Manfaat Ekonomi Syariah - Pegadaian Syariah
logo

Manfaat Ekonomi Syariah

10 bulan yang lalu    
Manfaat Ekonomi Syariah

Ekonomi syariah adalah semua kegiatan ekonomi yang diterapkan sesuai prinsip syariah Islam. Kegiatan ekonomi syariah ini meliputi aktivitas produksi, distribusi, konsumsi, dan jasa. Prinsip syariah Islam dalam ekonomi adalah ketika tidak melakukan transaksi yang dilarang oleh syariah Islam.

Transaksi yang dilarang syariah Islam adalah transaksi berbasis penipuan, riba, suap, manipulasi, zhalim, maksiat, transaksi zat haram dan semua transaksi yang tidak memenuhi rukun dan syarat akad. Ekonomi syariah menghindari transaksi-transaksi tersebut.

Ada banyak manfaat yang diperoleh dengan menjalankan transaksi berbasis syariah ini. Manfaat ini sejalan dengan prinsip kemaslahatan serta maqashid syariah sebagaimana yang diungkapkan oleh Al Ghazali.

Pertama, terjaganya agama. Manfaat terbesar dari menjalankan ekonomi syariah adalah terjaganya agama. Ajaran agama Islam dalam bidang ekonomi menjadi tetap terpelihara. Agama Islam mengajarkan bahwa dalam berekonomi, kita tidak boleh melakukan transaksi yang dilarang syariat. Hal ini menunjukkan kepatuhan kita terhadap ajaran agama. Dampaknya pun signifikan bagi diri kita.

Allah berfirman, “Barang siapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barang siapa yang bertawakal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan (yang dikehendaki)-Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu.” (Al-Qur’an Surah Ath Thalaq: 2-3).

Ayat tersebut menguraikan bahwa barang siapa yang bertakwa kepada Allah dalam arti menjalankan semua yang diperintahkan kepadanya dan meninggalkan semua apa yang dilarang baginya, maka Allah akan menjadikan baginya jalan keluar dari urusannya dan memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka, yakni dari arah yang tidak pernah terbersit di dalam hatinya.

Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Waki', telah menceritakan kepada kami Basyir ibnu Sulaiman, dari Sayyar Abul Hakam, dari Tariq ibnu Syihab, dari Abdullah ibnu Mas'ud yang mengatakan bahwa Rasulullah Saw. telah bersabda: “Barang siapa yang mempunyai suatu keperluan, lalu ia menyerahkannya kepada manusia, maka dapat dipastikan bahwa keperluannya itu tidak dimudahkan baginya. Dan barang siapa yang menyerahkan keperluannya kepada Allah Swt., maka Allah akan mendatangkan kepadanya rezeki yang segera atau memberinya kematian yang ditangguhkan (usia yang diperpanjang)”. (Tafsir Ibnu Katsir Juz 8 halaman 145).

Kedua, terjaganya jiwa. Menjaga jiwa, dimaknai dengan terjaganya nyawa dari aktivitas keseharian. Ketika kita menjalankan ekonomi syariah dengan baik, maka kita akan mengidentifikasi dan mengelola risiko sejak dini, sehingga bisa meminimalisir berbagai kemungkinan yang akan terjadi ke depannya termasuk dalam hal penjagaan risiko yang menyangkut jiwa.

Sebagai contoh, ketika kita menjalankan transaksi bisnis zat haram seperti narkoba, maka risiko bagi jiwa kita akan tinggi, meskipun takdir umur di tangan Allah. Begitu juga dengan dampak bisnis narkoba terhadap nyawa manusia lainnya. Ketika kita menghindarikan diri dari bisnis yang memhayakan tersebut, berarti kita sudah memberi kemanfaatan dalam hal terhindarnya diri sendiri dan orang lain dari bahaya yang menyangkut jiwa.

Ketiga, terjaganya akal. Ekonomi berbasis syariah itu skemanya sangat sederhana, namun dampaknya sangat besar bagi sehatnya akal dan logika. Hal ini bisa ditemukan oleh orang-orang yang memang mau berpikir.

Sebagai contoh adalah logika pengambilan keuntungan. Ekonomi syariah mewajibkan bahwa keuntungan bisa sah diperoleh jika dan hanya jika melalui transaksi jual beli. Logika ini sangat logis. Jika tidak ada transaksi jual belinya, maka pasti transaksinya menjadi tidak masuk akal.

Begitu juga dengan akad kongsi bisnis. Ketika kongsi disepakati, maka belum boleh ada keuntungan yang diperoleh. Setelah kongsi melibatkan adanya proses jual beli, maka barulah ada keuntungan yang diperoleh. Logika ini juga sangat logis.

Sedangkan pada skema trasnsaksi nonprofit seperti akad pinjaman, maka tidak boleh minta atau menjanjikan adanya kelebihan dalam pengembaliannya. Logika ini juga sangat masuk akal.

Jadi, ekonomi syariah bisa menjaga agar akal tetap sehat. Ekonomi syariah mengajarkan kita untuk konsisten mematuhi logika transaksi motif profit dan noprofit yang wajar.

Keempat, terjaganya harta. Ketika kita menjalankan bisnis yang mematuhi aturan agama sekaligus menaati logika bisnis yang wajar, maka hal ini bisa menyebabkan harta kita terkelola dengan baik dan wajar.

Ketika harta tidak terkelola secara wajar, maka akan menimbulkan kondisi dan hasil yang juga tidak wajar. Padahal pengelolaan harta secara baik sesuai aturan agama dan logika yang wajar akan menghadirkan keberkahan dalam pembelanjaan harta kita.

Kelima, terjaganya keturunan. Harta yang berkah adalah tidak ternilai harganya. Ketika kita bisa menafkahkan harta kita sesuai ketentuan agama dan sesuai logika yang wajar, maka akan berdampak juga pada keturunan kita.

Ingat, nafkah yang kita berikan kepada keluarga akan berdampak sesuai sumber harta dan cara pembelanjaannya. Ketika sumber harta kita selalu di jalan yang halal, maka akan berdampak positif kepada keturunan kita. Ketika sumber harta sudah baik, mari kita belanjakan harta kita untuk hal yang baik, terutama untuk kebutuhan nafkah diri dan keturunan kita.

Demikianlah uraian mengenai manfaat dari ekonomi syariah. Andaikan saja kita sudah menerapkan ekonomi syariah dengan baik, kita sudah taat dengan aturan agama di bidang ekonomi, ternyata hasilnya tidak sesuai dengan yang kita inginkan, maka yakinlah bahwa Allah adalah zat yang maha tahu atas yang terbaik bagi hamba-Nya.

Yang bisa terus dijalankan oleh diri kita sebagai seorang Muslim adalah terus berupaya agar bisa mendapatkan harta dari sumber yang halal, dan ditransaksikan pada skema transaksi yang juga halal. Semoga harta kita makin melimpah dan barakah. Amin.

 

Artikel ditulis oleh Tim Advika, keterangan lebih lanjut hubungi e-mail info@advikamedia.com



Artikel Terkait


  2 tahun yang lalu
  2 tahun yang lalu
  2 tahun yang lalu
  2 tahun yang lalu

Komentar Artikel "Manfaat Ekonomi Syariah"