Mengenal Macam Macam Zakat yang Harus Kamu Keluarkan - Pegadaian Syariah
logo

Mengenal Macam Macam Zakat yang Harus Kamu Keluarkan

9 bulan yang lalu    
Mengenal Macam Macam Zakat yang Harus Kamu Keluarkan

Zakat merupakan bagian dari fikih ibadah dan merupakan salah satu dari rukun Islam. Rukun, syarat, dan ketentuan yang dilaksanakan dalam pelaksanaan zakat ini harus sesuai dengan dalil yang melandasinya. Untuk itu, ada baiknya kita mengenal lebih jauh mengenai macam-macam zakat yang telah disyariatkan oleh Islam.

Zakat disyariatkan sejak tahun ke-2 Hijrah. Ada beberapa dalil yang melandasi perintah zakat. Allah berfirman dalam Al-Qur’an Surat Al-Baqarah ayat 43, “Dirikanlah shalat, bayarlah zakat dan rukuklah bersama orang yang rukuk.” Allah juga berfirman dalam Surat Al-Ma’arij Ayat 24-25 “Dan orang-orang yang dalam hartanya tersedia hak tertentu buat orang yang meminta-minta dan orang yang tidak bernasib baik.”

Zakat wajib dikeluarkan oleh setiap orang atau badan dengan syarat-syarat sebagai berikut:

  1. Muslim.
  2. Mencapai nishab dengan kepemilikian sempurna walaupun sifat harta itu berubah di sela-sela haul.
  3. Memenuhi syarat satu haul-haul bagi harta-harta tertentu.
  4. Harta itu tidak bergantung pada penggunaan seseorang.
  5. Harta itu tidak terikat oleh utang sehingga menghilangkan nishab.
  6. Harta bersama dipersamakan dengan harta perseorangan dalam hal mencapai nishab.

Haul adalah berlalunya masa 12 bulan (1 tahun) sejak harta itu mencapai nisab baik menurut tahun qamariah ataupun syamsiah dengan memperhatikan perbedaan jumlah harinya. Sedangkan nishab adalah batas minimal yang telah ditetapkan syariat Islam yang bila kurang dari batas tersebut tidak wajib dizakati, namun jika telah mencapai batas tersebut, harta kekayaan wajib dizakati.

Ada beberapa jenis harta yang wajib dizakati, yakni uang, barang, binatang ternak serta tanaman dan buah-buahan.

Pertama, uang. Uang diqiyaskan dengan emas dan perak sebagai alat penukar dalam suatu transaksi yang sekaligus merupakan harga suatu barang. Uang dapat dibagi dua bagian, masing-masing mata uang mutlak seperti emas dan perak dan mata uang terbatas seperti uang kertas (kartal dan giral) dan uang logam.

Nishab emas atau mata uang emas lainnya adalah sebanyak 20 mitsqal, yaitu sama dengan 85 gram emas murni (1 misqal = 4,25 gram). Sedangkan nishab perak serta mata uang perak lainnya adalah 200 dirham, atau sama dengan 595 gram perak murni. (1 dirham = 2,975 gram). Nishab uang seperti rupiah dan harta lain disetarakan dengan nishab emas tersebut.

Kedua, barang. Barang, yaitu harta yang dapat dimanfaatkan sesuai fungsinya. Barang ini dapat dibagi dua bagian, yakni barang yang dipakai dan barang modal perdagangan. Barang yang dipakai, yaitu barang-barang yang dimiliki untuk tujuan pemanfaatannya dalam berbagai jenis kegiatan, seperti alat-alat bangunan, binatang ternak. Barang-barang seperti ini mirip dengan barang-barang eksploitasi (barang-barang yang tidak bergerak).

Barang modal perdagangan adalah barang untuk diperjualbelikan, yaitu barang-barang yang dapat ditransaksikan yang dibeli atau diproduksi untuk tujuan dagang. Modal perdagangan ini disebut juga dengan istilah modal aktif (modal yang sedang beroperasi).

Nishab zakat atas barang ini disetarakan dengan nishab emas dan perak. Khusus harta temuan atau harta karun, wajib langsung dizakati tanpa menunggu nishab dan haul. Nilai zakatnya adalah 20% dari nilai barang temuan tersebut.

