa dijadikan sebagai pedoman hukum.

Urf yang dimaksud adalah kebiasaan dan/atau ketetapan rupiah sebagai alat tukar resmi NKRI, sehingga emas dan barang ribawi sejenisnya bisa dikategorikan sebagai komoditas. Fatwa DSN MUI tersebut menyatakan bahwa jika urf berubah, maka hukum bisa berubah. Jika urf alat tukar resmi NKRI adalah emas, maka jual beli emas secara tidak tunai adalah haram. Dengan demikian, kepemilikan emas tidak tunai ini hukumnya halal.

Cara beli emas secara angsuran ini menyebabkan kamu tidak harus mengeluarkan banyak dana dalam waktu sekaligus untuk memiliki emas, namun kamu bisa mengangsurnya, sehingga sebagian dana yang kamu miliki saat ini bisa kamu pergunakan untuk memenuhi kebutuhan lainnya.

Ketiga, beli emas perhiasan. Sebagian masyarakat lebih memilih memiliki emas perhiasan dibandingkan dengan emas batangan. Selain untuk keperluan berhias, kamu sekaligus bisa mempertahankan nilai harta yang kamu miliki dalam bentuk emas. Ketika sewaktu-waktu kamu membutuhkan dana, emas perhiasan bisa kamu gadaikan untuk lain waktu bisa kamu tebus jika dana mencukupi.

Keempat, beli emas batangan. Sebagian masyarakat yang lain lagi lebih memilih untuk memiliki emas batangan. Kelebihan emas batangan adalah ada satuan gram yang besar dan beragam, yakni mulai satuan paling kecil 1 gram sampai dengan yang 10 gram, 25 gram, 50 gram, 100 gram, 250 gram, 500 gram sampai 1.000 gram.

Kelima, beli emas untuk disimpan. Kepemilikan emas memiliki motif yang berbeda-beda. Ada yang dipergunakan untuk lindung nilai, ada yang dipergunakan untuk mengambil keuntungan atas jual beli emas, ada juga yang dipergunakan untuk perhiasan. Jika emas tersebut disimpan, jangan lupa ada kewajiban zakatnya.

Keenam, beli dan jual sesuai kebutuhan. Pada prinsipnya, emas itu diperjualbelikan dalam rangka pemenuhan kebutuhan, baik kebutuhan mendesak, kebutuhan jangka pendek, menengah bahkan jangka panjang misalnya untuk persiapan anak kuliah kelak.

Dengan demikian, dengan sendirinya kamu tidak akan risau jika harga emas itu naik atau turun. Kamu tidak perlu tergesa-gesa menjual emas kamu jika harga emas naik, dan kamu tidak perlu berpikir untuk memborong emas dalam jumlah yang banyak jika harga emas turun. Penjualan atau pembelian emas akan disesuaikan dengan kondisi kebutuhan kamu.

Ketujuh, beli di tempat yang aman. Jika kamu ingin membeli emas secara tidak tunai, kamu perlu memastikan bahwa penjual atau suppliernya kredibel, apalagi emas yang kamu beli akan dijadikan sebagai agunan, sehingga kamu belum bisa secara langsung menguasai sepenuhnya atas emas yang kamu beli.

Tempat yang kamu bisa datangi untuk memiliki atau membeli emas salah satunya adalah Pegadaian Syariah. Lembaga keuangan syariah milik pemerintah ini menyediakan emas dalam berbagai ukuran berat. Kamu bisa memiliki emas secara tunai maupun angsuran di Pegadaian Syariah melalui layanan Mulia.

Mulia adalah layanan penjualan emas batangan kepada masyarakat secara tunai atau angsuran dengan proses mudah dan jangka waktu yang fleksibel. Dengan begitu, layanan ini bisa menjadi alternatif pilihan pengelolaan harta yang aman untuk mewujudkan kebutuhan masa depan, seperti menunaikan ibadah haji, mempersiapkan biaya pendidikan anak, memiliki rumah idaman serta memiliki kendaraan pribadi.

Lewat layanan Mulia, kamu bisa memiliki emas batangan dengan berat mulai dari 5 gram s.d. 1 kilogram dan pilihan yang beragam, mulai dari emas cetakan ANTAM atau UBS. Emas batangan dapat kamu miliki dengan cara pembelian tunai, angsuran, kolektif (kelompok) ataupun arisan dengan uang muka mulai dari 10% s.d. 90% dari nilai logam mulia serta jangka waktu angsuran mulai dari 3 bulan s.d. 36 bulan

Persyaratannya pun mudah untuk mendapatkan emas lewat layanan Mulia. Untuk pembelian secara tunai, nasabah cukup datang ke outlet Pegadaian (Galeri 24) dengan membayar nilai logam mulia yang akan dibeli. Untuk pembelian secara angsuran, nasabah dapat menentukan pola pembayaran angsuran sesuai dengan keinginan.

Demikian tips membeli emas secara syariah baik secara tunai maupun angsuran. Semoga bermanfaat. Amin.

 

Artikel ditulis oleh Tim Advika, keterangan lebih lanjut hubungi e-mail info@advikamedia.com




Komentar Artikel "Jangan Sampai Rugi, Ini Dia Tips Membeli Emas Secara Syariah"