Ketahui Sifat Wajib, Mustahil, dan Jaiz Nabi dan Rasul - Pegadaian Syariah
logo

Ketahui Sifat Wajib, Mustahil, dan Jaiz Nabi dan Rasul

3 minggu yang lalu    
Ketahui Sifat Wajib, Mustahil, dan Jaiz Nabi dan Rasul

Nabi dan Rasul memiliki sifat-sifat mulia yang disebut sebagai sifat wajib. Sifat wajib ini merupakan sifat mulia yang dikaruniakan oleh Allah SWT melekat kepada para Nabi dan Rasul agar bisa diteladani oleh umat manusia. Sifat-sifat ini mencerminkan bahwa Nabi dan Rasul merupakan manusia pilihan Allah SWT yang maksum (terjaga) untuk selalu melakukan hal yang baik dan senantiasa terhindar dari hal yang tidak baik.

Ada juga sifat-sifat yang mustahil dimiliki oleh Nabi dan Rasul. Sifat-sifat ini adalah lawan dari sifat-sifat wajib, sehingga ditegaskan jenisnya agar bisa menjadi contoh sifat yang harus dihindari oleh umat manusia. Sebagai manusia, Nabi dan Rasul juga memiliki sifat jaiz yang dimiliki oleh manusia normal pada umumnya.

Berikut ini penjelasan sifat-sifat rasul dan nabi yang wajib, mustahil, dan jaiz:

Sifat Wajib

Sifat wajib Nabi dan Rasul ada 4, yakni shiddiq, amanah, tabligh dan fathanah . Shiddiq berarti jujur atau benar, artinya nabi dan Rasul dijaga oleh Allah SWT dalam hal kejujuran dan kebenarannya. Nabi dan Rasul tidak pernah ingkar apapun yang dikatakannya kepada umatnya karena mereka adalah manusia pilihan Allah SWT yang diutus untuk umatnya.

Amanah artinya dapat dipercaya. Nabi dan Rasul tidak pernah ingkar maupun berdusta. Nabi dan Rasul selalu bisa dipercaya untuk melaksanakan apapun yang diperintahkan oleh Allah SWT kepadanya. Contoh dalam sejarah membuktikan bahwa ketika Rasulullah SAW belum diangkat sebagai Rasul, Rasulullah SAW memeroleh julukan Al Amin dari suku bangsa Arab. Hal ini membuktikan bahwa Rasulullah SAW sejak awal memang sudah memiliki sifat kenabian dan kerasulan.

Tabligh  artinya meyampaikan. Tugas utama Nabi dan Rasul adalah menyampaikan pesan-pesan Allah SWT atau menyampaikan wahyu dari Allah SWT kepada umat mereka. Tentu saja apa yang disampaikan merupakan hal yang baik dan benar. Cara penyampaian pesannya pun selalu dalam koridor kebaikan dan kebenaran, tidak menebar kabar yang tidak benar.

Fathonah artinya cerdas. Nabi dan Rasul diberi kecerdasan oleh Allah SWT agar mampu memberikan argumen dan mengajak umatnya untuk berada di jalan yang benar, yakni jalan yang diridai oleh Allah SWT.Contoh nyata sifat fathonah bisa dilihat pada diri Rasulullah SAW yang haditsnya dijadikan rujukan umat sepanjang zaman.

Sifat Mustahil

Berikutnya adalah sifat mustahil Nabi dan Rasul. Sifat ini pada dasarnya merupakan lawan dari sifat wajib Nabi dan Rasul. Sifat mustahil Nabi dan Rasul adalah kidzib , khianat , kitman dan baladah .

Kidzib artinya dusta atau bohong. Sifat ini tidak mungkin dimiliki oleh Nabi dan Rasul. Nabi dan Rasul adalah maksum , terjaga dari sifat tersebut. Setiap kabar yang disampaikan oleh Nabi dan Rasul merupakan kabar yang benar dan akurat sesuai yang diwahyukan oleh Allah.

Khianat  artinya tidak dapat dipercaya, Nabi dan Rasul adalah manusia yang dipilih oleh Allah untuk menyampaikan atau menyebarkan agama Allah kepada umat manusia. Sangat tidak mungkin apabila mereka mempunyai sifat yang khianat . Ada saja umat yang membenci Nabi dan Rasul, namun kebencian itu terjadi karena memang umat tersebut tidak melakukan hal yang diajarkan oleh Allah melalui Nabi dan Rasul.

Kitman  artinya menyembunyikan. Nabi dan Rasul adalah seseorang yang dipilih Allah SWT untuk menyampaikan pesan-pesan Allah kepada umat manusia, sangat tidak mungkin jika mereka mempunyai sifat tersebut. Nabi dan Rasul menyampaikan wahyu dalam kondisi yang tepat sesuai konteks yang terjadi pada umatnya.

Baladah  artinya bodoh. Nabi dan Rasul adalah manusia pilihan Allah SWT, maka sangat tidak mungkin Allah memilih pilihan yang bodoh. Nabi dan Rasul adalah pribadi yang cerdas, baik dari sisi logika berpikir, emosi dan tentu saja spiritual. Kecerdasan Nabi dan Rasul adalah kecerdasan yang parpurna.

