Kunci Sukses Menurut Islam Dalam Pandangan Al-Qur’an - Pegadaian Syariah
logo

Kunci Sukses Menurut Islam Dalam Pandangan Al-Qur’an

1 minggu yang lalu    
Kunci Sukses Menurut Islam Dalam Pandangan Al-Qur’an

Sukses adalah ketika berhasil menjadi hamba Allah SWT yang mampu menjalankan fungsi sebagai hamba, yakni beribadah kepada-Nya. Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an Surat Adz Dzariyat ayat 56 , “ Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku.

Ibnu Katsir menafsirkan bahwa arti dari ayat tersebut adalah, “ Sesungguhnya Aku menciptakan mereka agar Aku memerintahkan mereka untuk menyembah-Ku, bukan karena Aku membutuhkan mereka .” Ali ibnu Abu Talhah telah meriwayatkan dari Ibnu Abbas r.a. bahwa makna “ Melainkan supaya mereka menyembah-Ku ” yakni “ Agar mereka mengakui kehambaan mereka kepada-Ku, baik dengan sukarela maupun terpaksa .”

Berikut ini ada beberapa hal yang menjadi kunci sukses menurut Islam dalam pandangan Al-Qur’an.

Pertama , taqwa. Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an Surat Ath-Thalaaq ayat 2-3, “ Barangsiapa bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya.”

Ibnu Katsir menafsirkan ayat ini bahwa barang siapa yang bertakwa kepada Allah SWT dalam menjalankan semua yang diperintahkan kepadanya dan meninggalkan semua apa yang dilarang baginya, maka Allah SWT akan menjadikan baginya jalan keluar dari urusannya dan memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangkanya.

Salah satu kunci sukses ketika menjadi hamba Allah SWT adalah ketika semua urusan yang terjadi diberi jalan keluar kemudahan dan kelancaran, serta adanya rezeki yang terus mengalir bahkan tiada terkira. Kedua hal ini memudahkan kita untuk terus beribadah kepada Allah SWT.

Kedua , berilmu. Allah SWT berfirman dalam Surat Al-Mujadilah ayat 11 , “ Dan apabila dikatakan, "Berdirilah kamu," maka berdirilah, niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan .”

Ibnu Katsir menafsirkan bahwa janganlah kamu mempunyai anggapan bahwa apabila seseorang dari kalian memberikan kelapangan untuk tempat duduk saudaranya yang baru tiba, atau dia disuruh bangkit dari tempat duduknya untuk saudaranya itu, hal itu mengurangi haknya (merendahkannya). Ternyata hal itu merupakan suatu derajat ketinggian baginya di sisi-Nya dan Allah SWT tidak akan menyia-nyiakan pahala itu untuknya, bahkan Dia akan memberikan balasan pahalanya di dunia dan akhirat. Karena sesungguhnya barang siapa yang berendah diri terhadap perintah Allah SWT, niscaya Dia akan meninggikan kedudukannya dan mengharumkan namanya.

Oleh karena itulah maka disebutkan oleh firman-Nya, “ Niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan,” yaitu Maha Mengetahui siapa yang berhak untuk mendapatkannya dan siapa yang tidak berhak mendapatkannya.

Hal tersebut menegaskan bahwa Allah SWT memberikan derajat yang tinggi kepada hamba-Nya yang beriman serta menggunakan ilmu dan akhlaknya ketika berinteraksi dengan sesamanya. Ketika Allah SWT sudah meninggikan derajat manusia, maka sukses mudah tercapai.

Ketiga , nafkah di jalan Allah SWT. Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an Surat Al-Baqarah Ayat 261 , Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat-gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Mahaluas (kurnia-Nya) lagi Mahamengetahui .”

Ibnu Katsir menafsirkan bahwa ini merupakan perumpamaan yang diberikan Allah SWT mengenai pelipatgandaan pahala bagi orang yang menafkahkan harta kekayaannya di jalan-Nya dengan tujuan untuk mencari keridaan-Nya. Dan bahwasanya kebaikan itu dilipat-gandakan mulai dari sepuluh sampai tujuh ratus kali lipat.

Ayat ini menunjukkan matematika rezeki menurut Al-Qur’an bahwa ketika hamba Allah SWT menafkahkan harta di jalan-Nya sebanyak satu kali, maka akan langsung oleh-Nya sebanyak tujuh ratus kali lipat. Dengan demikian, hal ini merupakan salah satu kunci sukses hidup di dunia dan meraih kebaikan di akhirat.

Keempat , doa. Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an Surat Al-Mukmin ayat 60, “ Dan Tuhanmu berfirman, "Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahanam dalam keadaan hina dina.”

