Melihat Peluang Usaha Kerjasama Bagi Hasil di Indonesia - Pegadaian Syariah
logo

Melihat Peluang Usaha Kerjasama Bagi Hasil di Indonesia

8 bulan yang lalu    
Melihat Peluang Usaha Kerjasama Bagi Hasil di Indonesia

Salah satu bentuk bisnis sesuai syariah adalah kerja sama bagi hasil. Prinsip bisnis berbasis bagi hasil adalah terjadinya percampuran antara modal dengan usaha. Modal bisa berupa barang, uang, atau yang bermanfaat seperi jasa, keahlian, atau yang lainnya. Pada saat terjadi kesapakatan bagi hasil, tidak bisa ada keuntungan yang dihasilkan dan dibagikan. Harus ada usaha yang dijalankan, baru bisa mendapatkan hasil.

Skema usaha kerja sama bagi hasil ini marak ditemui di berbagai lini bisnis di Indonesia. Media bisnis yang digunakan ada yang offline dan ada yang online. Berikut ini adalah beberapa peluang usaha kerjasama bagi hasil di Indonesia.

Pertama, kerja sama bisnis reguler. Bisnis ini merupakan jenis kerja sama bagi hasil paling umum, yakni bertemunya antara pemilik modal dengan pengusaha dalam rangka menjalankan usaha untuk memperoleh keuntungan. Modal bisa berupa uang, barang, jasa, keahlian atau hal lain yang bisa dikerjasamakan dalam rangka menjalankan bisnis.

Peluang ini bisa dilihat dari dua sisi, yakni dari sisi pemilik modal dan dari sisi pengusaha. Contoh praktiknya adalah pemberian modal kerja kepada individu dalam rangka usaha bubur ayam. Pemberian modal ini bisa berupa gerobak dengan segala peralatan jualannya, bisa juga berupa uang untuk dikelola oleh penjualnya. Silahkan atur dan sepakati saja persentase pembagian hasilnya.

Skema imbal hasilnya bisa berupa setoran bulanan dari pengusaha (penjualnya) kepada pemodal berdasarkan hasil yang diperoleh hari itu dan baru dibagihasilkan, bisa juga berupa setoran bulanan rutin dengan nominal yang sama, selebihnya menjadi hasil yang menjadi hak penjualnya. Terkait skema bagi hasil ini, silahkan atur saja, asalkan satu sama lain tidak saling menzhalimi.

Kamu bisa memaksimalkan peluang ini dengan menjadi pemodal atau pengusaha. Jangan lupa untuk memenuhi kaidah bisnis bagi hasil yang sesuai syariah.

Kedua, kerja sama bisnis konsinyasi. Model kerja sama bisnis berikutnya adalah skema titip jual. Pada saat barang dititipkan untuk dijual, tidak ada kepastian barang tersebut laku atau tidak laku, sehingga imbal hasilnya akan ada setelah barang terjual. Silahkan dibuat kesepakatan pembagian hasil atas penjualan.

Ada beberapa kelebihan dari skema konsinyasi ini. Bagi pemilik toko atau penjual, ia bisa mengatur skema jadwal pembayaran kepada produsen, meskipun barang sudah laku terjual. Penjual juga tidak perlu repot memproduksi barang tersebut. Jika barang tidak laku terjual, maka barang bisa dikembalikan kepada produsen.

Kelebihan dari sisi produsen, ia tidak perlu melakukan pemasaran oleh karena sudah dijualkan oleh pemilik toko, sehingga produsen juga tidak perlu merekrut tenaga pemasar. Produsen tidak perlu menyiapkan modal tempat jualan sampai etalasenya, oleh karena sudah disiapkan oleh pemilik toko.

Kamu bisa memaksimalkan peluang ini dengan menjadi pemilik toko atau sebagai produsen barang yang diperjualbelikan. Salah satu Lembaga Keuangan Syariah yakni Pegadaian Syariah memiliki produk jenis ini, yakni Konsinyasi Emas, yang mana layanan titip-jual emas batangan sebagai bentuk investasi. Keuntungan dari hasil penjualan emas batangan diberikan kepada nasabah sehingga emas yang dimiliki lebih produktif.

