Langkah-Langkah Perencanaan Usaha yang Sesuai Syariah - Pegadaian Syariah
logo

Langkah-Langkah Perencanaan Usaha yang Sesuai Syariah

2 minggu yang lalu    
Langkah-Langkah Perencanaan Usaha yang Sesuai Syariah

Ada tradisi rutin bagi pebisnis untuk membuat evaluasi kinerja bisnis di setiap akhir tahun dan membuat perencanaan baru dalam menghadapi tahun berikutnya. Sebagaimana yang termaktub dalam Al-Qur’an Allah SWT berfirman dalam Surat Al-Hasyr ayat 18 yang berbunyi:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَا قَدَّمَتْ لِغَدٍ  وَاتَّقُوا اللَّهَ  إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ

" Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat); dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. "

Ma qaddamat ligad yang artinya memperhatikan apa yang telah dilakukan untuk hari esok pada firman Allah SWT tersebut dapat kita tafsirkan dan kita buktikan bahwa Al-Qur’an telah memperkenalkan teori perencanaan baik berkaitan dengan perencanaan dalam kehidupan di dunia maupun untuk kehidupan di akhirat. Dalam tafsir Ibnu Katsir menjelas kan bahwa intropeksilah diri kalian sebelum kalian diintropeksi dan lihatlahlah amalan apa yang telah kalian simpan untuk bekal hari kiamat. Di dalam kitab Al-Jami as-Shahih  ath-Tirmidzi, Juz IV  halaman 638 Rasulullah SAW bersabda:

حاسب نفسه في الدنيا قبل أن يحاسب يوم القيامة

Artinya: “ Orang yang cerdas adalah orang yang mampu menghitung-hitung amal perbuatannya dan mempersiapkan amalan untuk hari esok ” (HR. at-Turmudzi).

Maka ayat dan hadist di atas dapat menjadi pemicu bagi kamu yang punya usaha atau ingin membuka usaha di tahun 2019, berikut ini ada beberapa poin penting yang bisa kamu terapkan dalam rangka membuat perencanaan usaha yang sesuai syariah di tahun 2019.

Pertama, tentukan visi misi dan nilai bisnis yang akan kamu jalankan. Oleh karena bisnis yang kamu jalankan adalah bisnis sesuai syariah, maka visi, misi dan nilai yang kamu buat juga sejalan dengan syariah.

Visi bisa dibuat filosofis, jangka panjang, namun tetap bisa memungkinkan untuk diwujudkan. Sedangkan misi dibuat lebih spesifik bahkan teknis, namun belum terlalu rinci. Misi menggambarkan pesan dan arahan bisnis tersebut kamu jalankan. Biasanya lebih operasional dibandingkan dengan visi.

Nilai menjadi panduan sikap dari bisnis yang kamu jalankan. Dalam pembuatannya, bisa kamu kumpulkan misalnya ada 5 nilai Islami yang dijadikan akronim dengan singkatan huruf depan dari nilai-nilai tersebut atau menggunakan istilah khusus yang menggambarkan nilai-nilai yang kamu pilih. Sangat penting agar nilai-nilai ini mudah diingat dan dipahami sehingga mudah dilaksanakan.

Sepertinya poin pertama ini melangit, namun hal ini sangat penting dibuat, disepakati dan disosialisasikan kepada seluruh pihak yang terlibat dalam bisnis yang kamu jalankan agar gerak langkah bisnisnya bisa serasi. Visi, misi dan nilai inilah yang menjadi ruh utama bisnis kamu. Terkadang, ketika sebuah bisnis dijalankan dengan perencanaan matematis yang rapi, prospek bagus, namun tidak memiliki daya tahan yang berkesinambungan karena tanpa ruh visi, misi dan nilai yang kuat.

Visi, misi dan nilai ini perlu ditulis oleh karena orang cenderung lebih mudah ingat atas hal-hal yang bisa dilihat. Khusus untuk nilai-nilai perusahaan, bisa ditulis di tempat usaha dijalankan, agar selalu ingat untuk menjalankan nilai bisnis syariah yang sudah disepakati bersama.