Ketiga, binatang ternak. Binatang ternak terdiri dari unta, sapi, kambing dan semacamnya. Binatang ternak dapat dibagi tiga bagian, masing-masing binatang perahan atau bibit, binatang pekerja, yaitu binatang yang dimiliki untuk dieksploitasi, dan binatang ternak dagangan. Nishab unta adalah 5 ekor. Nishab sapi adalah 30 ekor. Nishab kambing adalah 40 ekor.

Keempat, tanam-tanaman dan buah-buahan atau hasil pertanian. Kekayaan ini dapat dibagi dua, masing-masing pertanian yang diairi dengan alat irigasi bermodal dan pertanian yang diairi dengan air hujan, tanpa modal. Bila pertanian itu menggunakan alat penyiram tanaman atau irigasi bermodal, maka zakatnya sebanyak 5%. Dan jika pertanian itu diairi dengan hujan, maka zakatnya sebanyak 10%.

Mengenal Macam-Macam Zakat

  • Zakat Fitrah

Zakat fitrah adalah zakat khusus yang dikeluarkan satu tahun sekali yakni pada saat bulan Ramadan menjelang Idul Fitri. Zakat fitrah harus dikeluarkan sebelum pelaksanaan salat Idul Fitri. Inilah yang dijadikan pembeda antara zakat fitrah dengan zakat lainnya. Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa yang menunaikan zakat fitrah sebelum salat Ied, maka zakatnya diterima dan barangsiapa yang menunaikannya setelah salat Ied maka itu hanya dianggap sebagai sedekah di antara berbagai sedekah” (HR. Abu Daud).

Zakat fitrah ini hukummnya wajib ditunaikan oleh Muslim yang berkemampuan. Besaran zakat fitrah yang harus dikeluarkan adalah senilai 1 sha atau setara dengan 2,5 kg beras, gandum, kurma, sagu atau setara dengan 3,5 liter beras sesuai dengan standar konsumsi makanan pokok masyarakat sehari-hari.

Dari Ibnu ‘Umar ra, ia berkata, “Rasulullah SAW mewajibkan zakat fithri dengan satu sho’ kurma atau satu sho’ gandum bagi hamba dan yang merdeka, bagi laki-laki dan perempuan, bagi anak-anak dan orang dewasa dari kaum muslimin. Beliau memerintahkan agar zakat tersebut ditunaikan sebelum manusia berangkat menuju salat Ied.” (HR. Bukhari dan Muslim).

  • Zakat Profesi

Zakat profesi ini merupakan salah satu ijtihad ulama kontemporer. Hasil profesi merupakan sumber pendapatan orang dengan profesi masa kini, seperti pegawai negeri, wiraswasta, pegawai swasta, konsultan, dokter, dan notaris. Para ahli fikih kontemporer bersepakat bahwa hasil profesi termasuk harta yang harus dikeluarkan zakatnya, mengingat zakat pada hakikatnya adalah pungutan harta yang diambil dari orang-orang kaya untuk dibagikan kepada orang-orang miskin di antara mereka (sesuai dengan ketentuan syariat).

Dalam konteks fikih klasik, zakat profesi ini tidak ada. Oleh karena itu, nishab zakat profesi ini diqiyaskan pada dua hal, yakni zakat pertanian dan zakat harta. Jika diqiyaskan dengan zakat pertanian, maka nishab zakat profesi adalah setara dengan zakat pertanian. Namun, ketika diqiyaskan dengan zakat harta, maka nishab zakat profesi adalah setara dengan zakat harta.

Sama halnya dengan zakat-zakat lainnya, jika profesi yang kita jalankan tidak mencukupi kebutuhan hidup kita, maka kita tidak wajib mengeluarkan zakat profesi, bahkan bisa menjadi mustahiq (orang yang berhak menerima zakat). Kebutuhan hidup yang dimaksud adalah sandang, pangan, papan, kesehatan, pendidikan, dan berbagai biaya yang menunjang dijalankannya profesi kita dengan baik.

Demikian uraian mengenai zakat. Mari kita tunaikan zakat sebagaimana yang telah diatur oleh syariah Islam. Semoga harta kita tetap selalu bersih dan suci oleh karena zakat kita. Amin.

 

Artikel ditulis oleh Tim Advika, keterangan lebih lanjut hubungi e-mail info@advikamedia.com



Artikel Terkait


  3 tahun yang lalu
  3 tahun yang lalu
  3 tahun yang lalu
  3 tahun yang lalu

Komentar Artikel "Mengenal Macam Macam Zakat yang Harus Kamu Keluarkan"