Jenis-Jenis Investasi Syariah Ini Perlu Kamu Tahu - Pegadaian Syariah
logo

Jenis-Jenis Investasi Syariah Ini Perlu Kamu Tahu

4 bulan yang lalu      Investasi Emas
Jenis-Jenis Investasi Syariah Ini Perlu Kamu Tahu

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), investasi adalah penanaman uang atau modal dalam suatu perusahaan atau proyek untuk tujuan memperoleh keuntungan. Pemahaman mengenai definisi investasi ini perlu ditekankan karena banyak yang menggunakan kata investasi ini tidak sesuai dengan definisinya.

Definisi investasi menurut KBBI tersebut senada dengan penggunaan kata investasi dalam syariah Islam. Fikih Muamalah kontemporer menyebut Investasi dengan istilah mudharabah atau qiradh. Kontrak mudharabah ini merupakan qiyas (analogi) dari musaqah. Dengan demikian, skema musaqah juga terkait secara langsung dengan kontrak investasi. Jika kita membahas musaqah, maka kita juga akan membahas muzara’ah dan mukhabarah.

Berikut ini akan kita bedah satu per satu tentang definisi dari berbagai akad investasi dan/atau akad yang melibatkan investasi menurut syariah Islam.

Musaqah adalah akad (transaksi) antara pemilik kebun dan pengelola (penggarap) dengan tujuan agar kebun itu dipelihara dan dirawat sehingga dapat memberikan hasil yang baik. Dari hasil itu akan dibagi menjadi dua sesuai dengan akad yang telah disepakati, dimana si pengelola (penggarap) hanya bertanggungjawab atas penyiraman dan pemeliharaan dan hasil dari semuanya itu adalah hasil dari kebun itu sendiri (dalam bentuk barang/hasil panen, belum dijual/diuangkan).

Muzara’ah adalah kerjasama antara pemilik tanah dan penggarap tanah dengan perjanjian bagi hasil yang jumlahnya menurut kesepakatan bersama, sedangkan benih (bibit) tanaman berasal dari pemilik tanah.

Mukhabarah adalah bentuk kerjasama  antara pemilik sawah/ tanah dan penggarap dengan perjanjian bahwa hasilnya akan dibagi antara pemilik tanah dan penggarap menurut kesepakatan bersama, sedangkan biaya, dan benihnya dari penggarap tanah.

Landasan hukum musaqah, muzara’ah dan mukhabarah adalah hadits dari Abu Hurairah, “Bahwasannya Rasulullah SAW mempekerjakan penduduk Khaibar (dalam pertanian) dengan imbalan bagian dari apa yang dihasilkannya, dalam bentuk tanaman atau buah-buahan” (HR. Bukhari, Muslim, Abu Dawud dan Nasa’i).

Qiradh adalah kerjasama dalam bentuk peminjaman modal tanpa menggunakan sistem bunga dengan perjanjian bagi hasil. Landasan hukum qiradh adalah hadits dari Shuhaib ra bahwa Nabi SAW bersabda, "Tiga hal yang di dalamnya ada berkah adalah jual beli dengan pembayaran tempo, ber-qiradh (memberikan modal kepada seseorang dengan hasil dibagi dua), dan mencampur gandum dengan sya'ir untuk makanan di rumah, bukan untuk dijual" (HR Ibnu Majah).

Syirkah adalah kerjasama dua orang atau lebih dalam berusaha yang keuntungan dan kerugiannya ditanggung bersama. Landasan hukum Syirkah adalah hadits dari Abu Hurairah ra bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Allah berfirman: Aku menjadi orang ketiga dari dua orang yang bersekutu selama salah seorang dari mereka tidak berkhianat kepada temannya. Jika ada yang berkhianat, aku keluar dari (persekutuan) mereka" (HR Abu Dawud dan dinilai shahih oleh Hakim).

Ada beberapa jenis syirkah, yakni syirkah abdan, syirkah inan, syirkah wujuh dan syirkah mufawadhah. Syirkah ‘inan adalah syirkah antara dua pihak atau lebih yang masing-masing memberi kontribusi kerja (amal) dan modal (mal). Dalam Islam syirkah hukumnya boleh berdasarkan dalil sunah dan ijma’ sahabat.