Kedua, lakukan analisis internal dan eksternal. Analisis internal dan eksternal merupakan langkah selanjutnya dalam membuat perencanaan bisnis. Analisis ini dilengkapi dengan analisis SWOT yang dilengkapi dengan pemetaan keterkaitan semua aspek yang terdapat dalam analisis SWOT tersebut.

Oleh karena bisnis yang kamu jalankan adalah bisnis syariah, maka hal utama yang harus kamu persiapkan adalah bahwa semua produk dan transaksi yang kamu jalankan harus sesuai syariah. Misalnya produknya harus halal, transaksinya tidak menggunakan rekening bank konvensional, jika melakukan gadai dalam rangka kebutuhan modal, bisa ke Pegadaian Syariah. Itu modal utama yang bisa kamu persiapkan sejak dini.

Ada ilmu analisis pembiayaan dari lembaga keuangan syariah yang bisa kamu jadikan aspek penting dalam melakukan analisis, yakni character , capacity , capital , condition dan collateral . Hal ini memudahkan kamu terutama jika kamu membutuhkan modal dari lembaga keuangan syariah.

Character adalah sifat atau watak. Kamu bisa menentukan karakter dari bisnis dan SDM (sumber daya manusia) yang menjalankan bisnis. Karakter utama yang harus ada dalam bisnis syariah misalnya amanah, yakni sikap tanggung jawab dan dapat dipercaya. Selain itu, pebisnis punya latar belakang rekam jejak yang baik, tidak terlibat dalam transaksi terlarang. Selain itu, gaya hidup pelaku bisnis juga bisa memengaruhi jalannya bisnis.

Selanjutnya adalah analisis capacity atau kemampuan. Pastikan bahwa bisnis yang kamu jalankan memang sesuai dengan kemampuan dan kompetensi kamu dan semua SDM yang terlibat. Sangat penting juga bagi kamu untuk memastikan bahwa perencanaan yang sifatnya finansial, juga harus sesuai dengan kapasitas yang ada di setiap aspek bisnis yang kamu jalankan.

Analisis berikutnya adalah analisis capital atau modal. Aspek modal juga merupakan hal utama yang ada dalam bisnis, baik bisnis di bidang barang maupun jasa. Selain modal berupa dana, modal utama lainnya adalah kompetensi keahlian atau keterampilan sesuai lini bisnis.

Bagi kamu yang belum menyiapkan modal usaha, kamu bisa melakukan transaksi di Pegadaian Syariah, misalnya dengan produk Rahn (Gadai Syariah) , produk Arrum BPKB , dan produk Rahn Tasjily Tanah . Hal ini juga terkait dengan analisis collateral (barang yang bisa diagunkan). Kamu perlu menyiapkan barang yang bisa diagunkan sebagai persiapan jika kamu mengajukan pembiayaan.

Analisis lainnya adalah condition . Analisis ini meliputi kondisi internal dan eksternal, seperti keberadaan SDM, kebutuhan SDM, keberadaan aset, potensi pasar, regulasi, kondisi ekonomi, kondisi politik, nilai tukar, suku bunga, pertumbuhan ekonomi, demografi, kondisi sosial dan berbagai kondisi lain yang berdampak langsung maupun tidak langsung bagi bisnis yang kamu jalankan.

Berbagai analisis tersebut bisa kamu petakan dan setiap aspek bisa kamu kaitkan satu sama lain agar bisa menemukan dengan mudah alur kondisi internal dan eksternal yang terjadi. Dengan demikian kamu bisa menyimpulkan langkah tepat dalam menjalankan bisnis.

Ada satu hal yang sekarang lagi tren, yakni keberadaan dunia digital. Kamu perlu menyesuaikan dengan kondisi ini agar tidak tergerus oleh zaman. Kamu bisa mengoptimalkan dunia digital dalam rangka penjualan dan loyalitas konsumen. Tentu saja, tidak semua instrumen digital bisa cocok dengan bisnis kamu. Silahkan kamu analisis saja agar bisa menemukan instrumen digital yang akurat sesuai bisnis kamu.