Ibnu Katsir menafsirkan bahwa ini merupakan sebagian dari karunia dan kemurahan Allah SWT. Allah SWT menganjurkan kepada hamba-hamba-Nya untuk meminta kepada-Nya dan Dia menjamin akan memperkenankan permintaan mereka, seperti apa yang dikatakan oleh Sufyan Ats-Tsauri bahwa orang yang paling dicintai oleh-Nya di antara hamba-hamba-Nya adalah orang yang selalu meminta kepada-Nya dan banyak meminta kepada-Nya. Sedangkan orang yang paling dimurkai oleh-Nya di antara hamba-hamba-Nya adalah orang yang tidak pernah meminta kepada-Nya.

Ketika Allah SWT sudah berjanji akan mengabulkan doa hamba-Nya, maka bisa disimpulkan bahwa doa merupakan salah satu kunci sukses kita hidup di dunia dan di akhirat.

Kelima , tidak putus asa. Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an Surat Yusuf ayat 87 , " Hai   anak-anakku, pergilah kalian, maka carilah berita tentang Yusuf dan saudaranya, dan jangan kalian berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah melainkan kaum yang kafir.”

Ibnu Katsir menafsirkan bahwa Allah SWT menceritakan perihal Nabi Yakub yang memerintahkan kepada anak-anaknya untuk pergi ke negeri itu untuk mencari berita tentang Yusuf dan saudaranya Bunyamin. Lafaz  tahassus  yang digunakan pada ayat ini adalah untuk mencari berita kebaikan, sedangkan tajassus digunakan untuk mencari berita keburukan. Nabi Yakub memberi semangat kepada mereka, bahwa janganlah mereka berputus asa dari rahmat Allah SWT.

Dengan kata lain, janganlah kalian putus harapan dari rahmat Allah SWT dalam menghadapi tantangan dan meraih cita-cita yang dituju. Karena sesungguhnya tiada yang berputus harapan dari rahmat Allah SWT kecuali hanyalah orang-orang kafir.

Keenam , tawakal. Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an Surat Ath Thalaaq ayat 2-3, “ Dan Barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya.”

Ibnu Kastir menafsirkan bahwa Imam Ahmad mengatakan bahwa telah menceritakan kepada kami Waki', telah menceritakan kepada kami Basyir ibnu Sulaiman, dari Sayyar Abul Hakam, dari Tariq ibnu Syihab, dari Abdullah ibnu Mas'ud yang mengatakan bahwa Rasulullah SAW telah bersabda, “ Barang siapa yang mempunyai suatu keperluan, lalu ia menyerahkannya kepada manusia, maka dapat dipastikan bahwa keperluannya itu tidak dimudahkan baginya. Dan barang siapa yang menyerahkan keperluannya kepada Allah SWT, maka Allah SWT akan mendatangkan kepadanya rezeki yang segera atau memberinya kematian yang ditangguhkan (usia yang diperpanjang).

Hal ini menjadi rumus berikutnya bahwa salah satu kunci sukses di dunia dan akhirat adalah ketika kita tawakal, yakni doa dan ikhtiar. Ketika kita sudah berdoa dan berikhtiar, maka kita harus tawakal kepada Allah SWT.

Ketujuh , syukur. Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an Surat Ibrahim ayat 7 , “Dan (ingatlah juga), tatkala Rabbmu memaklumkan: ‘Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya adzab-Ku sangat pedih.”

Ibnu Katsir menafsirkan bahwa ingatlah tatkala Rabbmu bersumpah dengan keperkasaan, keagungan dan kebesaran-Nya, “ Sesungguhnya jika kamu bersyukur pasti akan Aku tambahkan nikmat-Ku kepadamu. Dan bila kamu mengingkari [nikmat-Ku], maka sesungguhnya adzab-Ku sangat pedih ,” yaitu dengan mengambil kembali nikmat itu dari mereka dan menyiksa mereka atas pengingkaran mereka terhadap nikmat tersebut.

Hal berikutnya yang menjadi kunci sukses dunia akhirat adalah ketika kita pandai bersyukur. Allah SWT akan menambahkan nikmat bagi orang yang pandai bersyukur. Bersyukur tidak bisa dilakukan tanpa bersabar, oleh karena itu syukur dan sabar menjadi kunci dalam sukses di dunia dan akhirat.

Demikian kunci sukses menurut Islam dalam pandangan Al-Qur’an. Mari kita menjadi orang yang menjalankan hal-hal yang menjadi kunci sukses dunia dan akhirat. Salah satu bukti ikhtiarnya adalah dengan melakukan transaksi keuangan hanya di Lembaga Keuangan Syariah, termasuk di Pegadaian Syariah .

 

Artikel ditulis oleh Tim Advika, keterangan lebih lanjut hubungi e-mail info@advikamedia.com



Artikel Terkait


  2 tahun yang lalu
  2 tahun yang lalu
  2 tahun yang lalu
  2 tahun yang lalu

Komentar Artikel "Kunci Sukses Menurut Islam Dalam Pandangan Al-Qur’an"