Berikut ini perbandingan singkat dari masing-masing sifat wajib dan sifat mustahil bagi Nabi dan Rasul.

Nabi dan Rasul memiliki sifat siddiq yakni jujur dalam berkata dan berbuat. Sebagai contoh, Nabi Muhammad sejak kecil sudah dikenal dengan kejujurannya. Nabi dan Rasul tidak mungkin memiliki sifat kidzib , karena tugas mereka adalah menyampaikan ajaran-ajaran Allah SWT. Salah satu faktor agar dipercaya orang adalah jujur, sehingga mustahil orang yang dipilih Allah untuk menyampaikan ajaran Allah yang memiliki sifat kidzib .

Nabi dan Rasul memiliki sifat amanah yang artinya dapat dipercaya. Nabi dan Rasul mustahil berkhianat karena sikap dan perilakunya tidak pernah melanggar larangan dan aturan-aturan Allah serta tidak menyimpang dari ajaran Allah.

Nabi dan Rasul memiliki sifat tabligh , yakni menyampaikan apa yang semestinya disampaikan. Wahyu yang diterima seluruhnya disampaikan kepada umatnya dan tidak ada satupun yang disembunyikan. Tentu saja penyampaiannya sesuai konteks dan perintah Allah. Dengan demikian, Nabi dan Rasul sangat mustahil memiliki sifat kitman atau menyembunyikan.

Tidak ada seorang Nabi dan Rasul yang Allah yang memiliki sifat baladah atau bodoh, karena Nabi dan Rasul diberi akal dan pikiran yang cerdas. Nabi dan Rasul diberi karunia kecerdasan dalam perencanaan, pelaksanaan, strategi dakwah dan lain-lain.

Sifat Jaiz

Selain memiliki sifat wajib dan sifat mustahil, Nabi dan Rasul juga memiliki sifat jaiz . Sifat jaiz Nabi dan Rasul ini berbeda dengan sifat jaiz -nya Allah SWT. Sifat jaiz  bagi Nabi dan Rasul ini merupakan sifat kemanusiaan, yaitu  al-ardul basyariyah , artinya Rasul memiliki sifat-sifat sebagaimana manusia biasa seperti rasa lapar, haus, sakit, kantuk, sedih, senang, berkeluarga, dan lain sebagainya. Setiap Nabi dan Rasul juga meninggal sebagaimana makhluk lainnya.

Selain tersebut di atas, Nabi dan Rasul juga memiliki sifat-sifat yang tidak terdapat pada selain Nabi dan Rasul, yaitu ishmaturrasul dan iltizamurrasul . Ishmaturrasul adalah orang yang m a’shum , terlindung dari dosa dan salah dalam kemampuan pemahaman agama, ketaatan, dan menyampaikan wahyu Allah SWT. Sehingga selalu siaga dalam menghadapi tantangan dan tugas apapun.

Iltizamurrasul  adalah orang yang selalu komitmen dengan apapun yang mereka ajarkan. Mereka bekerja dan berdakwah sesuai dengan arahan dan perintah Allah SWT meskipun untuk menjalankan perintah Allah SWT itu harus berhadapan dengan tantangan-tantangan yang berat baik dari dalam diri pribadinya maupun dari para musuhnya. Rasul tidak pernah sejengkal pun menghindar atau mundur dari perintah Allah SWT.

Ada contoh praktik muamalah yang mencerminkan sifat Nabi dan Rasul, yakni ketika Rasulullah SAW melakukan gadai ( rahn ) kepada Yahudi dalam rangka membeli makanan. Hal ini menunjukkan bahwa Rasulullah SAW adalah manusia biasa yang membutuhkan makanan. Rasulullah SAW juga mau berinteraksi dengan Yahudi. Sebagai bukti sifat amanah, Rasulullah SAW menyerahkan barang gadai yang dijadikan agunan atas transaksi hutang piutang tersebut. Kejadian ini juga membuktikan bahwa setiap langkah Rasulullah SAW menjadi pedoman kebaikan dan kebenaran.

Kejadian tersebut juga menjadi inspirasi bagi lembaga keuangan seperti Pegadaian Syariah untuk menghadirkan produk-produk keuangan syariah kontemporer berbasis gadai, seperti pembiayaan Rahn , Rahn Hasan, Arrum BPKB , dan yang terbaru adalah produk Rahn Tasjily .

Demikian uraian sifat wajib, sifat mustahil, dan sifat jaiz Nabi dan Rasul untuk kita terladani bersama dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam melakukan transaksi muamalah kontemporer. Amin.

 

Artikel ditulis oleh Tim Advika, keterangan lebih lanjut hubungi e-mail info@advikamedia.com



Artikel Terkait


  2 tahun yang lalu
  2 tahun yang lalu
  2 tahun yang lalu
  2 tahun yang lalu

Komentar Artikel "Ketahui Sifat Wajib, Mustahil, dan Jaiz Nabi dan Rasul"