Ketiga, tentukan segmentasi, target dan posisi. Setelah menyusun analisis bisnis, kamu bisa melakukan segmentasi pasar bisnis yang kamu jalankan. Misalnya kecocokan antara produk bisnis kamu dengan usia atau jenis kelamin atau kondisi sosial ekonomi tertentu. Kamu harus punya segmen yang jelas.

Selain itu, target juga sangat penting untuk kamu tentukan agar jelas juga konsumen yang akan disasar. Dalam bisnis, sangat wajar ada persaingan. Kamu bisa menentukan posisi yang unik dan tepat agar kamu bisa merebut hati konsumen di tengah persaingan bisnis yang cukup ketat.

Keempat, penentuan milestone atau pijakan langkah bisnis. Milestone sangat penting dalam menentukan langkah tahapan bisnis. Buatlah perencanaan jangka pendek, jangka menengah dan jangka panjang. Kamu bisa memberikan tema pada setiap tahapan sehingga mudah menyusun rinci semua hal yang dibutuhkan pada setiap tahapan.

Penyusunan tahapan ini juga memudahkan kamu dalam mengeksekusi semua langkah bisnis kamu ke depan. Kamu juga bisa dengan mudah menentukan target finansial sesuai dengan tahapan yang kamu tentukan.

Kelima, pemetaan seluruh perspektif bisnis. Akan menjadi lebih sistematis jika semua aspek yang ada dalam bisnis kamu, kamu petakan dengan sistematis agar kamu mudah menentukan keterkaitan setiap aspek. Langkah ini juga mempermudah kamu dalam menjalankan bisnis karena langkahnya menjadi sistematis, terarah dan bahkan terukur.

Cara mudah menentukan pemetaan adalah dengan membuat peta paling atas adalah target secara finansial dan spiritual. Tentukan pos-pos target finansial dan spiritual yang ingin kamu raih. Kemudian di bawahnya adalah pos aspek proses bisnis dan kondisi konsumen yang bisa menyebabkan target tertinggi bisa tercapai. Sedangkan pos paling bawah adalah semua potensi fisik dan nonfisik yang ada dalam bisnis kamu.

Keenam, siapkan perangkat eksekusi dan evaluasi. Kamu perlu menyiapkan perangkat untuk melakukan eksekusi atas bisnis yang sudah kamu rencanakan. Perangkat ini bisa rinci dalam perencanaan aksi ( action plan ), per tahun, per bulan bahkan per minggu.

Penyusunan action plan ini harus rinci dan terukur. Kamu bisa membuat action plan dari yang paling sederhana sampai dengan yang paling kompleks. Hanya saja, kamu harus taat atas action plan yang kamu buat sesuai dengan kesepakatan manajemen serta lakukan evaluasi berkala.

Ketujuh, membudayakan ruh Islami di semua lini. Aspek ini sebenarnya bisa ditata rapi pada bagian pertama ketika kamu menentukan visi, misi dan nilai. Namun, perlu dipertegas lagi di sini agar bisnis yang kamu jalankan selalu ada ruh Islami di setiap aspek dan gerak langkahnya.

Islami di sini tidak harus melulu bersifat ritual keagamaan, namun juga langkah berkaitan dengan nilai-nilai, misalnya budaya senyum, budaya melayani dengan prima, budaya jujur, budaya bersih, budaya rapi dan berbagai hal lain yang menunjukkan sikap Islami. Jangan lupa, di semua lini harus Islami.

Demikian langkah- langkah perencanaan usaha yang bisa kamu lakukan agar bisnis yang kamu jalankan sesuai syariah. Kamu bisa menerapkannya dalam kapasitas bisnis yang sederhana sampai yang paling kompleks. Semoga bermanfaat, Sahabat!

 

Artikel ditulis oleh Tim Advika, keterangan lebih lanjut hubungi e-mail info@advikamedia.com



Artikel Terkait


  2 tahun yang lalu
  2 tahun yang lalu
  2 tahun yang lalu
  2 tahun yang lalu

Komentar Artikel "Langkah-Langkah Perencanaan Usaha yang Sesuai Syariah"