Syirkah ‘abdan adalah syirkah antara dua pihak atau lebih yang masing-masing hanya memberikan kontribusi kerja atau amal, tanpa memberikan kontribusi modal. Syirkah jenis ini disebut juga syirkah ‘amal.

Syirkah wujuh adalah syirkah antara dua pihak yang sama-sama memberikan kontribusi kerja (amal) dengan adanya pihak ketiga yang memberikan konstribusi modal (mal). Syirkah wujuh pada hakikatnya termasuk ke dalam syirkah ‘abdan.

Syirkah mufawadhah adalah syirkah antara dua pihak atau lebih yang menggabungkan semua jenis syirkah yang ada. Syirkah mufawadhah dalam hal ini boleh dipraktikan karena setiap jenis syirkah yang sah boleh digabungkan menjadi satu.

Itulah berbagai akad investasi syariah. Ada satu ayat yang menjadi landasan agar kita membelanjakan uang (termasuk investasi) sesuai syariah, yakni firman Allah dalam Al-Qur’an Surat Al-Baqarah ayat 261, “Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui.”

Ibnu Katsir menafsirkan bahwa Hal ini merupakan perumpamaan yang dibuat oleh Allah untuk menggambarkan perlipatgandaan pahala bagi orang yang menafkahkan hartanya di jalan-Nya dan mencari keridaan-Nya. Setiap amal kebaikan itu dilipatgandakan pahalanya menjadi sepuluh kali lipat, sampai kepada tujuh ratus kali lipat.

Menurut Ibnu Katsir, perumpamaan ini lebih berkesan dalam hati daripada hanya menyebutkan sekadar bilangan tujuh ratus kali lipat, mengingat dalam ungkapan perumpamaan tersebut tersirat pengertian bahwa amal-amal saleh itu dikembangkan pahalanya oleh Allah Swt. buat para pelakunya, sebagaimana seorang petani menyemaikan benih di lahan yang subur. Sunnah telah menyebutkan adanya perlipatgandaan tujuh ratus kali lipat ini bagi amal kebaikan.

Investasi Syariah Kontemporer

Berdasarkan berbagai akad tersebut, berikut ini ada beberapa contoh penerapan dan jenis-jenis investasi syariah dalam fikih muamalah kontemporer.

Pertama, investasi di bidang pertanian. Jenis investasi ini masih dilaksanakan di berbagai daerah, ada yang menyebutnya dengan paroan sawah, yakni skema kongsi antara pemodal dan pengusaha. Pemilik lahan sebagai pemodal, penggarap lahan sebagai pengusaha. Skema akad yang digunakan adalah musaqah, muzara’ah, dan mukhabarah.

Kedua, investasi material di lembaga keuangan syariah. Contoh investasi ini adalah ketika nasabah menginvestasikan dananya dalam produk tabungan, giro, deposito, pembiayaan mudharabah, pembiayaan musyarakah, investasi saham, investasi reksadana, dan berbagai instrumen lainnya yang dijalankan sesuai syariah Islam. Skema akad yang digunakan adalah mudharabah dan musyarakah. Salah satu lembaga keuangan syariah di Indonesia yang menawarkan investasi secara syariah adalah Pegadaian Syariah  melalui produk-produknya, seperti Tabungan Emas, Mulia Pegadaian Syariah, dan lain sebagainya.

Ketiga, investasi nonmaterial. Investasi ini adalah semua investasi nondana atau nonuang, misalnya investasi merek dagang, investasi nama baik, kongsi modal kerja sekaligus keahlian, investasi keahlian, dan berbagai investasi lain yang biasanya menggunakan akad syirkah.

Demikian jenis-jenis investasi syariah yang perlu kamu ketahui agar kamu memiliki pemahaman terhadap berbagai instrumen investasi syariah. Semoga investasi yang kamu lakukan menambah harta, pahala, dan keberkahan. Amin.

 

Artikel ditulis oleh Tim Advika, keterangan lebih lanjut hubungi e-mail info@advikamedia.com




Komentar Artikel "Jenis-Jenis Investasi Syariah Ini Perlu Kamu Tahu"