Ketiga, kerja sama bisnis sharing economy. Menurut Rhenald Kasali, sharing economy adalah sikap partisipasi dalam kegiatan ekonomi yang menciptakan nilai, kemandirian, dan kesejahteraan. Menurutnya, partisipasi dari para pemain yang terlibat di ekosistem tersebut berbagi peran masing-masing. Sharing di sini adalah bagi peran dan bagi hasil.

Contoh skema bisnis ini adalah ojek online atau taxi online yang saat ini lagi marak. Instrumen bisnis ini berupa perangkat lunak untuk memfasilitasi jasa transportasi secara online, dengan fungsi yang bermacam-macam, dari pembelian produk seperti makanan, minuman, sampai dengan jasa pengantaran orang atau barang.

Konsumen tinggal install aplikasinya dan bisa melakukan transaksi melalui gadget secara online. Bisnis ini melibatkan banyak pihak, yakni dari penyedia aplikasi, driver ojek online, produsen barang, produsen jasa, dan konsumen. Ada skema bagi hasil dari bisnis tersebut.

Contoh lainnya adalah Peer to Peer FinTech atau P2P FinTech. Skema bisnis ini mempertemukan antara pihak pemilik modal dengan pihak pengusaha, antara pemilik dana dengan pihak yang membutuhkan dana. Skema ini sangat potensial bagi start up yang baru mengawali bisnisnya. Biasanya skema bisnis ini masih berskala kecil atau menengah, mengingat risiko bisnisnya tinggi jika tidak dikelola dengan baik dan sistematis.

Kamu bisa memaksimalkan peluang bisnis ini dengan menjadi pemodalnya, atau penyedia aplikasinya, atau produsennya, atau drivernya, atau sebagai vendor yang bisa mendukung bisnis tersebut. Banyak potensi bagi hasil dari bisnis tersebut.

Keempat, kerja sama bisnis waralaba atau franchise. Kerja sama bisnis ini saling menguntungkan satu sama lain. Pemilik merek bisa memperoleh hasil atas penjualan modal mereknya, apalagi jika waralaba ini disertai dengan penyediaan bahan baku atau racikan resep khas pemilik merek. Hal ini akan menjaga kelangsungan hasil atas keberadaan kerja sama waralaba tersebut. Contoh skema waralaba ini ada di berbagai lini, misalnya apotek, bisnis fried chicken, bisnis makanan lainnya, bisnis warung tegal, warung padang dan lain-lain.

Kamu bisa memaksimalkan peluang bisnis ini dengan menjadi pencipta dan pemilik merek lengkap dengan segala racikan khasnya, atau sebagai pengusaha yang membeli atau melakukan kerja sama waralaba ini.

Kelima, kerja sama reselling, dropshipping, dan affiliating. Bisnis ini pada dasarnya adalah bisnis penjualan, namun bisa termasuk kategori kerja sama bagi hasil karena melibatkan transaksi kerja sama di bidang penjualan yang belum tentu sesuai dengan harapan. Hasil akan diperoleh jika penjualan berhasil dilakukan.

Pada reselling dan dropshipping, ada dua skema yang bisa dilakukan, yakni sebagai penjual barang orang lain dengan terlebih dulu membeli barang tersebut, atau menjualkan barang orang lain dengan mendapatkan fee. Bisnis ini biasanya dijalankan dengan online.

Sedangkan pada affiliate, biasanya kita tinggal menyediakan sarana toko online atau media promo secara online dengan menggunakan aplikasi atau kode tertentu, ketika ada pembeli melalui sarana promosi kita, maka kita akan memperoleh hasil atas kerja sama bisnis tersebut.

Kamu bisa memaksimalkan peluang bisnis ini dengan menjadi produsen barang atau sebagai reseller, dropshipper, atau menjadi pelaku bisnis affiliate. Peluang bisnis ini sangat besar dengan hanya bermodalkan jaringan internet dan keseriusan dalam menjalankannya.

Demikian beberapa peluang usaha kerja sama bagi hasil di Indonesia. Jangan lupa pilih bisnis yang sesuai syariah. Semoga bermanfaat. Amin.

 

Artikel ditulis oleh Tim Advika, keterangan lebih lanjut hubungi e-mail info@advikamedia.com



Artikel Terkait


  2 tahun yang lalu
  2 tahun yang lalu
  2 tahun yang lalu
  2 tahun yang lalu

Komentar Artikel "Melihat Peluang Usaha Kerjasama Bagi Hasil di Indonesia"